Archive for January, 2012

Kumpulan Fatawa Audio 2

January 9th, 2012 by Arvan

Kumpulan Fatawa Audio 2

Berikut udate terbaru fatawa audio yang ada dalam blog taklimonline.com. Dan insya Allah akan terus kami upload fatawa yang baru setiap pekannya:

Apakah Mimisan dan Keluar Darah Membatalkan Wudhu?

Syarat Naik Haji

Hukum Haji Sementara Masih Punya Hutang

Hukum Meminjam Uang Untuk Naik Haji

Untuk langsung mendownload, silakan menuju ke halaman berikut: http://taklimonline.com/download-fatawa-audio

Category: Daftar Fatawa Audio | No Comments »

Telah Terbit Ezine Islami Penuntut Ilmu Edisi 6

January 7th, 2012 by Arvan

Telah Terbit Ezine Islami Penuntut Ilmu Edisi 6

Alhamdulillah, di awal tahun 2012 ini, Ezine Islami Penuntut Ilmu (yang dulunya bernama Al-Atsariyyah) kembali terbit, dan bulan ini sudah memasuki edisi ke-6. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan ilmu, kesehatan, dan waktu luang kepada kami agar bisa komitmen dalam amalan yang insya Allah bermanfaat ini.

Adapun materi Ezine kali ini adalah:
1. Al-Qawa’id Al-Arba’.
Membahas kaidah keempat yaitu bahwa kaum musyrikin di zaman ini lebih parah kesyirikannya dibandingkan kaum musyrikin jahiliah Quraisy. Dan dengan ini pula, penjelasan terhadap kitab Al-Qawa’id Al-Arba’ sudah sampai di akhirnya. Dan insya Allah pada edisi ke-7 nanti kita akan mulai menjelaskan kitab yang baru dalam masalah tauhid uluhiah. Penasaran apa kitabnya> Tunggu saja bulan depan insya Allah.

2. Nahwu Dasar.
Kali ini kita sudah memasuki fase ‘serius’ dalam ilmu nahwu. Karenanya, bagi yang belum menguasai materi-materi yang ada pada edisi sebelumnya, maka kami belum menyarankan untuk membaca rubrik nahwu kali ini. Karena semua materi sebelumnya sangat dibutuhkan dalam memahami materi kali ini. Yang dibahas pada edisi ini adalah tentang I’rab beserta pembagian dan contoh-contoh penerapannya. Dan siapa saja yang sudah pernah mempelajari nahwu, dia pasti telah mengetahui kalau bab i’rab ini bisa dikatakan sebagai intinya ilmu nahwu.

3. Musthalah Hadits.
Alhamdulillah sekarang sudah berada pada bait syair ke-8 sampai ke-11, yang berisi penjelasan mengenai hadits: Musnad, muttashil, dan musalsal beserta pembagian dan contoh-contohnya.

4. Fiqhi.
Telah sampai pada hadits ke-6 dan ke-7. Yaitu hukum bersuci bersama antara lelaki dan wanita yang semahram dari satu bejana serta hukum lelaki bersuci dengan air bekas digunakan bersuci oleh wanita dan demikian pula sebaliknya. Apakah betul bersucinya tidak syah jika dilakukan?

5. Ushul Fiqhi.
Pembahasannya mengenai Al-Qur`an beserta sisi yang butuh dibahas tentangnya seputar keberadaannya sebagai sumber hukum Islam yang paling utama. Mengenai pendalilannya, jenis-jenis hukumnya, sifat-sifat penjelasannya. Termasuk di dalamnya masalah: Apakah di dalam Al-Qur`an terdapat kata yang bukan bahasa Arab?

6. Al-Qawa’id Al-Fiqhiah
Kaidah al-masyaqqah tajlibu at-taysir (kesulitan mendatangkan kemudahan). Yakni bahwa kesulitan merupakan sebab datangnya kemudahan dari Allah Ta’ala. Pada bab ini akan dibahas lengkap mengenai rukhshah (keringanan) dalam syariat, apa batasan kesulitan yang boleh diberikan rukhshah, bentuk-bentuk rukhshah, sebab-sebab datangnya rukhshah, dan selainnya. Dan juga pembahasan mengenai apa hukum mengamalkan rukhshah? Wajib, sunnah, mubah, atau makruh?

7. Aqidah ahlissunnah.
Masih dalam syarh risalah Ashlu As-Sunnah karya Ibnu Abi Hatim rahimahullah. Kali ini pembahasannya mengenai sifat uluw (tinggi) dan istiwa` Allah di atas arsy. Juga ada tafsir firman Allah, “Dia bersama kalian dimanapun kalian berada,” serta bagaimana cara memadukannya dengan dalil-dalil yang menunjukkan Allah berada di atas langit.

