Archive for June, 2012

Takmir Masjid Bukanlah Amil Zakat

June 29th, 2012 by Abu Muawiah

Takmir Masjid Bukanlah Amil Zakat

Segala sesuatu perlu didasari oleh ilmu dan perlu pengkajian mendalam. Sebagian kita kadang beramal asal-asalan. Sebagian orang berprinsip tanpa didasari ilmu lantas langsung berbuat. Inilah salah satu yang lagi merebak saat ini, banyak yang mengangkat diri sebagai amil zakat. Padahal tidak sembarang orang bisa seenaknya mengangkat dirinya sebagai amil zakat, ada syarat yang mesti dipenuhi. Namun demikianlah banyak yang menjadikan amil zakat ini sebagai sarana mencari duit sehingga seenaknya saja memotong 1/8 dari setiap zakat yang disetor. Padahal senyatanya ia jauh dari menyandang predikat amil zakat.
Amil Zakat dalam Al Qur’an

Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk (1) orang-orang fakir, (2) orang-orang miskin, (3) amil zakat, (4) para mu’allaf yang dibujuk hatinya, (5) untuk (memerdekakan) budak, (6) orang-orang yang terlilit utang, (7) untuk jalan Allah dan (8) untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (QS. At Taubah: 60).

Ayat ini dengan jelas menggunakan kata “innama” yang memberi makna hashr (pembatasan). Ini menunjukkan bahwa zakat hanya diberikan untuk delapan golongan tersebut, tidak untuk yang lainnya.[1]

Yang dimaksudkan amil zakat di sini menurut tafsiran para ulama adalah:
Sebagaimana kata Ibnu Katsir, amil zakat adalah orang yang bertugas mengurus zakat dan ia mendapat bagian dari zakat tersebut dan tidak boleh amil zakat ini berasal dari kerabat (keluarga) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak diperkenankan menerima sedekah.[2]
Namun sebenarnya tidak sesederhana seperti yang diterangkan di atas. Amil zakat harus memenuhi beberapa syarat sebagaimana keterangan para ulama di bawah ini. Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Fiqh | Comments Off on Takmir Masjid Bukanlah Amil Zakat

Pentingnya Mengenal Al-Asma` Al-Husna (2)

June 27th, 2012 by Abu Muawiah

Pentingnya Mengenal Al-Asma` Al-Husna (2)

Kenam: orang yang benar-benar mengenal Allah ‘Azza wa Jalla akan berdalil dengan sifat-sifat dan perbuatan Allah terhadap segala sesuatu yang Dia perbuat dan segala sesuatu yang Dia syariatkan. Karena, seluruh perbuatan Allah adalah keadilan, keutamaan, dan hikmah, yang telah menjadi konsekuensi dari nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Oleh karena itu, tiada suatu apapun yang Dia syariatkan, kecuali sesuai dengan konsekuensi tersebut. Sehingga, segala hal yang Allah beritakan adalah sesuatu yang hak dan benar, sedang segala perintah dan larangan-Nya adalah keadilan dan hikmah.

Misalnya, seorang hamba memperhatikan Al-Qur`an dan segala sesuatu yang Allah beritakan kepada makhluk melalui lisan para rasul tentang nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya serta tentang keharusan menyucikan dan membesarkan Allah terhadap segala sesuatu yang tidak layak. Juga, ia memperhatikan bagaimana perbuatan Allah kepada para wali yang memurnikan ibadah hanya kepada-Nya dan kenikmatan yang mereka peroleh karena itu, ataupun ia memperhatikan bagaimana keadaan orang-orang yang menentang-Nya dan kebinasan akibat perbuatan mereka. Berdasarkan hal ini, orang-orang yang memahami nama-nama dan sifat-sifat-Nya akan berdalilkan bahwa Allah adalah satu-satu-Nya Ilah yang berhak diibadahi, “Yang Maha mampu atas segala sesuatu”, “Yang Maha Mengetahui segala sesuatu”, “Yang siksaan-Nya keras”, “Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”, “Yang Maha Berkuasa lagi Maha Bijaksana”, “Yang Maha melakukan segala sesuatu yang Dia kehendaki”, dan seterusnya berupa hal-hal yang menunjukkan rahmat, keadilan, keutamaan, dan hikmah Allah Jalla wa ‘Ala.

