Archive for September, 2011

Hukuman Bagi Pemerkosa

September 7th, 2011 by Arvan

Hukuman Bagi Pemerkosa

Tanya:
ust saya mau tanya, apa hukuman bagi pemerkosa menurut syariat? ketika seorang ingin divonis berzina, harus ada 4 saksi, sedangkan orang yang memperkosa itu jarang sekali yang menyaksikannya.kalau pun ada, tidak sampai 4 orang jumlahnya, lantas dalil apa yang bisa mengantarkan si pemerkosa agar bisa dihukum? dan sekali lagi apa hukumannya kalo terbukti? jazakallahu khairon.
dinan [dinanregana@yahoo.co.id]

Jawab:
Hukum Islam untuk kasus pemerkosaan ada dua:
Pertama: Pemerkosaan tanpa mengancam dengan menggunakan senjata.
Orang yang melakukan tindak pemerkosaan semacam ini dihukum sebagaimana hukuman orang yang berzina. Jika dia sudah menikah maka hukumannya berupa dirajam, dan jika belum menikah maka dia dihukum cambuk 100 kali serta diasingkan selama satu tahun. Sebagian ulama mewajibkan kepada pemerkosa untuk memberikan mahar bagi wanita korban pemerkosaan.
Imam Malik mengatakan, “Menurut pendapat kami, tentang orang yang memperkosa wanita, baik masih gadis maupun sudah menikah, jika wanita tersebut adalah wanita merdeka (bukan budak) maka pemerkosa wajib memberikan mahar kepada sang wanita. Sementara, jika wanita tersebut adalah budak maka dia wajib memberikan harta senilai kurang sedikit dari harga budak wanita tersebut. Adapun hukuman dalam masalah ini hanya diberikan kepada pemerkosa, sedangkan wanita yang diperkosa tidak mendapatkan hukuman sama sekali.” (Al-Muwaththa’, 2:734) Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 11 Comments »

Ezine Islami Al-Atsariyyah Edisi 2 Telah Terbit

September 5th, 2011 by Arvan

Ezine Islami Al-Atsariyyah Edisi 2 Telah Terbit

Alhamdulillahi Rabbil alamin, akhirnya Ezine Islami Al-Atsariyyah edisi 2 telah terbit. Berikut judul-judul materi Ezine Islami Al-Atsariyyah edisi 2:

1.    Tauhid: Tauhid dan Kesyirikan.

2.    Nahwu Dasar: Mengenal Al-Ismu.

3.    Musthalah Al-Hadits: Hadits Shahih.

4.    Bulugh Al-Maram: Hadits Tentang Air Laut.

5.    Ushul Al-Fiqhi: Muqaddimah As-Si’di rahimahullah.

6.    Al-Qawa’id Al-Fiqhiah: Muqaddimah Al-Manzhumah Al-Qawa’id Al-Fiqhiah.

7.    Akidah Ahlissunnah: Pembahasan Tentang Iman.

8.    Percakapan Bahasa Arab: التحية والتعارف (Ucapan selamat dan perkenalan)

Rubrik ‘Percakapan Bahasa Arab’ ini adalah rubrik baru pada edisi 2 ini. Rubrik ini kami tambahkan guna memenuhi permintaan dari sebagian pembaca. Read the rest of this entry »

Category: Info Kegiatan | No Comments »

Duduk Tasyahud Masbuk

September 5th, 2011 by Arvan

Duduk Tasyahud Masbuk

Tanya:
assalamualaikum wr wb.
bagaimanakah duduk tasyahud akhir jika masbuq??? apakah tetap mengikuti imam atau duduk seperti tasyahudd awal??? Sukron
asep [asepsaridiyanto.07@gmail.com]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadits Malik bin Al-Huwairits radhiallahu anhu:
وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
“Dan shalatlah kalian seperti kalian melihat aku shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 595)
Hadits ini dijadikan dalil oleh sebagian ulama yang berpendapat bahwa makmum yang masbuk tetap mengikuti gerakan shalat Nabi shallallahu alaihi wasallam dan tidak mengikuti gerakan imam. Karenanya dalam soal di atas, dia tetap mengikuti tata cara duduk Nabi shallallahu alaihi wasallam pada duduk tahiyat selain tahiyat terakhir. Dan dalil-dalil menunjukkan bahwa cara duduk Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam shalat adalah duduk iftirasy kecuali pada tahiyat terakhir maka duduk tawarruk. Lihat pembahasan tentang ini dalam artikel ‘Shalat 2 Rakaat, Iftirasy atau Tawaruk’.
Jadi, makmum yang masbuk dalam keadaan seperti di atas harus duduk iftirasy (seperti duduk tahiyat awal), walaupun imamnya sedang duduk tawarruk. Wallahu a’lam.

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 2 Comments »

Warisan dan Anak Memberikan Bagiannya Kepada Ibu

September 2nd, 2011 by Arvan

Warisan dan Anak Memberikan Bagiannya Kepada Ibu

Tanya:
Assalamualaikum,
saya mau tanya perihal pembagian warisan ayah saya yg sudah meninggal dng meninggalkan seorang istri dan 5 orang anak laki2 semua.Berapa persentasi yg diterima ibu saya dan 5 orang anak laki2nya dan kalau ada anaknya yg memberikan haknya ke ibunya boleh apa tidak ?
terimakasih,Assalamualaikum
novie rendra [novierendra@yahoo.co.id]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah
Istri mendapatkan 1/8 dari harta warisan karena suaminya mempunyai anak.
Sementara sisanya yaitu 7/8 harta dibagi secara rata antara kelima orang anak laki-lakinya.
Setelah semuanya dibagi lalu ada anak yang ingin memberikan bagiannya kepada ibunya maka itu tidak ada masalah, karena harta itu sudah menjadi miliknya dan pemberiannya kepada ibunya dihukumi sedekah atau hadiah atau yang semacamnya. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • waris al atsariyyah com

Category: Jawaban Pertanyaan, Warisan | 5 Comments »