Penasaran ingin membaca semua pembahasan di atas? Silakan baca preview materinya di: http://penuntutilmu.com/. Atau lihat cara berlangganannya di: http://penuntutilmu.com/cara-berlangganan/

Category: Info Kegiatan | No Comments »

Memberi Kemudahan Adalah Sifat Dasar Syariat Islam

January 5th, 2012 by Arvan

Memberi Kemudahan Adalah Sifat Dasar Syariat Islam

Ada banyak dalil dari Al-Qur`an dan as-sunnah yang menunjukkan hal ini. Di antaranya firman Allah Ta’ala:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Juga pada firman Allah Ta’ala:
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu.” (QS. An-Nisa`: 28)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj: 78)

Adapun dari as-sunnah, maka ada beberapa hadits yang menjelaskan tentangnya, di antaranya:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit).” (HR. Al-Bukhari no. 38)
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu secara marfu’:
بُعِثْتُ بِالْحَنِيفِيَّةِ السَّمْحَةِ
“Aku diutus dengan membawa agama yang bertauhid lagi mudah.” (HR. Ahmad: 5/266 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 2924)
Dari Abu Qatadah dari seorang Badui yang mendengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ
“Sebaik-baik perkara agama kalian adalah yang paling mudah urusannya, sungguh sebaik-baik perkara dien kalian adalah yang paling mudah urusannya.” (HR. Ahmad: 3/852 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 124) Read the rest of this entry »

Category: Tanpa Kategori | No Comments »

Kumpulan Fatawa Audio 1

January 3rd, 2012 by Arvan

Kumpulan Fatawa Audio 1

Berikut daftar sementara fatawa audio yang ada dalam blog taklimonline.com. Dan insya Allah akan terus kami upload fatawa yang baru setiap pekannya:

Hukum berwudhu dalam wc

Jumlah asmaul husna

Cara mengobati was-was

Bersumpah dengan nama nabi

Hukum menabung di bank

Riya dan pengobatannya

Shalat dalam masjid di depannya ada kubur

Untuk langsung mendownload, silakan menuju ke halaman berikut: http://taklimonline.com/download-fatawa-audio

Category: Daftar Fatawa Audio, Fatawa | No Comments »

Hukum Mengubur Mayat Dengan Peti Mati

January 1st, 2012 by Arvan

Hukum Mengubur Mayat Dengan Peti Mati

Tanya:
Assalaamualaikum wr. wb.
Mau nanya ni pak ustad.
Gimanakah hukumnya kalau menguburkan jenazah memakai kerenda yaitu kotak yg dibuat dari papan yang di ketam bersih. Dan tolong bersama dalilnya. Terimakasih sebelumnya. Wassalam.
Marin
marin_kurniawan@yahoo.com

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Mengenai hukum menguburkan jenazah bersama peti matinya, maka perlu dilihat alasan dilakukannya:
1. Jika itu dilakukan dalam rangka tasyabbuh (meniru) orang-orang kafir, maka hukumnya jelas tidak boleh berdasarkan dalil-dalil yang sangat banyak yang mengharamkan tasyabbuh kepada orang kafir.
2. Jika itu dilakukan karena ada keadaan darurat yang mengharuskan, misalnya tanahnya lembek sehingga susah menguburkan mayat di dalamnya atau dikhawatirkan akan digali oleh binatang buas atau udzur lain yang mengharuskan. Maka jika demikian keadaannya, maka sebagian ulama membolehkannya.
3. Jika itu dilakukan bukan dengan niat tasyabbuh kepada orang kafir dan juga bukan dalam keadaan darurat seperti pada keadaan kedua di atas, maka para ulama menyatakannya sebagai amalan yang bid’ah dikarenakan menguburkan dengan peti mati bukanlah metode penguburan Islami. Karenanya tidak ada satupun riwayat yang menyebutkan adanya penguburan mayit beserta peti matinya pada zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, padahal hal itu memungkinkan untuk dikerjakan.

Catatan:
1. Ketiga hukum di atas berlaku untuk mayit lelaki dan wanita tanpa ada perbedaan.
2. Jika mayit sebelum dia meninggal berwasiat untuk dikuburkan dalam peti mati, maka wasiatnya tidak boleh ditunaikan, kecuali jika keadaannya sesuai dengan keadaan kedua di atas.

Demikian rangkuman dari ucapan-ucapan para ulama dalam permasalahan ini, wallahu A’lam bishshawab.

[Sumber: Al-Mughni: 2/379, Al-Inshaf: 4/340, Mughni Al-Muhtaj: 4/343, dan Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah no. 1705, 3913, 4731]

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 2 Comments »