Apabila seorang hamba memperhatikan hal di atas, tidaklah diragukan bahwa hal tersebut akan menambah keyakinannya, memperkuat imannya, menyempurnakan tawakkalnya, dan semakin menambah penyerahan dirinya kepada Allah.

 

Ketujuh: mengenal Allah dan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat-Nya adalah perniagaan yang sangat menguntungkan. Di antara keuntungannya adalah membuat jiwa menjadi tenang, hati menjadi tentram, dada menjadi lapang dan bersinar, merasakan keindahan surga Firdaus pada hari kiamat, melihat wajah Allah Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, meraih keridhaan Allah, dan selamat dari kemurkaan dan siksaan-Nya. Insya Allah, keuntungan-keuntungan tersebut akan lebih tampak lagi pada uraian Al-Asma` Al-Husna yang akan diterangkan dalam tulisan ini secara bersambung. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Fadha`il Al-A'mal | Comments Off on Pentingnya Mengenal Al-Asma` Al-Husna (2)

Pentingnya Mengenal Al-Asma` Al-Husna (1)

June 25th, 2012 by Abu Muawiah

Pentingnya Mengenal Al-Asma` Al-Husna (1)

Mengenal dan mempelajari nama-nama dan sifat-sifat Allah sangatlah agung, penuh dengan kebaikan dan keutamaan, serta mengandung beraneka ragam buah dan manfaatnya.

Keutamaan dan keagungan perihal mendalami ilmu Al-Asma` Al-Husna akan lebih jelas dengan memperhatikan beberapa keterangan berikut.

 

Pertama: ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah ilmu yang paling mulia dan paling utama, yang kedudukannya paling tinggi dan derajatnya paling agung. Tentunya hal ini sangat dimaklumi karena kemuliaan suatu ilmu pengetahuan bergantung kepada jenis pengetahuan yang dipelajari dalam ilmu itu. Sementara itu, telah dimaklumi pula bahwa tiada yang lebih mulia dan lebih utama daripada ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah yang terkandung dalam Al-Qur`an yang mulia dan Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Abu Bakr Ibnul ‘Araby rahimahullah berkata, “Kemuliaan sebuah ilmu bergantung kepada apa-apa yang diilmui padanya. Sementara itu, (mengenal Allah) Al-Bari adalah semulia-mulia pengetahuan. Oleh karena itu, mengilmui nama-nama-Nya adalah ilmu yang paling mulia.”[1]

Oleh karena itu, mempelajari dan mendalami makna Al-Asma` Al-Husna adalah amalan yang paling utama dan mulia.

 

Kedua: mengenal Allah dan memahami nama-nama dan sifat-sifat-Nya akan menambah kecintaan hamba kepada Rabb-nya, akan membuat seorang hamba semakin mengagungkan dan membesarkan-Nya, lebih mengikhlaskan segala harapan dan tawakkal hanya kepada-Nya, serta membuat rasa takutnya terhadap Allah semakin mendalam. Tatkala pengetahuan dan pemahaman seorang hamba akan nama-nama dan sifat-sifat Rabb-nya semakin kuat dan mendalam, akan semakin kuat pula tingkat penghambaannya kepada Allah, semakin tulus sikap berserah dirinya  kepada syariat Allah, serta semakin tunduk kepada perintah Allah dan semakin jauh meninggalkan larangan-Nya. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Fadha`il Al-A'mal | Comments Off on Pentingnya Mengenal Al-Asma` Al-Husna (1)

Mereka Menambah-Nambah Lafazh Azan

June 23rd, 2012 by Abu Muawiah

Mereka Menambah-Nambah Lafazh Azan

Di antara kesesatan mereka adalah:
Pada zaman-zaman belakangan ini, mereka menambahkan pada bacaan azan, iqamah, dan bacaan tasyahud setelah dua kalimat syahadat, mereka menambahkan kalimat: ‘Bahwa Ali adalah wali Allah’.
Ini adalah bid’ah yang bertentangan dengan agama, tidak ada satu pun dalil dari kitab dan sunnah yang menunjukkan tambahan kalimat ini. Juga tidak ada ijma’ yang mendukungnya, tidak pula qias yang benar. Bahkan hal ini juga bertentangan dengan pengikut mazhab mereka. Karenanya kesesatan ini tidak perlu dibantah(1).

