Archive for July, 2011

Bolehkah Menjamak Shalat Jum’at Dengan Shalat Ashar?

July 29th, 2011 by Abu Muawiah

Bolehkah Menjamak Shalat Jum’at Dengan Shalat Ashar?

Tanya:
Ana mau tanya…. Bagiamna hukum menjama’ sholat ashar ketika habis shalat jum’at. jazakumullah… ditunggu jawabannya
akhmad syaifuddiin [ahmad_al_asykar@yahoo.com]

Jawab:
Jika yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah menjamak shalat jumat dengan shalat ashar pada saat safar, maka jamak seperti ini tidak disyariatkan dan tidak diperbolehkan karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Hal itu karena dalam safar, Nabi shallallahu alaihi wasallam sama sekali tidak pernah mengerjakan shalat jumat. Mengenai tidak disyariatkannya shalat jumat bagi musafir, silakan baca pembahasannya di sini: http://al-atsariyyah.com/jamak-shalat-bagi-musafir.html

Adapun hukum menjamak shalat jumat dengan shalat ashar dalam keadaan mukim atau tidak sedang safar, maka hukumnya sama seperti menjamak shalat saat mukim dan ini sudah pernah kami bahas. Silakan baca penjelasannya dalam artikel: Menjamak Shalat Tanpa Udzur dalam blog ini.

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 1 Comment »

Jika Imam Lupa Satu Rakaat

July 27th, 2011 by Abu Muawiah

Jika Imam Lupa Satu Rakaat

Tanya:
Bismillah. Ustadz, sy pernah shalat ashar brjamaah, saat itu imam duduk tasyahhud akhir pd rakaat ke 3. Sy sdh ingatkan imam tp dia tdk dengar krn sy duduk agak jauh dr imam, setelah imam salam sy sujud sahwi. Setelah keluar dr masjid, sy tanya k makmum yg lain bhw shalat kita kurang 1 rakaat dan dia benarkan.
Pertanyaan saya: apakah sy harus ulang shalat sy atau cukup tambah 1 rakaat stlh yakin kurang 1 rakaat? Jazakallahu khoir
Abu Sulaim [awaluddin.mansur@yahoo.co.id]

Jawab:
Jika setelah shalat baru diketahui bahwa imam kurang dalam rakaat shalatnya, maka:
a.    Jika kekurangannya diketahui sesaat setelah shalat selesai maka cukup ditambah dengan rakaat yang kurang lalu sujud sahwi setelah salam.
b.    Tapi jika kekurangannya diketahui sudah agak lama setelah selesai shalat atau dia sudah keluar dari masjid, maka shalatnya harus diulangi dari awal karena shalatnya yang pertama tidak dianggap syah karena kekurangan rakaat.
Maka berdasarkan keadaan dalam pertanyaan di atas, imam dan seluruh makmum wajib mengulangi shalatnya dari awal karena mereka semua sudah keluar dari masjid, wallahu Ta’ala a’lam.

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 9 Comments »

Hukum Jual Beli Saham

July 25th, 2011 by Abu Muawiah

Hukum Jual Beli Saham

Tanya:
Bismillah,
ustadz, bagaimanakah hukum jual beli saham seperti yang ada di BEJ ? halal atau haramkah?
jazzakallahukhoir
abu ihsan [joko_tm02@yahoo.co.id]

Jawab:
Perkembangan metode hidup umat manusia pada zaman sekarang telah membawa berbagai model perniagaan dan usaha, dan di antara model perniagaan yang telah memasyarakat ialah jual beli saham. Dan sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa hukum asal setiap perniagaan ialah halal dan dibolehkan, maka hukum asal inipun berlaku pada permasalahan yang sedang menjadi topik pembahasan kita ini, yaitu jual beli saham. Hanya saja pada praktiknya, terdapat banyak hal yang harus diperhatikan oleh orang yang hendak memperjualbelikan saham suatu perusahaan. Berikut, saya ringkaskan berbagai persyaratan yang telah dijelaskan oleh para ulama bagi orang yang hendak memperjualbelikan saham suatu perusahaan: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • jual dan beli yg halal
  • hadits shahih tentang hutang piutangdengan metode takhrijnya makalah

