Archive for October, 2011

Penerimaan Santri Baru

October 11th, 2011 by Arvan

Penerimaan Santri Baru
Al-Madrasah Al-Atsariyah
1.        Pendahuluan
Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam tercurah bagi junjungan kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.  Wa ba’du,
Setelah menginjak 3 (tiga) tahun pembelajaran, al-Madrasah al-Atsariyah – BEKASI kembali membuka kesempatan bagi para thalib al-ilmi untuk mengkaji dasar-dasar ilmu Islam, baik itu yang bersifat teoritis (ilmu-ilmu alat) maupun terapan.
Sebagaimana halnya tahun-tahun sebelumnya, tidak banyak yang berbeda pada Program Pembelajaran di al-Madrasah al-Atsariyah, dengan program 2 (dua) tahun, dengan 2 Mustawa, masing-masing jenjang akan ditempuh selama 1 tahun.
Pada jenjang Mustawa I : Titik berat pada penguasaan dasar-dasar bahasa Arab dan Aqidah Islamiyah, sehingga akan memudahkan thalib al-ilmi yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Sedangkan pada Mustawa II: Program Pembelajaran lebih terfokus pada penguasaan ilmu-ilmu alat dan pemantapan ilmu-ilmu terapan, semisal Aqidah Islamiyah dan Fiqh Islam. Read the rest of this entry »

Category: Info Kegiatan | 3 Comments »

Menukil Kebenaran Dari Selain Ahlussunnah

October 9th, 2011 by Arvan

Menukil Kebenaran Dari Selain Ahlussunnah

Copas (copy-paste) artikel atau link (dari blog lain) dalam dunia bloging sudah merupakan hal yang lumrah dan merupakan salah satu cara para bloger untuk mengisi content blog mereka. Dan sudah diketahui bersama bahwa ketika sebuah blog menukil artikel atau link dari blog lain, maka itu sama sekali tidak menunjukkan kalau kedua blog tersebut mempunyai koneksi atau hubungan atau kerjasama yang lebih khusus. Dan ini insya Allah yang dipahami oleh para bloger dan para pembaca blog. Hal itu karena terkadang seorang bloger menukil artikel dari blog lain dikarenakan dia setuju dengan isi artikel tersebut dan dia tidak bisa menulis sendiri atau dia tidak mempunyai referensi yang lengkap sebagaimana artikel yang akan dia nukil tersebut. Karenanya kita tidak bisa memastikan dua blog atau lebih itu mempunyai hubungan ‘khusus’ hanya berdasarkan salah satunya menukil artikel atau link dari blog yang lainnya.

Ini jika artikel yang dinukil adalah dalam masalah keduniaan, insya Allah bisa dipahami. Hanya saja permasalahan itu muncul jika artikel yang dinukil itu berkenaan dengan agama, dimana sebagian orang yang tidak jelas lagi jahil serta merta menghukumi dua blog atau lebih itu mempunyai koneksi dan hubungan ‘khusus’ hanya karena salah satunya menukil artikel keagamaan dari yang lainnya. Padahal alasan bloger yang menukil dari blog lain biasanya juga sama seperti alasan penukilan artikel keduniaan di atas. Yakni: Karena bloger tersebut memandang isi artikel itu adalah kebenaran dan dia tidak mempunyai waktu untuk menulis seperti itu ataukah dia tidak mempunyai referensi yang dimiliki oleh artikel yang akan dinukil tersebut. Wallahul Musta’an. Dan tentunya, sudah menjadi etika dalam dunia bloging secara umum dan copas secara khusus, bahwa blog yang menukil haruslah menyertakan link asal artikel, sebagai bentuk amanat ilmiah darinya.

Demikian gambaran permasalahannya secara umum. Adapun secara khusus, masalahnya adalah: Ketika sebuah blog ahlussunnah menukil atau copas dari blog selain ahlussunnah, apakah langsung divonis jika kedua blog ini mempunyai koneksi dan hubungan ‘khusus’? Read the rest of this entry »

Category: Manhaj | 48 Comments »

Kisah 4 Bayi Yang Berbicara

October 7th, 2011 by Arvan

Kisah 4 Bayi Yang Berbicara

Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustadz yang ingin tanya tentang kisah bayi yang dapat berbicara selain Nabi Isa Alaihissalam, saya ingin tahu seperti apa kisahnya dan bagaimana dengan tingkat keshahihan hadits tersebut.
Jazakallahu khairan.

