Archive for July, 2012

Mereka Membolehkan ‘Berhubungan’ Dengan Budak Orang Lain

July 31st, 2012 by Abu Muawiah

Mereka Membolehkan ‘Berhubungan’ Dengan Budak Orang Lain

 

Di antara kesesatan Rafidhah adalah: Mereka membolehkan seseorang melakukan jima’ dengan budak orang lain jika pemiliknya mengizinkan. Al-Hulli berkata, “Boleh ‘berhubungan’ dengan budak milik orang lain dengan syarat yang mengizinkannya adalah orang yang bisa memerdekakannya dan sudah diakui hak kepemilikannya, serta budak tersebut halal bagi orang yang akan ‘berhubungan’ dengannya[1].

Cukuplah sebagai bantahan terhadap kebatilan ini adalah firman Allah Ta’ala:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki.” (QS. Al-Mu`minun: 5-6)

Dan sudah diketahui bersama bahwa ‘berhubungan’ dengan budak orang lain bukanlah pernikahan dan budak itu juga bukan budaknya. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Nikah Sirri Versi Syiah Rafidhah

July 28th, 2012 by Abu Muawiah

Nikah Sirri Versi Syiah Rafidhah

 

Di antara kesesatan Syiah Rafidhah adalah: Mereka membolehkan nikah tanpa adanya wali dan tanpa saksi-saksi, padahal ini jelas merupakan perbuatan zina. Salah seorang ulama mereka yang bernama Al-Hulli berkata, “Tidak dipersyaratkan adanya wali dalam pernikahan wanita dewasa, dan juga tidak dipersyaratkan adanya saksi-saksi dalam semua akad yang berkenaan dengan pernikahan. Seandainya kedua calon mempelai sengaja menyembunyikan pernikahan mereka, maka pernikahannya tidaklah batal.[1]

Dari Imran bin Hushain radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لا نِكاحَ إلاَّ بِوَلِيٍّ وَشاهِدَيْ عَدْلٍ

“Tidak ada pernikahan yang syah tanpa adanya wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. Asy-Syafi’i, Ath-Thabrani, Ad-Daraquthni, dan Al-Baihaqi[2])

Walaupun sanad hadits ini terputus, akan tetapi para ulama tetap berpendapat dengan kandungannya.

Dari Abu Musa dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

لا نِكاحَ إلاَّ بِوَلِيٍّ

“Tidak ada pernikahan yang syah tanpa adanya wali.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmizi, dan Al-Hakim[3])

Al-Hakim berkata, “Riwayat tentangnya telah shahih dari para istri Nabi shallallahu alaihi wasallam seperti: Aisyah dan Zainab bintu Jahsy. Dalam permasalahan ini juga ada hadits dari Ali dia berkata:

لا نِكاحَ إلاَّ بِوَلِيٍّ وَشاهِدَيْ عَدْلٍ

“Tidak ada pernikahan yang syah tanpa adanya wali dan dua orang saksi yang adil.[4]

Juga ada hadits dari Ibnu Abbas[5] dan selainnya.” Lalu beliau membawakan total 30 nama orang sahabat. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Nikah Sirri Versi Syiah Rafidhah

Daurah Nasional Aqidah I Daar El Salam

July 25th, 2012 by Abu Muawiah

Daurah Nasional Aqidah I Daar El Salam

Bismillahirrahmanirrahim.
InsyaAllah, Hadirilah …

Daurah Intensif Aqidah Islamiyah 3 Hari

Kajian Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah
Pembahasan Kitab USHULUS SUNNAH Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah

Pemateri: Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi
(Pengasuh Ma’had As-Sunnah Makassar)

Pada Ahad, Senin dan Selasa, 9-11 Safar 1434 H / 23-25 Desember 2012

Ada Tiga Sesi Setiap Hari:
1. Pukul 08.00 – 12.00
2. Pukul 12.30 – 14.00
3. Pukul 16.00 – 17.30

Di Aula Sekolah dan Pusat Dakwah Daar el-Salam
Perum. Villa Nusa Indah II, Blok S No. 1 – Bojong Kulur, Jati Asih, Bekasi Read the rest of this entry »

Category: Info Kegiatan | Comments Off on Daurah Nasional Aqidah I Daar El Salam

Kolom Komentar Sementara Ditutup

July 22nd, 2012 by Abu Muawiah

Kolom Komentar Sementara Ditutup

Dengan ini kami selaku admin mengumumkan kalau kolom komentar dari setiap artikel dalam blog ini untuk sementara kami tutup. Hal ini kami terpaksa lakukan untuk mencegah semakin menumpuknya pertanyaan, yang sampai saat ini telah menyentuh angka lebih dari 1000 pertanyaan. Kami sampai saat ini senantiasa berusaha untuk menjawab semua pertanyaan dan komentar tersebut, namun pekerjaan ini akan menjadi sangat panjang jika pertanyaan terus masuk setiap harinya. Karenanya, dengan sangat menyesal kami terpaksa mengambil langkah di atas, dan kami harap para pengunjung bisa memakluminya.