[Diterjemah dari Risalah fii Ar-Radd ala Ar-Rafidhah hal. 84-85]

__________________

(1) Di antara kalimat yang Syiah tambahkan ke dalam lafazh-lafazh azan adalah, ‘Hayya ‘ala khairil ‘amal’ (mari menuju amalan yang terbaik), yakni shalat. Dan ini merupakan bid’ah.
Ibnu Taimiah berkata dalam Minhaj As-Sunnah (6/293-294), “Mereka -maksudnya Rafidhah- telah menambahkan dalam azan suatu syiar (kalimat) yang tidak pernah diketahui adanya pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dan tidak ada seorang pun yang meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan hal itu dalam azan. Kalimat yang dimaksud adalah: ‘Hayya ‘ala khairil ‘amal’.”

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Mereka Meyakini Ar-Raj’ah (Reinkarnasi)

June 21st, 2012 by Abu Zakariyya

Mereka Meyakini Ar-Raj’ah[i] (Reinkarnasi)

(Diantara kesesatan Syi’ah Rafidhah) : adalah apa yang telah diucapkan oleh orang yang paling sesat di kalangan mereka yaitu Muhammad Baabuuyah Al-Qummiy[ii] tentang akidahnya  dalam pembahasan keimanan terhadap Ar-Raj’ah(reinkarnasi) :

“Sesungguhnya mereka(para Nabi) –semoga shalawat terlimpahkan atas mereka- mengatakan : barangsiapa yang tidak mengimani reinkarnasi kami maka ia tidak termasuk golongan kami”

Seluruh ulama mereka (Syi’ah Rafidhah) berpendapat seperti ini, mereka mengatakan  :

“Sesungguhnya Nabi  shallallahu’alaihiwasallam, Ali radhiyallahu anhu dan para imam yang dua belas orang itu akan hidup kembali pada akhir zaman dan akan dikumpulkan setelah keluarnya Al-Mahdi dan membunuh Dajjal, dan akan dihidupkan seluruh khalifah yang tersisa (Abu Bakar, Umar & Utsman radhiyallahu ‘anhum) dan para imam yang terbunuh, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam akan membunuh para khalifah sebagai hukum had dan para imam akan mengqishash dan menshalib orang-orang yang dzalim, mereka mulai dengan menshalib Abu Bakar dan Umar di atas pohon”.

 Ada seseorang (di antara mereka) yang mengatakan : “sesungguhnya pohon itu lembab kemudian menjadi kering  setelah keduanya disalib padanya”, dengan demikian tersesatlah kebanyakan dari pengikut kebenaran seraya berkata : “kita telah mendzalimi mereka”

Ada pula yang mengatakan : “pohon itu kering kemudian menghijau setelah keduanya disalib, dengan demikian kebanyakan dari orang-orang yang mencintai keduanya mendapatkan hidayah”.

Disebutkan pada buku-buku mereka bahwasanya pohon itu adalah pohon kurma yang sangat tinggi sehingga dapat dilihat oleh penduduk timur dan barat, dan setelah itu dunia ini akan tetap ada sampai  lima puluh ribu tahun (akan datang), ada yang mengatakan seratus dua puluh ribu tahun, bagi setiap Imam yang dua belas itu memiliki umur dua belas ribu tahun, sebagian mereka mengatakan : “kecuali Al-Mahdi, ia hanya memiliki umur delapan puluh ribu tahun, kemudian setelah itu Nabi Adam dihidupkan, kemudian Asy-Syiitsiy, Nabi Idris, Nabi Nuh, kemudian para nabi yang tersisa hingga berakhir dengan Al-Mahdi, dunia ini (menurut Syi’ah Rafidhah) tidak akan punah dan akhirat itu tidak akan datang”.