Dedy
[dysar06@yahoo.co.id]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Sepanjang pengetahuan kami, ada 4 bayi yang tersebut dalam hadits bisa berbicara, yaitu:
1. Isa bin Maryam alaihissalam.
2. Bayi dalam kisah Juraij si ahli ibadah.
3. Bayi yang sedang menyusu kepada ibunya.
4. Bayi yang akan dilempar ke dalam api.

Adapun 3 bayi yang pertama, tersebut dalam hadits Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:
لَمْ يَتَكَلَّمْ فِي الْمَهْدِ إِلَّا ثَلَاثَةٌ: عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ
وَصَاحِبُ جُرَيْجٍ وَكَانَ جُرَيْجٌ رَجُلًا عَابِدًا فَاتَّخَذَ صَوْمَعَةً فَكَانَ فِيهَا فَأَتَتْهُ أُمُّهُ وَهُوَ يُصَلِّي فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ فَقَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَأَقْبَلَ عَلَى صَلَاتِهِ فَانْصَرَفَتْ فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْغَدِ أَتَتْهُ وَهُوَ يُصَلِّي فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ فَقَالَ يَا رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَأَقْبَلَ عَلَى صَلَاتِهِ فَانْصَرَفَتْ فَلَمَّا كَانَ مِنْ الْغَدِ أَتَتْهُ وَهُوَ يُصَلِّي فَقَالَتْ يَا جُرَيْجُ فَقَالَ أَيْ رَبِّ أُمِّي وَصَلَاتِي فَأَقْبَلَ عَلَى صَلَاتِهِ فَقَالَتْ اللَّهُمَّ لَا تُمِتْهُ حَتَّى يَنْظُرَ إِلَى وُجُوهِ الْمُومِسَاتِ فَتَذَاكَرَ بَنُو إِسْرَائِيلَ جُرَيْجًا وَعِبَادَتَهُ وَكَانَتْ امْرَأَةٌ بَغِيٌّ يُتَمَثَّلُ بِحُسْنِهَا فَقَالَتْ إِنْ شِئْتُمْ لَأَفْتِنَنَّهُ لَكُمْ قَالَ فَتَعَرَّضَتْ لَهُ فَلَمْ يَلْتَفِتْ إِلَيْهَا فَأَتَتْ رَاعِيًا كَانَ يَأْوِي إِلَى صَوْمَعَتِهِ فَأَمْكَنَتْهُ مِنْ نَفْسِهَا فَوَقَعَ عَلَيْهَا فَحَمَلَتْ فَلَمَّا وَلَدَتْ قَالَتْ هُوَ مِنْ جُرَيْجٍ فَأَتَوْهُ فَاسْتَنْزَلُوهُ وَهَدَمُوا صَوْمَعَتَهُ وَجَعَلُوا يَضْرِبُونَهُ فَقَالَ مَا شَأْنُكُمْ قَالُوا زَنَيْتَ بِهَذِهِ الْبَغِيِّ فَوَلَدَتْ مِنْكَ فَقَالَ أَيْنَ الصَّبِيُّ فَجَاءُوا بِهِ فَقَالَ دَعُونِي حَتَّى أُصَلِّيَ فَصَلَّى فَلَمَّا انْصَرَفَ أَتَى الصَّبِيَّ فَطَعَنَ فِي بَطْنِهِ وَقَالَ يَا غُلَامُ مَنْ أَبُوكَ قَالَ فُلَانٌ الرَّاعِي قَالَ فَأَقْبَلُوا عَلَى جُرَيْجٍ يُقَبِّلُونَهُ وَيَتَمَسَّحُونَ بِهِ وَقَالُوا نَبْنِي لَكَ صَوْمَعَتَكَ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ لَا أَعِيدُوهَا مِنْ طِينٍ كَمَا كَانَتْ فَفَعَلُوا
وَبَيْنَا صَبِيٌّ يَرْضَعُ مِنْ أُمِّهِ فَمَرَّ رَجُلٌ رَاكِبٌ عَلَى دَابَّةٍ فَارِهَةٍ وَشَارَةٍ حَسَنَةٍ فَقَالَتْ أُمُّهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ ابْنِي مِثْلَ هَذَا فَتَرَكَ الثَّدْيَ وَأَقْبَلَ إِلَيْهِ فَنَظَرَ إِلَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى ثَدْيِهِ فَجَعَلَ يَرْتَضِعُ قَالَ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَحْكِي ارْتِضَاعَهُ بِإِصْبَعِهِ السَّبَّابَةِ فِي فَمِهِ فَجَعَلَ يَمُصُّهَا قَالَ وَمَرُّوا بِجَارِيَةٍ وَهُمْ يَضْرِبُونَهَا وَيَقُولُونَ زَنَيْتِ سَرَقْتِ وَهِيَ تَقُولُ حَسْبِيَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَقَالَتْ أُمُّهُ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ ابْنِي مِثْلَهَا فَتَرَكَ الرَّضَاعَ وَنَظَرَ إِلَيْهَا فَقَالَ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا فَهُنَاكَ تَرَاجَعَا الْحَدِيثَ فَقَالَتْ حَلْقَى مَرَّ رَجُلٌ حَسَنُ الْهَيْئَةِ فَقُلْتُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ ابْنِي مِثْلَهُ فَقُلْتَ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ وَمَرُّوا بِهَذِهِ الْأَمَةِ وَهُمْ يَضْرِبُونَهَا وَيَقُولُونَ زَنَيْتِ سَرَقْتِ فَقُلْتُ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ ابْنِي مِثْلَهَا فَقُلْتَ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا قَالَ إِنَّ ذَاكَ الرَّجُلَ كَانَ جَبَّارًا فَقُلْتُ اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْنِي مِثْلَهُ وَإِنَّ هَذِهِ يَقُولُونَ لَهَا زَنَيْتِ وَلَمْ تَزْنِ وَسَرَقْتِ وَلَمْ تَسْرِقْ فَقُلْتُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِثْلَهَا
“Tidak ada bayi yang dapat berbicara ketika masih berada dalam buaian kecuali tiga bayi: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • kisah 4 bayi yang bisa bicara
  • kisah bayi bcara sesuai hadits shahih