Kolom komentar akan kami aktifkan kembali setelah kami menjawab semua pertanyaan yang sudah ada, dan itu mungkin akan memakan waktu beberapa pekan ke depan. Dan insya Allah pengaktifannya akan kami infokan juga melalui postingan artikel.

Dan akhirnya tidak lupa kami haturkan jazakumullahu khairan kepada semua pengunjung al-atsariyyah atas besarnya kepercayaan menjadikan blog ini sebagai tempat mengambil ilmu agama, yang terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang masuk. Demikian info yang kami sampaikan.

Category: Info Kegiatan | Comments Off on Kolom Komentar Sementara Ditutup

Nikah Mut’ah (Kontrak)

July 19th, 2012 by Abu Muawiah

Nikah Mut’ah (Kontrak)

Di antara kesesatan mereka: Mereka membolehkan nikah mut’ah, bahkan mereka menganggapnya lebih baik daripada 70 kali pernikahan sebenarnya (yang syar’i). Salah seorang syaikh mereka yang ekstrim yang bernama Ali bin Al-Ali bahkan membolehkan  11 orang lelaki melakukan mut’ah dengan satu orang wanita dalam satu malam. Jika wanita ini akhirnya hamil dan melahirkan anak, maka kesebelas orang ini harus diundi. Siapa yang namanya terpilih maka anak itu menjadi anaknya.

Saya berkata: Nikah mut’ah ini persis seperti pernikahan ala jahiliah yang telah dibatalkan oleh syariat, sebagaimana yang tersebut dalam Ash-Shahih[1].

Dari Ali dia berkata[2]:

رسول الله صلى الله عليه وسلم نَهَى عَنْ نِكاحِ الْمُتْعَةِ

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah melarang nikah mut’ah[3].” (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan selainnya[4])

Dan dari Salamah bin Al-Akwa’ radhiallahu anhu:

أنه صلى الله عليه وسلم أباحَ نِكاحَ الْمُتْعَةِ ثُمَّ حَرَّمَها

Bahwa beliau shallallahu alaihi wasallam pernah membolehkan nikah mut’ah kemudian beliau mengharamkannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim[5]) Dan Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dari Saburah[6] dengan lafazh yang mirip dengannya.

Dari Ibnu Umar beliau berkata:

نَهانا عَنْها – يَعْنِي المُتْعَةَ – رسولُ الله صلى الله عليه وسلم

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarang kami melakukannya – maksudnya mut’ah -.” (HR. Ath-Thabrani dengan sanad yang kuat[7])

Juga telah dinukil dari Ibnu Abbas pernyataan rujuknya beliau dari pembolehan mut’ah[8]. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Nikah Mut’ah (Kontrak)

Imam Harus Ma’shum

July 16th, 2012 by Abu Muawiah

Imam Harus Ma’shum

 

Di antara kesesatan mereka (Rafidhah) adalah: Mereka mensyaratkan seorang imam haruslah orang yang ma’shum (terjaga dari dosa). Mereka juga menyatakan bahwa Allah wajib tidak membiarkan satu pun zaman kosong dari seorang imam yang ma’shum. Lalu mereka membatasi imam[1] yang ma’shum itu hanya pada 12 orang imam mereka[2].

Batilnya aqidah ini, kontradiktifnya, dan bagaimana aqidah ini mengandung adab yang buruk kepada Allah sangat jelas sehingga tidak perlu disebutkan. Dengan pendapat mereka ini, mereka telah membatalkan pensyariatan shalat berjamaah (bersama imam), yang mana shalat berjamaah ini termasuk dari syiar-syiar Islam yang tertinggi. Mereka tidak mempunyai bagian dari syiar ini[3], sehingga mereka mengharamkan kemuliaan yang tinggi ini dari diri mereka sendiri. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | Comments Off on Imam Harus Ma’shum

Hukum Tugas Bertiga Dikerjakan Berdua

July 13th, 2012 by Abu Muawiah

Hukum Tugas Bertiga Dikerjakan Berdua

 

Pertanyaan:

Kami bertiga ditugaskan dalam suatu pekerjaan dimana pekerjaan tersebut sebenarnta bisa dikerjakan cukup oleh dua orang saja. Apakah kami berdosa bila kami bertiga bersepakat untuk absent masing-masing satu hari dalam seminggu secara bergantian?