Demikian hal ini dinukil darinya wallahu a’lam. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 2 Comments »

Mereka Menyelisihi Ahlussunnah Wal Jama’ah

June 19th, 2012 by Abu Zakariyya

Mereka Menyelisihi Ahlussunnah Wal Jama’ah

Mereka menjadikan penyelisihan mereka terhadapa Ahlussunnah yaitu orang-orang yang berada di atas tuntutunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya sebagai sumber kebahagiaan, sehingga  apa saja yang dikerjakan oleh Ahlussunnah maka mereka akan tinggalkan, (dan sebaliknya) jika (Ahlussunnah) meninggalkan sesuatu maka mereka mengerjakannya dengannya mereka keluar dari Agama secara garis besar, sesungguhnya syaithan telah menggoda dan menuntun mereka , dan mereka mengklaim bahawa penyelisihan ini merupakan alamat bahwa mereka adalah Firqoh An-Najiyyah(kelompok yang selamat). [Lihat Ramadhatul Jannaat 6/306]

Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam  bersabda : “Al-Firqoh An-Najiyah(kelompok yang selamat itu adalah Sawadul A’dzom(kelompok terbesar) dan apa yang aku dan para shahabatku berada diatasnya”.[1]

Maka hendaknya diperhatikan kelompok-kelompok tersebut, keyakinan(akidah) dan amalan mereka, jika mencocoki (tuntunan) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya maka ia merupakan Al-Firqoh An-Najiyah(kelompok yang selamat). Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 2 Comments »

Raket Listrik Untuk Nyamuk

June 17th, 2012 by Abu Zakariyya

Raket Listrik Untuk Nyamuk

Pertanyaan :

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, seorang penanya bertanya :
“Apa hukum menggunakan alat listrik yang bisa menyetrum serangga?

Asy-Syaikh (menjawab) :
“Tidak mengapa menggunakannya, dikarenakan dua alasan:

Pertama : menyetrumnya tidaklah membakarnya, akan tetapi hal tersebut membuatnya mati, buktinya jika engkau letakkan kertas di atas alat ini, kertas itu tidak terbakar.
Kedua : orang yang meletakkan alat ini tidak bermaksud untuk menyiksa lalat dan serangga dengan api, akan tetapi tujuannya adalah
untuk menolak gangguannya. Ada hadits yang melarang menyiksa dengan api, sedangkan ini tidaklah untuk menyiksa akan tetapi untuk menolak gangguan.
Ketiga : secara umum, sangat sulit untuk membasmi serangga kecuali dengan menggunakan alat ini atau dengan alat yang menyemprotkan bau tidak enak yang terkadang bisa membahayakan tubuh. Dan Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah membakar pohon kurma Bani Nadhir, sedangkan di pohon kurma biasanya terdapat burung, serangga dan yang semisalnya.”
– – –
Diterjemahkan dari:
Fatawa Nur ‘Ala ad-Darb
http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_9081.shtml

Category: Fatawa | 5 Comments »

Selain Mereka Akan Kekal Dalam Neraka

June 15th, 2012 by Abu Zakariyya

Selain Mereka Akan Kekal Dalam Neraka

Di antara ucapan mereka  sebagaimana dalam (kitab) “syarah At-Tajriid” Al-Hulliy (tokoh besar syi’ah) mengatakan :

“Imam-imam (Syi’ah Rafidhah) berselisih tentang : apakah firqoh-firqoh(selain Rafidhah) dalam Islam itu akan keluar dari Neraka dan akan masuk ke Surga ataukah semua firqoh itu akan kekal dalam Neraka?”, ia berkata : kebanyakan (Imam Syi’ah Rafidhah) di atas pendapat kedua dan Asy-Syardzamah memilih pendapaat pertama, Ibnu Naubakhat berkata : “mereka akan keluar dari Neraka dan tidak akan masuk ke Surga akan tetapi mereka berada di Al-A’raaf.  (Mukhtashar At-Tuhfah Al-Itsnaa ‘Asyariyah : halaman 207).

