Archive for May, 2012

Hukum Donor Darah

May 12th, 2012 by Arvan

Hukum Donor Darah

Tanya:
Bismillah, afwan ustadz ana mau tanya tentang hukum donor darah, bolehkah
Semoga AlLah senantiasa menjaga antum.
http://www.facebook.com/jeiypandaiberbisnis

Jawab:
Hukum mendonorkan darah adalah boleh dengan syarat dia tidak boleh menjual darahnya, karena Rasulullah -Shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Ibnu Abbas -radhiyallahu anhuma-:
إِنَّ اللهَ إِذَا حَرَّمَ عَلَى قَوْمٍ أَكْلَ شَيْءٍ, حَرَّمَ عَلَيْهِمْ ثَمَنَهُ
“Sesungguhnya jika Allah mengharamkan sebuah kaum untuk memakan sesuatu maka Allah akan haramkan harganya.”

Sedangkan darah termasuk dari hal-hal yang dilarang untuk memakannya, sehingga harganya pun (baca: diperjual belikan) diharamkan.
Adapun jika yang membutuhkan darah memberikan kepadanya sesuatu sebagai balas jasanya, maka boleh bagi sang pendonor untuk mengambilnya, tapi dengan syarat, dia tidak memintanya sebelum dan sesudah donor, tidak mempersyaratkannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara jelas maupun dengan isyarat, baik secara zhohir maupun batin. Kapan dia melaksanakan salah satu dari perkara-perkara di atas, maka haram baginya untuk menerima pemberian dari orang tersebut.

Adapun orang yang membutuhkan darah, sementara dia tidak mendapatkan darah yang gratis, maka boleh baginya membeli darah dari orang lain –karena darurat-, sedangkan dosanya ditanggung oleh yang menjualnya. Wallahu A’lam.
Ini adalah rincian dari Asy-Syaikh Abdurrahman bin Mar’i Al-Adani sebagaimana dalam Syarhul Buyu’ min Kitab Ad-Durori hal. 14. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 2 Comments »

Group FB: Tafsir Qur`an Online Akhwat

May 10th, 2012 by Arvan

Group FB: Tafsir Qur`an Online Akhwat

Anda seorang muslimah?
Punya semangat untuk menuntut ilmu agama?
Punya koneksi internet?
Punya akun FB?
Punya waktu di sabtu sore?
Jika ya, berarti andalah yang kami cari
(kayak iklan lowongan kerja aja)

Lanjut,
Jika anda memenuhi kriteria di atas, ayo segera bergabung ke grup Bedah Al-Qur`an Online Akhwat.
Kajian diadakan secara live dengan metode kuliah jarak jauh, menggunakan fasilitas WizIQ. Bagi yang sudah punya akun WizIQ, alhamdulillah. Bagi yang belum, bisa kontak admin untuk bantuan.

Adapun rincian infonya:
Kitab: Mukhtashar Tafsir Ibnu Katsir
Pemateri: Abu Muawiah Al-Makassari
Waktu: Live tiap sabtu sore, 15.30 WIB dan siaran ulang ahad esoknya

Alhamdulillah kajian sudah berjalan dua kali pertemuan dan sudah diakuti oleh 20-an akhwat peserta.
Tunggu apa lagi, bagi ibu-ibu dan saudari-saudari yang punya waktu luang, ayo silakan bergabung.

Punya koneksi internet?
Punya akun FB?
Punya waktu di sabtu sore?

Category: Info Kegiatan | 3 Comments »

Dengar Taklim Online via Blackberry

May 8th, 2012 by Arvan

Dengar Taklim Online via Blackberry

Alhamdulillah saat ini Taklim Online Radio Streaming bisa di dengar via BlackBerry melalui applikasi Nux Radio.

Cara mendengar melalui BlackBerry:

1. Download App Nux Radio melalui Appworld

2. Masuk ke Apps Nux Radio lalu pilih Daftar Radio > Jawa Barat > Taklim Online Radio

3. Masukan ke Favorite agar Mudah nanti menggunakan kembali.

 

* Bagi yang Balckberry nya tidak support NuxRadio:

Bisa langsung menggunakan cara ini: Buka Browser Bawaan BB lalu masukan alamat berikut: http://119.110.87.66:7010/ , lalu akan ada permintaan konfirmasi, pilih buka.

Barokallohufiikum.

Category: Info Kegiatan | 1 Comment »

Tafsir Al-Isti’adzah

May 6th, 2012 by Arvan

Tafsir Al-Isti’adzah

Definisi Isti’adzah.

Secara etimologi dia adalah masdhar dari kata اِسْتَعاذَ  –  يَسْتَعِيْذُ  –  اِسْتِعاذًا  yang bermakna permintaan perlindungan dan penjagaan dari sesuatu yang dibenci[1].

Sementara secara terminology, isti’adzah ada empat bentuk:

Isti’adzah ada 4 macam[2]:

  • Isti’adzah kepada Allah Ta’ala.

Yaitu isti’adzah yang mengandung kesempurnaan rasa butuh kepada Allah, bersandar kepada-Nya, serta meyakini penjagaan dan kesempurnaan pemeliharaan Allah Ta’ala dari segala sesuatu, baik di zaman sekarang maupun di zaman yang akan datang, baik pada perkara yang kecil maupun yang besar, baik yang berasal dari manusia maupun selainnya.

Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Falaq dan surah An-Naas, dari awal sampai akhir.

  • Isti’adzah dengan salah satu dari sifat-sifat Allah Ta’ala, seperti sifat kalam-Nya, keagungan-Nya, keagungan-Nya, kemuliaan-Nya, dan semacamnya.

Dalilnya sangat banyak, di antaranya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa-apa yang Dia ciptakan.[3]

Juga sabda beliau:

أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ

“Aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu, dan berlindung dengan ampunan-Mu dari hukuman-Mu.” (HR. Muslim no. 751)

  • Isti’adzah kepada orang mati atau orang yang masih hidup tetapi tidak ada di tempat dan tidak mampu melindungi.

Ini adalah kesyirikan. Di antara bentuknya adalah seperti pada firman Allah Ta’ala:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS. Al-Jin: 6).

  • Isti’adzah dengan apa-apa yang memungkinkan untuk dijadikan perlindungan, baik berupa manusia, atau tempat-tempat, atau selainnya.

Isti’adzah jenis ini dibolehkan, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau menyebutkan tentang fitnah:

وَمَنْ يُشْرِفْ لَهَا تَسْتَشْرِفْهُ وَمَنْ وَجَدَ مَلْجَأً أَوْ مَعَاذًا فَلْيَعُذْ بِهِ

“Dan siapa yang ingin melihat fitnah itu, maka fitnah itu akan mengintainya. Siapa yang menemukan tempat pertahanan atau tempat perlindungan, hendaklah dia berlindung padanya.” (HR. Al-Bukhari no. 3334 dan Muslim no. 5137)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memperjelas makna ‘tempat pertahanan atau tempat perlindungan’ ini dengan sabdanya, “Barangsiapa yang memiliki unta maka hendaknya dia menggunakan untanya (sebagai tempat berlindung).”

Hanya saja, jika seseorang meminta perlindungan dari kejelekan orang yang zhalim, maka dia wajib untuk dilindungi sekuat tenaga. Namun jika dia meminta perlindungan agar bisa melakukan sesuatu yang dilarang atau lari dari kewajiban, maka haram untuk melindunginya.

Dari keempat jenis isti’adzah di atas, yang kita maksudkan dalam pembahasan ini tentunya adalah isti’adzah bentuk yang kedua dan yang ketiga, yaitu permintaan perlindungan kepada Allah Ta’ala semua perkara yang dibenci. Read the rest of this entry »

Category: Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Taqiyyah

May 4th, 2012 by Arvan

Taqiyyah[1]

Di antara kesesatan mereka adalah: Mereka mewajibkan taqiyyah. Mereka meriwayatkan dari Ash-Shadiq radhiallahu anhu bahwa dia berkata, “Taqiyyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku.[2]” Padahal tidak mungkin beliau mengucapkan ucapan seperti ini. Dan sebagian dari mereka ada yang menafsirkan firman Allah Ta’ala:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu” (QS. Al-Hujurat: 13)

Maksudnya: Siapa di antara kalian yang paling banyak taqiyyahnya dan yang paling takut kepada orang-orang. Padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, “Barangsiapa yang menafsirkan Al-Qur`an dengan pendapatnya maka sungguh dia telah kafir.[3]

Para ulama mereka telah menukil dari salah orang yang terpercaya di antara mereka bahwa dia berkata, “Ja’far Ash-Shadiq radhiallahu anhu pernah tidur pada suatu malam bersama kami di tempat ‘menyendiri’ khusus miliknya, dan tidak ada seorangpun yang bersama beliau pada malam itu kecuali orang-orang yang sudah tidak kami ragukan akan syi’ah (pertolongan) nya. Lalu beliau bangun untuk shalat tahajjud, beliau berwudhu seraya mengusap kedua telinga beliau dan mencuci kaki beliau. Lalu beliau shalat dengan bersujudkan hamparan yang kusut dengan menyimpul kedua tangannya. Kami mengatakan, “Mungin kebenaran adalah ini,” sampai kami mendengar suara teriakan. Lalu kami melihat seorang lelaki yang merebahkan dirinya pada kedua kaki beliau seraya menciumi keduanya sambil menangis dan meminta maaf. Maka dia ditanya tentang keadaannya, dan dia menjawab, “Khalifah dan anggota pemerintahannya meragukan anda, dan saya dahulu termasuk anggota mereka. Maka saya pun berjanji untuk mencari tahu mazhab anda. Saya menunggu kesempatan beberapa lama hingga akhirnya saya berhasil untuk memasuki rumah anda malam ini, saya bersembunyi sehingga tidak ada seorang pun yang tahu saya di sini. Maka alhamdulillah yang telah menghilangkan keraguan dariku, memberikan kepadaku keyakinan yang baik tentangmu wahai anak putri Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan Dia tidak membiarkan saya di atas prasangka buruk terhadapmu.” Asy-Syaikh berkata, “Maka kita meyakini kalau Allah tidak menyembunyikan apa pun dari Al-Ma’shum (Ash-Shadiq, pent.), dan kita meyakini kalau ini merupakan taqiyyah dari beliau.” Selesai Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah, Syubhat & Jawabannya | 2 Comments »

Laporan Donasi April 2012

May 2nd, 2012 by Arvan

Laporan Donasi April 2012

Alhamdulillahi Rabbil alamin. Berikut laporan donasi dakwah Al-Atsariyyah bulan April 2012:

Donatur/Kegiatan Debet Kredit Saldo
Hamba Allah 250.000 250.000
Fajar 30.000 280.000
Abu Sa’ad 50.000 330.000
Danny Adriansyah 50.000 380.000
Zaky K 10.000 390.000
Internet First Media 80.000 310.000
Maintenance 100.000 210.000

Kami mengucapkan jazakumullahu khairan kepada setiap donatur, semoga Allah Ta’ala membalasnya dengan balasan yang lebih baik dan menjadikan semuanya sebagai harta perbendaharaan kita pada hari kiamat kelak. Allahumman Amin.

Dan bagi kaum muslimin yang ingin turut serta dalam program donasi ini, silakan membaca proposal kegiatannya di sini: Proposal Donasi Dakwah.

Category: Info Kegiatan | No Comments »

Syiah Mewajibkan Mencela Para Sahabat

May 2nd, 2012 by Arvan

Syiah Mewajibkan Mencela Para Sahabat

Di antara aqidah Syiah Rafidhah adalah mereka mewajibkan untuk mencela para sahabat, terlebih ketiga khalifah[1] (pertama) -na’udzu billah-. Mereka meriwayatkan dalam kitab-kitab rujukan mereka dari seorang lelaki pengikut Hisyam Al-Ahwal dia berkata, “Pada suatu hari saya pernah berada di sisi Abu Abdillah Ja’far bin Muhammad. Lalu beliau didatangi oleh seorang lelaki dari syiah (penolong) beliau yang berprofesi sebagai tukang jahit seraya membawa dua baju di tangannya. Lalu dia berkata, “Wahai anak (keturunan) Rasulullah, saya menjahit salah satu dari kedua baju ini, dimana setiap tusukan jarum saya (berzikir) mengesakan Allah Yang Maha Besar. Sementara baju yang lainnya saya jahit dimana setiap tusukan jarum saya melaknat orang yang paling dijauhkan yaitu Abu Bakar dan Umar. Kemudian saya bernazar untuk anda bahwa mana saja dari kedua baju ini yang anda senangi maka anda boleh memilikinya. Maka yang mana yang anda senangi silakan anda mengambilnya dan mana yang anda tidak senangi maka tolaklah.” Maka Ash-Shadiq berkata, “Saya menyenangi baju yang dikerjakan sambil melaknat Abu Bakar dan Umar. Dan saya kembalikan kepadamu baju yang dijahit sambil bertakbir kepada Allah Yang Maha Besar.

Maka perhatikanlah mereka, para pendusta lagi fasik ini, bagaimana mereka menisbatkan kebusukan kepada ahli bait -padahal mereka (ahli bait) sama sekali tidak mungkin mengucapkannya-. Allah Ta’ala berfirman:

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.” (QS. Al-Baqarah: 143)

Jika para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam saja bukan umat pilihan, maka apa lagi dengan selain mereka

Allah Ta’ala berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.” (QS. Ali Imran: 110)

Jika para sahabat beliau bukan termasuk umat yang terbaik, maka apa lagi dengan selain mereka.

Allah berfirman:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah: 100)

Dan siapa saja yang mencela orang yang Allah telah ridhai, maka sungguh dia telah memerangi Allah dan Rasul-Nya. Read the rest of this entry »

Category: Mengenal Syi'ah Rafidhah | 1 Comment »