 

Jawaban:

Ya, kalian berdosa dalam hal ini. Seharusnya masing-masing kalian tetap masuk kerja pada hari-hari kerja dan tidak absent.

 

[Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fatawa li Al-Muwazhzhifin wa Al-Ummal hal. 57-58]

Category: Fatawa | Comments Off on Hukum Tugas Bertiga Dikerjakan Berdua

Hukum Memanfaatkan Kelebihan Masa Cuti

July 10th, 2012 by Abu Muawiah

Hukum Memanfaatkan Kelebihan Masa Cuti

 

Pertanyaan:

Jika saya mendapat cuti sakit selama 10 hari, tapi saya telah sembuh pada hari ketujuh, alhamdulillah. Apakah saya boleh memanfaatkan (baca: tidak masuk kerja) tiga hari sisanya?

 

Jawaban:

Jika anda mengambil cuti 10 hari lalu sembuh sebelum 10 hari, maka hendaknya anda kembali bekerja. Tapi jika memang diizinkan untuk melanjutkan cuti tersebut, maka itu terserah dari pihak yang berwenang. Tapi jika tidak, maka anda harus kembali bekerja.

 

[Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Fatawa li Al-Muwazhzhifin wa Al-Ummah hal. 60]

Category: Fatawa | Comments Off on Hukum Memanfaatkan Kelebihan Masa Cuti

Warisan Untuk Orang Berkelamin Ganda (Hermaprodit)

July 7th, 2012 by Abu Muawiah

Warisan Untuk Orang Berkelamin Ganda (Hermaprodit)

 

Pertanyaan:

Berapa banyak warisan untuk orang yang berkelamin ganda (hermaprodit)? Apakah seperti bagian laki-laki atau perempuan?

 

Jawaban:

Hermaprodit adalah orang yang belum jelas statusnya, apakah dia seorang laki-laki ataukah perempuan. Jika pemilik harta meninggal dalam keadaan orang ini masih anak-anak atau sudah dewasa namun masih belum jelas statusnya, maka diberikan kepadanya setengah bagian laki-laki dan setengah bagian perempuan. Jika tidak demikian, maka dia bisa diberikan bagian berdasarkan status dia yang diyakini. Atau ditangguhkan pemberian bagiannya sampai dia balig dan statusnya menjadi jelas.

 

[Asy-Syaikh Ibnu Jibrin, Fatawa Islamiah: 3/54]

Incoming search terms:

  • hukum waris islam jika berkelainan ganda

Category: Fatawa, Warisan | Comments Off on Warisan Untuk Orang Berkelamin Ganda (Hermaprodit)

Menjamak Dua Shalat Tanpa Uzur

July 4th, 2012 by Abu Muawiah

Menjamak Dua Shalat Tanpa Uzur

 

Di antara kesesatan mereka adalah mereka membolehkan untuk menjamak antara zuhur dengan ashar dan antara magrib dengan isya tanpa ada uzur.

Padahal At-Tirmizi telah meriwayatkan dia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

مَنْ جَمَعَ بَيْنَ الصَّلَاتَيْنِ مِنْ غَيْرِ عُذْرٍ فَقَدْ أَتَى بَابًا مِنْ أَبْوَابِ الْكَبَائِرِ

“Barangsiapa menjamak antara dua shalat tanpa udzur, maka ia telah mendatangi salah satu pintu dari pintu pintu dosa besar.[1]

Dan juga ada riwayat yang menyebutkan bahwa di antara tanda-tanda hari kiamat adalah mengundurkan pelaksanaan shalat dari waktu-waktunya. Adapun yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu bahwa beliau menjamak antara dua ashar (baca: Zuhur dengan ashar) dan antara dua isya (baca: Magrib dengan isya)[2], maka ditafsirkan bahwa beliau mengerjakan shalat yang pertama di akhir waktu dan mengerjakan shalat yang kedua di awal waktu (sehingga seakan-akan dijamak, pent.) Wallahu a’lam. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »