Archive for May, 2010

Ancaman Keras Bagi Para Teroris

May 21st, 2010 by Arvan

6 Jumadil Akhir

Ancaman Keras Bagi Para Teroris

Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَوْفُواْ بِالْعُقُودِ
“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah semua perjanjian kalian.” (QS. Al-Maidah: 1)
Allah Ta’ala berfirman:
وَأَوْفُواْ بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْؤُولاً
“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti akan dimintai pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra`: 34)
Dari Abdullah bin Amr radhiallahu anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنْ النِّفَاقِ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ وَإِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ
“Empat hal bila ada pada seseorang maka dia adalah seorang munafiq tulen, dan barangsiapa yang terdapat pada dirinya satu sifat dari empat hal tersebut maka pada dirinya terdapat sifat nifaq hingga dia meninggalkannya. Yaitu, jika diberi amanat dia khianat, jika berbicara dia dusta, jika berjanji dia mengingkari, dan jika berseteru dia berbuat kefajiran”. (HR. Al-Bukhari no. 89 dan Muslim no. 58)
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا جَمَعَ اللَّهُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ فَقِيلَ هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ
“Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terakhir kelak di hari kiamat, maka akan dikibarkan bendera bagi setiap pelanggar janji, lalu dikatakan, “Ini adalah benderanya si fulan bin fulan.” (HR. Muslim no. 1735) Read the rest of this entry »

Category: Quote of the Day | No Comments »

Penyakit Demam Menghapuskan Dosa

May 20th, 2010 by Arvan

5 Jumadil Akhir

Penyakit Demam Menghapuskan Dosa

Dari Abu Said Al-Khudri dan dari Abu Hurairah radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5642 dan Muslim no. 2573)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu dia berkata: Aku pernah menjenguk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit, sepertinya beliau sedang merasakan rasa sakit yang parah. Maka aku berkata:
إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا قُلْتُ إِنَّ ذَاكَ بِأَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ قَالَ أَجَلْ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى إِلَّا حَاتَّ اللَّهُ عَنْهُ خَطَايَاهُ كَمَا تَحَاتُّ وَرَقُ الشَّجَرِ
“Sepertinya anda sedang merasakan rasa sakit yang amat berat, oleh karena itukah anda mendapatkan pahala dua kali lipat.” Beliau menjawab, “Benar, tidaklah seorang muslim yang terkena gangguan melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana gugurnya daun-daun di pepohonan.” (HR. Al-Bukhari no. 5647 dan Muslim no. 2571)
Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang berkunjung ke rumah Ummu Sa`ib atau Ummu Musayyab, maka beliau bertanya:
مَا لَكِ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ تُزَفْزِفِينَ قَالَتْ الْحُمَّى لَا بَارَكَ اللَّهُ فِيهَا فَقَالَ لَا تَسُبِّي الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
“Ada apa denganmua wahai Ummu Sa`ib -atau Ummu Musayyab- sampai menggigil begitu?” Dia menjawab, “Demam! Semoga Allah tidak memberkahinya.” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kamu mencela penyakit demam, karena dia dapat menghilangkan kesalahan (dosa-dosa) anak Adam, seperti halnya kir (alat peniup atau penyala api) membersihkan karat-karat besi.” (HR. Muslim no. 4575) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hadits tentang sakit
  • hadits tentang penyakit
  • hadist sakit
  • hadits sakit
  • panas mengurangi dosa

Category: Akhlak dan Adab, Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day | 3 Comments »

Sabar & Keutamaannya

May 19th, 2010 by Arvan

4 Jumadil Akhir

Sabar & Keutamaannya

Allah Ta’ala berfirman:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar sajalah yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Allah Ta’ala berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)
Atha` bin Abi Rabah berkata: Ibnu Abbas pernah berkata kepadaku, “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita dari penduduk surga?” Aku bekata, “Tentu.” Dia berkata:
هَذِهِ الْمَرْأَةُ السَّوْدَاءُ أَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ إِنِّي أُصْرَعُ وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي قَالَ إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الْجَنَّةُ وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ فَقَالَتْ أَصْبِرُ فَقَالَتْ إِنِّي أَتَكَشَّفُ فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لَا أَتَكَشَّفَ فَدَعَا لَهَا
“Wanita berkulit hitam ini, dia pernah menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata, “Sesungguhnya aku menderita penyakit epilepsi dan auratku sering tersingkap (ketika sedang kambuh), maka berdoalah kepada Allah untukku (yakni: Agar Dia menyembuhkanku).” Beliau bersabda: “Jika kamu berkenan, bersabarlah maka bagimu surga, dan jika kamu berkenan, maka aku akan berdoa kepada Allah agar Allah menyembuhkanmu.” Dia berkata, “Kalau begitu aku akan bersabar.” Wanita itu berkata lagi, “(Jika penyakitku kambuh maka) auratku tersingkap, karenanya berdoalah kepada Allah agar (auratku) tidak tersingkap.” Maka beliau mendoakan untuknya.” (HR. Al-Bukhari no. 5652 dan Muslim no. 2576)
Dari Shuhaib bin Sinan radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin, sungguh semua urusannya baik baginya, yang demikian itu tidaklah dimiliki seorang pun kecuali hanya orang yang beriman. Jika mendapat kebaikan (kemudian) ia bersyukur, maka itu merupakan kebaikan baginya, dan jika keburukan menimpanya (kemudian) ia bersabar, maka itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no. 2999)
Dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ
“Orang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang mukmin yang tidak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka.” (HR. At-Tirmizi no. 2507, Ibnu Majah no. 4022, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6651) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • keutamaan sabar

Category: Akhlak dan Adab, Fadha`il Al-A'mal, Quote of the Day | 2 Comments »

Wajibnya Waspada Dari Fitnah Setan

May 18th, 2010 by Arvan

3 Jumadil Akhir

Wajibnya Waspada Dari Fitnah Setan

Allah Ta’ala berfirman:
وَقُل لِّعِبَادِي يَقُولُواْ الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ
“Dan katakanlah kepada hamha-hambaKu, “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka.” (QS. Al-Isra`: 53)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِي التَّحْرِيشِ بَيْنَهُمْ
“Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh orang-orang yang shalat di jazirah arab, akan tetapi dia mengadu domba di antara mereka.” (HR. Muslim no. 2812)
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
إِنَّ عَرْشَ إِبْلِيسَ عَلَى الْبَحْرِ فَيَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَيَفْتِنُونَ النَّاسَ فَأَعْظَمُهُمْ عِنْدَهُ أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً
“Sesungguhnya singgasana Iblis berada di atas laut, dia mengirim bala tentaranya kemudian mereka menggoda manusia. Maka tentaranya yang paling hebat di sisinya adalah (setan) yang paling besar fitnahnya (godaannya).” (HR. Muslim no. 1813)
Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنْ الْجِنِّ قَالُوا وَإِيَّاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَإِيَّايَ إِلَّا أَنَّ اللَّهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ
“Tidaklah seorang pun dari kalian melainkan diikutkan padanya pendamping dari kalangan jin.” Mereka bertanya, “Anda juga, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Aku juga, hanya saja Allah membantuku mengalahkannya lalu sehingga dia masuk Islam, karenanya dia hanya memerintahkan kebaikan padaku.” (HR. Muslim no. 2418) Read the rest of this entry »

Category: Quote of the Day | No Comments »

Syahkah Haji Wanita Tanpa Mahram?

May 18th, 2010 by Arvan

Syahkah Haji Wanita Tanpa Mahram?

Tanya:
Assalammualaikum wrwb.
Saudara Prempuan Istri saya (status masih layang)bekerja sebagai Bidan dan ditunjuk oleh Pemerintah sebagai petugas kesehatan Haji pada tahun 2009, beliau sekalian menunaikan ibadah haji, yang perlu saya tanyakan :
1.Sahkah Hajinya
2.Haram tidak beliau Safar sendirian tanpa mahramanya, apa hukumnya, terima kasih Wassalam
[Hendra Anwar [hendraaw@gmail.com]]

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah
Silakan download jawabannya melalui link di bawah ini:
haji tanpa mahram
Anda juga bisa mendownloadnya dan jawaban pertanyaan lainnya pada halaman ‘Download Audio’

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Muslimah | No Comments »

Adab-Adab Majelis 3

May 17th, 2010 by Arvan

2 Jumadil Akhir

Adab-Adab Majelis 3

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا كَانُوا ثَلَاثَةٌ فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الثَّالِثِ
“Apabila kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbisik-bisik dengan membiarkan (tidak mengajak) yang ketiganya.” (HR. Muslim no. 2183)
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu anhuma dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا يَحِلُّ لِرَجُلٍ أَنْ يُفَرِّقَ بَيْنَ اثْنَيْنِ إِلَّا بِإِذْنِهِمَا
“Tidak halal bagi seseorang untuk memisahkan antara dua orang (yakni tempat duduknya) kecuali dengan seizin keduanya.” (HR. Abu Daud no. 4845, At-Tirmizi no. 2752 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 7656)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu wa’alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ
“Barang siapa yang duduk di sebuah majelis lalu dia banyak berbuat kekeliruan di dalamnya, akan tetapi sebelum berdiri dia membaca: SUBHAANAKALLAAHUMMA WA BIHAMDIKA ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA (Maha Suci Engkau wahai Allah, dan dengan memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sembahan yang berhak di sembah melainkan Engkau, aku meminta ampun serta bertaubat kepada-Mu), melainkan diampuni dosa yang dia perbuat dalam majelisnya itu.” (HR. At-Tirmizi no. 3433 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 6192) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • adab majelis
  • Adab-adab majelis

Category: Akhlak dan Adab, Quote of the Day, Zikir & Doa | No Comments »