Category: Ekonomi Islam, Fatawa, Jawaban Pertanyaan | 6 Comments »

Hukum Jima’ Menghadap dan Membelakangi Kiblat

July 22nd, 2011 by Abu Muawiah

Hukum Jima’ Menghadap dan Membelakangi Kiblat

Tanya:
Assalamualaikum Wr.Wb.
Ustad kami yang terhormat, saya mau menanyakan hal2 yang sebenarnya bikin saya resah. Begini ustad, saya dulu pernah bertanya kepada seorang ikwah perihal adab hubungan suami istri, saya pernah diberitahu bahwa  :
1. Makruh berhubungan suami istri menghadap kiblat atau membelakangi-nya
2. Tidak boleh (maaf) memegang kemaluan istri saat berhubungan suami istri.
Benarkah hal tersebut secara syariah, mohon solusinya, soalnya hal tersebut sangat mengganggu dalam kehidupan saya. Terimakasih banyak.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Hartono H [Yanti_sri02@yahoo.com]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah.
1. Dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا أَتَيْتُمْ الْغَائِطَ فَلَا تَسْتَقْبِلُوا الْقِبْلَةَ وَلَا تَسْتَدْبِرُوهَا
“Jika kalian mendatangi masuk ke dalam WC, maka janganlah kalian menghadap ke arah kiblat dan jangan pula membelakanginya.” (HR. Al-Bukhari no. 380 dan Muslim no. 388)
Hadits ini di antara dalil yang digunakan oleh para ulama yang melarang buang air menghadap dan membelakangi kiblat. Hanya saja mereka berbeda pendapat mengenai sebab larangan ini menjadi 3 pendapat:
1.    Sebabnya adalah adanya najis yang keluar.
2.    Sebabnya adalah membuka aurat.
3.    Kedua sebab ini merupakan sebab larangan di atas.
Dari perbedaan pendapat di atas inilah dan juga perbedaan dalam hal najis tidaknya mani, dibangun perbedaan pendapat dalam masalah jima’ menghadap kiblat. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • bagaima na hukum nya tidur kaki nya ke arah kiblat
  • Bgm rasa jima
  • hukum bersetubuh dg istri membelakangi suami

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Muslimah | 5 Comments »

Jika Lupa Membaca Zikir di Awal Amalan

July 20th, 2011 by Abu Muawiah

Jika Lupa Membaca Zikir di Awal Amalan

Tanya:
Bismillah. Afwan ust yg mdh2n Alloh beri barokah atas ilmu krn mndakwahknnya.
Ana  bertnya ttg hadits u mmbc klmt ‘bismillah fi awali wa akhiri’ jk qt lupa mmbc bismillah di awal makan, ap ucapan tsb jg brlaku untuk amalan lain? Syukron jawabannya, smg Alloh beri banyak kebaikan untuk para ustadz
Zul [um_muadz@yahoo.com]

Jawab:
Dari Aisyah radliallahu ‘anh, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرْ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebutkan nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awalnya, maka hendaklah ia mengucapkan: BISMILLAAHI AWWALAHU WA AAKHIRAHU (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya).” (HR. Abu Daud no. 3767, At-Tirmizi no. 1858, Ibnu Majah no. 3264, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)

Nampak jelas dalam hadits di atas bahwa zikir tersebut hanya dikhususkan bagi mereka yang lupa membaca basmalah di awal makannya. Karenanya tidak disyariatkan untuk membaca zikir di atas pada amalan-amalan lain selain makan, karena tidak adanya dalil yang menunjukkan keumuman tersebut. Wallahu a’lam.

Category: Akhlak dan Adab, Jawaban Pertanyaan, Zikir & Doa | Comments Off on Jika Lupa Membaca Zikir di Awal Amalan

Menjamak Shalat Tanpa Udzur

July 18th, 2011 by Abu Muawiah

Menjamak Shalat Tanpa Udzur

Tanya:
bismillah,afwan ustadz ana mau bertanya mengenai menjama’ sholat apakah dibolehkan walaupun tanpa udzur,jika boleh tolong sertakan dalilnya
muslimah [ummumuslim@yahoo.com]

Jawab:
Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:
جَمَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ خَوْفٍ وَلَا مَطَرٍ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menjamak antara zhuhur dan ashar, maghrib dan isya` di Madinah, bukan karena ada ketakutan dan bukan pula karena hujan.” (HR. Muslim no. 1151)
Lalu Waki’ bin Al-Jarrah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai sebabnya, maka beliau menjawab, “Beliau ingin supaya tidak memberatkan umatnya.”
Hadits di atas jelas menunjukkan bolehnya menjamak shalat walaupun tidak ada udzur. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 14 Comments »

Ezine Islami Al-Atsariyyah

July 16th, 2011 by Abu Muawiah

Ezine Islami Al-Atsariyyah

Alhamdulillah, tidak terasa sudah hampir 3 tahun Al-Atsariyyah.com berada di tengah-tengah kaum muslimin memberikan berbagai informasi dan wawasan yang -insya Allah- bermanfaat, terkhusus bagi mereka yang sangat membutuhkan pengetahuan tentang ajaran-ajaran Islam. Dan alhamdulillah selama itu pula kami telah mendapatkan berbagai perhatian dan apresiasi dari hampir seluruh pengunjung blog ini.

Karenanya, melihat tingginya perhatian -dari para pengunjung blog ini secara khusus dan pengunjung blog islami lainnya secara umum- terhadap ajaran Islam yang benar, maka memasuki tahun IV (tepatnya Agustus bulan depan) kami sebagai admin dari Al-Atsariyyah.com insya Allah akan meluncurkan satu lagi sarana bagi seluruh kaum muslimin untuk mempelajari agamanya. Hanya saja kali ini bukan dalam bentuk artikel akan tetapi dalam bentuk Ezine (electronic magazine) atau majalah elektronik. Read the rest of this entry »

Category: Info Kegiatan | 15 Comments »

Hukum Berteman Dengan Non Muslim

July 15th, 2011 by Abu Muawiah

Hukum Berteman Dengan Non Muslim

Tanya:
Apa boleh kita berteman dengan Non Muslim? Apa ada Hadis atau Al-Quran?
mamat [ken_mamet@yahoo.com]

Jawab:
Berteman dengan non muslim adalah amalan yang diharamkan. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1) Allah Ta’ala juga mengingatkan di dalam firman-Nya yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.” (QS. Ali Imran: 118) Semakna dengannya ayat ke-28
Allah Ta’ala juga menjadikan amalan ini bertentangan dengan keimanan orang tersebut kepada Allah dan hari akhir. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • adab berteman beda agama
  • Kristen dan Islam berteman

Category: Aqidah, Jawaban Pertanyaan | 50 Comments »

Iddah Wanita yang Ditinggal Mati Suami

July 13th, 2011 by Abu Muawiah

Iddah Wanita yang Ditinggal Mati Suami

Tanya:
Langsung saja, ayah saya bulan juli kemarin meninggal ( tepatnya 05-07-2010 ), saya pernah dengar ( termasuk lingkungan di sekitar ) katanya sebelum 40 hari ayah saya, mama tidak boleh keluar rumah ( kalau tidak salah itu termasuk dalam masa iddah ). Pertanyaan saya :
1. Dalam islam benarkah itu yang di namakan masa iddah?
2. Keluarga saya hidup dari jualan warung kelontong yang biasa di jaga oleh ayah saya, setelah ayah saya meninggalkan kami, mama buka warung bertepatan hari ke 14 setelah ayah saya meninggal dan waktu itu beliau juga pernah pergi ke pasar guna membeli keprluan warung yang stoknya sudah habis dan belanja untuk tahlilan sebelum puasa ( roah-an ) ( karena saya kerja dan adik2 sekolah ). Bagaiman hukumnya? apakah mama saya sudah melanggar yang harusnya beliau tidak boleh keluar rumah sebelum 40 hari ? ( Jarak antara rumah dan warung kami +/- 50 mtr ). hal ini di lakukan karena menurut mama saya, jika beliau tidak buka warung, kami tidak bisa makan seperti layaknya hari biasa ataupun bayar sekolah, krn memang semua di hasilkan dari hasil jualan di warung
3. Tanggal 10-08-2010, insya allah ummat islam sudah menjalankan shalat tarawih dan puasa keesokan harinya. bolehkan mama saya pergi untuk shalat tarawih yang jaraknya +/- 150 mtr dari rumah?
Terima Kasih sebelumnya, saya sangat ingin jawaban dari Bpk Ustadz
rna [rizki@pelangi-cimandiri.co.id] Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • iddah istri ditinggal mati suami
  • masa iddah istri pns yang suaminya meninggal
  • masa iddah perempuan yg suaminya meninggal

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Manhaj | 8 Comments »

Mengeluarkan Zakat Dari Warisan

July 11th, 2011 by Abu Muawiah

Mengeluarkan Zakat Dari Warisan

Tanya:
Bismillah.
Wal-hamdu lillah wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah.
Ustadz, kami ingin menanyakan hukum pembagian seputar warisan, sebagai berikut:
Seorang ayah memiliki 5 anak kandung –3 putra dan 2 putri–. Setelah istri pertama meninggal, beberapa lama kemudian ia menikah dengan seorang wanita yang telah memiliki satu anak –putri–. Kesemua anak kandungnya –juga anak tirinya– sudah menikah dan telah meliki anak-anak. Berikut urutan anak-anaknya:
1. Putra (kandung),
2. Putri (kandung),
3. Putra (kandung),
4. Putri (kandung),
5. Putri (tiri), dan
6. Putra (kandung).
Setelah ayah tersebut meninggal, terjadilah perseteruan dalam pembagian harta warisan, dimana anak pertamanya –yakni laki-laki– meminta harta warisan yang lebih banyak daripada yang lainnya. Dari sanalah terjadi perseteruan. Lalu, mereka semua –kelima anak kandungnya– meniatkan 2,5 % dari total warisan tersebut untuk dizakatkan.

Pertanyaannya:
[1]. Apakah dibenarkan –secara syari’at- mengenai 2,5 % yang mereka niatkan untuk dizakatkan?
[2]. Bagaimana perincian pembagian harta warisan tersebut?

Mohon jawaban Ustadz, dikarenakan terdesak hal ini –sebelum terjadi kekeliruan dalam pembagian warisan tersebut–. Barakallahu fikum.
Semoga jawaban Ustadz menjadi sebuah penerang suatu kebaikan. Dan, semoga Allah Ta’ala menjadikan jawaban antum sebagai catatan amal shalih yang menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak. Allahumma amin.
Jazakumullahu khairan.
Abu Khuzaimah [al.asqalany@yahoo.com]

Jawab:
1.    Zakat tidak wajib dan tidak perlu dikeluarkan jika nishab (85 gram emas) tidak terpenuhi dan belum dimiliki selama setahun. Dalam kasus ini, walaupun harta totalnya mencapai nishab, akan tetapi setelah pemiliknya (ayah) meninggal maka kepemilikan harta itu berpindah kepada anak-anak mereka setelah dibagi sesuai dengan aturan mawaris dalam Islam.
Untuk itu, seharusnya harta ayah ini dibagikan terlebih dahulu kepada seluruh ahli warisnya. Dan siapa saja di antara mereka yang mendapatkan bagian harta melebihi nishab maka dia wajib mengeluarkan zakatnya pada tahun depannya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • zakat hasil jual tanah warisan
  • zakat penjualan rumah warisan dalam islam

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Warisan | 1 Comment »