Keyakinan ini dibangun di atas dasar akidah mereka bahwasanya kaum muslimin (selain mereka) adalah kafir atau fasiq, yang bersamaan dengan itu mereka meyakini bahwasanya orang yang fasik kekal di dalam neraka. Konsekwensi dari keyakinan mereka adalah mendustakan apa-apa yang telah shahih  dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa  keluarnya pelaku maksiat dari kalangan orang-orang yang bertauhid dari neraka, sebagaimana dalam hadits Anas radihyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Akan keluar dari neraka suatu kaum setelah mereka di bakar dalam neraka, kemudian mereka akan masuk ke dalam surga. Penduduk surga menamakan mereka dengan  Jahannamiyyun” (riwayat Al-Bukhary nomor 6559). Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »

Kiat-Kiat Memiliki Anak Shalih

June 13th, 2012 by Abu Zakariyya

Kiat-Kiat Memiliki Anak Shalih

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memberikan banyak nikmat yang sangat besar atas hamba-hambaNya , dan diantara nikmat tersebut adalah anak yang shalih, ia merupakan amalan shalih bagi kedua orang tuanya semasa hidup dan setelah mereka meninggal, sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi shallallahu dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“jika seorang hamba telah meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga perkara : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak shalih yang mendoakannya” (riwayat Muslim no.1631)

Oleh karena itu para nabi dan orang-orang shalih terdahulu memiliki perhatian khusus dalam perkara ini, karena didalamnya terdapat kebaikan yang sangat besar.

Allah Ta’ala berfirman menghikayatkan tentang keadaan mereka :

“Di sanalah Zakariya berdo’a kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a”. (Ali-Imran : 38)

Juga firmanNya :

“Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugeraahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqaan : 74)

 Sudah sepantasnya bagi kita untuk turut berusaha dan memperhatikan hal ini, dan diantara kiat-kiat untuk memiliki anak yang shalih sebagai berikut : Read the rest of this entry »

Category: Seputar Anak | 5 Comments »

Al-Hasan Radhiallahu anhu Tidak Mempunyai Keturunan

June 11th, 2012 by Abu Muawiah

Al-Hasan Radhiallahu anhu Tidak Mempunyai Keturunan[1]

Di antara ucapan mereka adalah bahwa Al-Hasan bin Ali tidak mempunyai penerus keturunan, bahwa keturunan beliau sudah tidak ada, dan bahwa tidak ada seorang pun dari penerus keturunannya yang laki-laki.

Ucapan ini tersebar di kalangan mereka dan mereka bersepakat di atasnya sehingga tidak perlu untuk dibuktikan, demikian komentar mereka. Di antara mereka ada yang mengklaim bahwa … (tidak jelas maksudnya) semuanya sama seperti mereka. Mereka menggunakan ucapan ini untuk bisa sampai kepada tujuan mereka yaitu membatasi ke’imam’an hanya pada anak keturunan Al-Husain[2], dan di antara anak keturunannya adalah kedua belas imam itu. Dengannya mereka bertujuan untuk membatalkan ke’imam’an para ulama yang berdakwah dari kalangan anak keturunan Al-Hasan, bersamaan dengan keutamaan mereka, terpenuhinya syarat-syarat ke’imam’an pada mereka, orang-orang telah membaiat mereka, syahnya penisbatan keluarga mereka kepada Al-Hasan, dan tersebarnya ilmu mereka, dimana mereka semua telah mencapai derajat mujtahid mutlak. Maka semoga Allah membinasakan mereka atas kedustaan yang mereka ada-adakan tersebut.

Perhatikanlah mereka musuh-musuh ahlul bait yang mengganggu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan Fathimah, ketika mereka mengingkari nasab orang yang terbukti syah nasabnya secara pasti dari anak keturunan Al-Hasan radhiallahu anhu, dan kebenaran penisbatan keturunannya telah mutawatir[3] dan tidak tersembunyi dari setiap orang yang mempunyai ilmu dalam masalah ini. Dan sungguh Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menggolongkan perbuatan mencela nasab termasuk dari perbuatan-perbuatan jahiliah[4]. Dan telah datang dalam sebuah riwayat yang menunjukkan bahwa Imam Mahdi itu berasal dari anak keturunan Al-Hasan radhiallahu anhu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan selainnya[5]. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • anak keturunan hasan bin ali
  • apakah ada keturunan hasan dan husen

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 3 Comments »