Adab-Adab Majelis 2

May 16th, 2010 by Arvan

1 Jumadil Akhir

Adab-Adab Majelis 2

Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman apabila dikatakan kepada kalian, “Berlapang-lapanglah dalam majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu.” (QS. Al-Mujadilah: 11)
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
لَا يُقِيمُ الرَّجُلُ الرَّجُلَ مِنْ مَقْعَدِهِ ثُمَّ يَجْلِسُ فِيهِ وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا وَتَوَسَّعُوا
“Janganlah seseorang menyuruh orang lain berdiri dari tempat duduknya lalu dia duduk di tempatnya, tetapi katakanlah hendaknya kalian melapangkan dan meluaskan majelis.” (HR. Al-Bukhari no. 6270 dan Muslim no. 2177)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا قَامَ أَحَدُكُمْ ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهِ فَهُوَ أَحَقُّ بِهِ
“Apabila salah seorang di antara kalian berdiri dari tempat duduknya, kemudian dia kembali lagi ke tempatnya itu, maka dia lebih berhak dengan tempat itu.” (HR. Muslim no. 2179)
Dari Jabir bin Samurah radhiallahu anhu dia berkata,
كُنَّا إِذَا أَتَيْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَسَ أَحَدُنَا حَيْثُ يَنْتَهِي
“Jika kami mendatangi (majelis) Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka salah seorang dari kami akan duduk di mana majelis berakhir (barisan terakhir).” (HR. Abu Daud no. 4825 dan At-Tirmizi no. 2726)
Yakni jika yang di depan sudah penuh.
Dari Jabir bin Samurah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam keluar melewati kami, lalu beliau melihat kami bergerombol. Maka beliau bersabda:
مَالِي أَرَاكُمْ عِزِينَ
“Mengapa aku melihat kalian bercerai-berai.” (HR. Muslim no. 430) Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Quote of the Day | No Comments »

Adab-Adab Majelis 1

May 15th, 2010 by Arvan

29 Jumadil Ula

Adab-Adab Majelis 1

Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
خَيْرُ الْمَجَالِسِ أَوْسَعُهَا
“Sebaik-baik majelis adalah yang paling luas.” (HR. Abu Daud no. 4820 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah no. 4733)
Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِي الطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجْلِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّهُ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ
“Hindarilah duduk-duduk di pinggir jalan!” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah bagaimana kalau kami butuh untuk duduk-duduk di situ memperbincangkan hal yang memang perlu?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Jika memang perlu kalian duduk-duduk di situ, maka berikanlah hak jalanan.” Mereka bertanya, “Apa haknya?” Beliau menjawab, “Tundukkan pandangan, tidak mengganggu, menjawab salam (orang lewat), menganjurkan kebaikan, dan mencegah yang mungkar.” (HR. Muslim no. 2161)
Dari Abu Musa radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
“Perumpamaan teman yang saleh dengan teman yang buruk bagaikan penjual minyak wangi dengan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, maka bisa jadi dia menghadiahkan parfumnya kepadamu atau kamu membeli darinya atau kamu akan mendapatkan bau wangi darinya. Sedangkan pandai besi, jika apinya tidak membakar bajumu maka kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5534 dan Muslim no. 2628)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ
“Tidaklah sebuah kaum duduk-duduk di dalam suatu majelis lalu mereka tidak menyebutkan nama Allah padanya serta tidak bershalawat kepada Nabi mereka, melainkan mereka akan mendapatkan penyesalan. Apabila Allah menghendaki maka Dia akan mengazab mereka dan apabila Allah menghendaki maka Dia akan mengampuni mereka.” (HR. At-Tirmizi no. 3380 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al- Jami’ no. 5607) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • adab bermajelis

Category: Akhlak dan Adab, Quote of the Day | No Comments »

Seputar Sutrah Dalam Shalat

May 14th, 2010 by Arvan

Seputar Sutrah Dalam Shalat

Tanya:
assalamu’alaikum wr.wb.
begini saya ada problem mengenai hadis yg membicarakan masalah memukul/tdk membiarkan orang lain berada di depan shaf kita ketika sedang melakukan sholat. kata orang yg saya tau masalah ini ktnya ada haditsnya tetapi saya belum paham 100% mungkin melalui situs ini bisa membantu saya dlm menjelaskan masalah ini scara detail.
apakah juga boleh bila  kita bergerak (jalan) ke depan, ke blakang & ke samping untuk menghindari orang yg lewat di depan kita bila kita sedang  dlm posisi sholat?
trimakasih sebelumnya wasalamu’alaikum wr.wb.
(septian [powerfull.septian@yahoo.com])

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Silakan download jawabannya melalui link di bawah ini:
Hukum Seputar Sutrah
Anda juga bisa mendownloadnya dan juga jawaban pertanyaan lainnya pada halaman ‘Download Audio’.

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | No Comments »

Antara Belajar dan Nikah

May 14th, 2010 by Arvan

Antara Belajar dan Nikah

Tanya:
assalamu alaikum….
ana mau nanya yang mana lebih utama menuntut ilmu atau walimah bagi seorang wanita?
(rohmah makassar [sucirahmadani@rocketmail.com])

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Silakan download jawabannya melalui link di bawah ini:
Antara Belajar dan Nikah
Anda juga bisa mendownloadnya dan juga jawaban pertanyaan lainnya pada halaman ‘Download Audio’.

Category: Jawaban Pertanyaan, Muslimah | No Comments »