Category: Jawaban Pertanyaan, Seputar Anak | 6 Comments »

Kenapa Pertanyaan Saya Dihapus Atau Tidak Dijawab?

October 5th, 2011 by Arvan

Kenapa Pertanyaan Saya Dihapus/Tidak Dijawab?

Sebelumnya kami informasikan bahwa karena keterbatasan ilmu dan waktu kami, maka kami hanya bisa menjawab pertanyaan hanya sekali sepekan, yaitu pada hari sabtu atau ahad. Hanya saja terkadang jika ada waktu maka kami bisa saja langsung menjawab pertanyaan yang masuk, dan terkadang kami menjawab pertanyaan 2 pekan setelah masuknya pertanyaan karena banyaknya kesibukan.

Kemudian setelah itu, di sini kami menjawab semua keluhan pengunjung mengenai pertanyaan yang belum terjawab. Maka kami katakan:
Sebelum menginput pertanyaan, silakan baca dulu ketentuan berikut:
1. Sebelum menginput pertanyaan, silakan mencari dahulu artikel yang berkaitan dengan pertanyaan yang akan diinput.

2. Cara mencari artikel yang terkait dengan pertanyaan anda adalah: Masuk ke halaman ‘Daftar Isi’ lalu tekan tombol ‘ctrl F’ maka di kiri bawah akan muncul bar untuk mencari kata. Silakan input kata yang berkenaan dengan pertanyaan anda di bagian kiri bawah, lalu tekan ‘enter’.

3. Jika ada artikel yang berkenaan dengannya maka silakan baca terlebih dahulu artikel tersebut dengan baik beserta komentar-komentar yang ada di bawahnya. Karena bisa saja pertanyaan anda itu sudah dijawab dalam artikel atau dalam komentar salah seorang pengunjung. Sehingga anda tidak perlu menginput pertanyaan.

4. Jika memang jawaban pertanyaan anda tidak ada dalam artikel atau komentar namun masih berkenaan dengan artikel tersebut, maka silakan masukkan pertanyaannya anda pada bagian komentar dan tidak perlu menginput pertanyaan pada halaman ‘Kirim Pertanyaan’.

5. Jika memang tidak ada artikel yang berkenaan dengannya maka silakan anda input pertanyaannya pada halaman ‘Kirim Pertanyaan’.

Inilah ketentuan yang butuh diperhatikan oleh setiap pengunjung. Karenanya, semua pertanyaan yang tidak mengikuti ketentuan di atas maka akan langsung kami hapus, jadi harap maklum. Hal ini kami lakukan agar pertanyaan yang berulang atau yang sudah dijawab tidak menumpuk dan juga untuk memberi kesempatan kepada yang lainnya untuk bertanya.

Kalau memang menurut anda pertanyaan anda sudah sejalan dengan aturan di atas, tapi belum juga ada jawabannya, maka kami harapkan anda menunggu selama sepekan atau kadang-kadang sampai 2 pekan (jika kami ada kesibukan, tapi ini insya Allah jarang). Dan jika setelah itu pertanyaan anda belum juga dijawab, maka berarti kami belum mengetahui jawabannya, karena bagaimanapun juga ilmu kami sangat terbatas. Hanya saja pertanyaan anda itu akan kami simpan  untuk dibahas terlebih dahulu. Dan jika kami sudah mengetahui jawabannya, maka insya Allah akan diposting melalui kategori ‘Jawaban Pertanyaan’.

Demikian ketentuan yang kami sampaikan, jazakumullahu khairan atas perhatian dan dukungannya.

Category: Info Kegiatan | 3 Comments »

Hukum Terapi Sengat Lebah dan Sedot Lintah

October 5th, 2011 by Arvan

Hukum Terapi Sengat Lebah dan Sedot Lintah

Tanya:
assalamualaikum wr wb.
afwan ust. ana mau bertanya
1. hukum berobat dgn sengat lebah (madu)
2. huhum berobat dgn sedot lintah
abu aisyah
[edoysuredoy@yahoo.com]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Adapun hukum terapi sengat lebah, maka berikut jawaban dari Ust. Abu Zakariya Al-Makassari:
Bismillah, terapi pada dasarnya adalah salah satu upaya/proses mendapatkan kesembuhan. Dan hakikatnya bukanlah satu-satunya proses penyembuhan. Karena itulah, jikalau terapi tersebut mengantarkan seseorang kepada suatu yang terlarang dalam syara’ dan dengan sebab suatu yang terlarang oleh syara’, terapi tersebut sepatutnya dialihkan kepada terapi lainnya yang -setidaknya- mubah/diperbolehkan.
Termasuk juga yang ditanyakan pada soal ini. Imam Ahmad meriwayatkan dari hadits Ibnu Abbas menyebutkan, “Bahwa Rasulullah Sholalloohu ‘Allaihi Wassalam melarang membunuh semut, lebah, burung hud-hud dan burung shard.”
Dan penyebutannya secara mutlak, yaitu dengan cara apapun yang menyebabkan hewan-hewan diatas terbunuh. Dikecualikan dalam hal ini, jikalau hewan tersebut terbunuh bukan karena maksud untuk membunuhnya (hukum taba’iyah), dan juga jikalau hewan tersebut secara tabi’at mengganggu atau menyakiti maka diperbolehkan membunuhnya untuk menghalau gangguan hewan tersebut. Wallahu a’lam bish-shawab. Read the rest of this entry »

Category: Jawaban Pertanyaan | 2 Comments »

Perceraian, Halal Tapi Dibenci

October 3rd, 2011 by Arvan

Perceraian, Halal Tapi Dibenci

Imam At-Tirmizi rahimahullah berkata (1863): Katsir bin ‘Ubaid telah menceritakan kepada kami (dia berkata): Muhammad bin Khalid telah menceritakan kepada kami dari Mu’arrif bin Washil dari Muharib bin Ditsar dari Ibnu Umar dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
أَبْغَضُ الْحَلَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى الطَّلَاقُ
“Perkara halal yang paling Allah benci adalah perceraian.”

Takhrij:
Ini adalah hadits yang lemah dengan dua sebab:
1.    Terjadinya idhthirab (kegoncangan) dalam sanadnya. Dimana terkadang hadits ini diriwayatkan dengan sanad di atas (Mu’arrif dari Muharib) dan terkadang diriwayatkan dengan sanad Mu’arrif dari Al-Wadhdhah dari Muharib, yaitu dengan tambahan Al-Wadhdhah di antara Mu’arrif dan Muharib.
2.    Hadits ini juga diriwayatkan oleh Muhammad bin Khalid dan Isa bin Yunus dari Ubaidillah bin Al-Walid Al-Wushafi dari Muharib dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara mursal. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah no. 2018 dan Ibnu Adi dalam Al-Kamil (1/236).
Dan riwayat mursal inilah yang lebih dikuatkan oleh Abu Hatim dengan ucapannya, “Yang benarnya adalah dari Muharib dari Nabi shallallahu alaihi wasallam secara mursal.” (Ilal Ibni Abi Hatim: 1/431) Read the rest of this entry »

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah | 25 Comments »

Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang

October 1st, 2011 by Arvan

Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang

Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini, yaitu hadits:
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
“Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”
Ucapan ini biasa didengar dari sebagian tamu padahal di dalam sanadnya terdapat kelemahan. Mereka (sebagian tamu) biasa mengatakan: Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.” Maksudnya mereka ini makan secara sederhana.
Makna hadits ini benar akan tetapi ada kelemahan di dalam sanadnya. [Sisi kelemahannya bisa dilihat dalam Zaad Al-Ma’ad dan Al-Bidayah karya Ibnu Katsir]. Amalan seperti ini baik untuk (tubuh) manusia, yaitu jika dia makan karena sudah lapar atau memang butuh untuk makan. Jika dia makan, maka dia tidak berlebihan dalam makan dan tidak sampai kenyang yang berlebih. Adapun jika kenyangnya tidak memudharatkan dirinya maka itu tidak mengapa. Orang-orang di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam dan zaman selainnya, mereka makan dan mereka kenyang. Hanya saja yang dikhawatirkan (mendatangkan mudharat) adalah kekenyangan yang berlebihan. Nabi shallallahu alaihi wasallam pada sebagian kesempatan pernah diundang untuk menghadiri walimah (resepsi pernikahan), beliau juga sering menjamu tamu dan menyuruh mereka makan, lalu merekapun makan sampai mereka kenyang. Kemudian setelah itu barulah beliau dan para sahabat yang tersisa ikut makan. Di zaman beliau shallallahu alaihi wasallam diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah Al-Anshari pernah mengundang Nabi shallallahu alaihi wasallam -pada hari Al-Ahzab yaitu hari perang Khandaq- untuk menyantap hidangan berupa hewan sembelihan yang kecil yang disantap bersama dengan sedikit gandum. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk memotong roti (gandum) dan daging tersebut, lalu beliau memanggil para sahabat sepuluh-sepuluh orang untuk makan. Maka merekapun makan sampai mereka kenyang kemudian mereka pergi, kemudian datang lagi 10 orang berikutnya, dan demikian seterusnya. Maka Allah memberkahi gandum dan daging tersebut, sehingga semua sahabat yang jumlahnya banyak waktu itu bisa makan seluruhnya, namun tetap saja masih banyak makanan yang tersisa sehingga mereka membaginya kepada tetangga-tetangga mereka. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • arti makan sebelum lapar berhenti sebelum kenyang
  • hadis berhenti makan

Category: Akhlak dan Adab, Ensiklopedia Hadits Lemah | 4 Comments »