Archive for November, 2009

Siapakah Suamimu di Surga?

November 30th, 2009 by Abu Muawiah

Siapakah Suamimu di Surga?

Saudariku muslimah, tahukah kamu siapa suamimu di surga kelak?(1)  Artikel di bawah ini akan menjawab pertanyaan anti. Ini bukan ramalan dan bukan pula tebakan, tapi kepastian (atau minimal suatu prediksi yang insya Allah sangat akurat), yang bersumber dari wahyu dan komentar para ulama terhadapnya. Berikut uraiannya:

Perlu diketahui bahwa keadaan wanita di dunia, tidak lepas dari enam keadaan:
1.    Dia meninggal sebelum menikah.
2.    Dia meninggal setelah ditalak suaminya dan dia belum sempat menikah lagi sampai meninggal.
3.    Dia sudah menikah, hanya saja suaminya tidak masuk bersamanya ke dalam surga, wal’iyadzu billah.
4.    Dia meninggal setelah menikah baik suaminya menikah lagi sepeninggalnya maupun tidak (yakni jika dia meninggal terlebih dahulu sebelum suaminya).
5.    Suaminya meninggal terlebih dahulu, kemudian dia tidak menikah lagi sampai meninggal.
6.    Suaminya meninggal terlebih dahulu, lalu dia menikah lagi setelahnya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • jodoh akhirat menurut alquran

Category: Muslimah, Tahukah Anda? | 37 Comments »

Batasan Masjid

November 27th, 2009 by Abu Muawiah

Batasan Masjid

Tanya:
Assalamualaikum ustadz. . .
berdagang dimasjid batasan sampai mana aja ? boleh ga kalo diemperannya?
kalo sholat jum at emperannya dipakai untuk sholat, kalau emperannya tidak dipakai untuk sholat boleh ga buat dagang? jazakalloh khoiron katsir.

“abu hana” <abuhana8@yahoo.co.id>

Jawaban:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Dalam hal ini ada pembahasan di kalangan ulama: Apakah ar-rahbah itu merupakan bagian dari masjid?
Ar-rahbah adalah bangunan atau halaman atau tempat yang luas yang terletak di depan pintu masjid dan tidak terpisah dari masjid. Lihat Fathul Bari (13/155) dan Umdah Al-Qari karya Al-Aini (24/245) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • batasan masjid
  • teras mesjid termasuk mesjid?

Category: Jawaban Pertanyaan | 13 Comments »

Haruskah Pahala Diburu?

November 27th, 2009 by Abu Muawiah

Haruskah Pahala Diburu?

Tanya:
Ustadz, bagaimana menjawab pernyataan seperti ini: “kita tidak perlu beribadah hanya untuk tujuan memburu pahala, karena pahala adalah urusan Allah sehingga kita tidak perlu ngotot untuk memperolehnya…”
Dan pertanyaan ana Ustadz berkaitan dengan hal di atas, apa saja dalil yang menunjukkan bahwa kita harus memburu pahala?
Barokallohu fiik

“Abu ‘Abdillah” <41karawanjy@gmail.com>

Jawab:
Pernyataan di atas tidaklah benar. Betul pahala adalah urusan Allah karenanya kita harus terus berharap pahala dan kebaikan dari Allah, sebagaimana firman-Nya dalam hadits qudsi dari hadits Abu Hurairah:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba-ku kepada-Ku.” (HR. Al-Bukhari no. 6970,7066 dan Muslim no. 2675)    Read the rest of this entry »

Category: Jawaban Pertanyaan | 1 Comment »

Hukum Mendengar Khutbah Id

November 26th, 2009 by Abu Muawiah

Hukum Mendengar Khutbah Id

أَنَّ النبيَّ  صلى الله عليه وسلم  صَلَّى الْعِيْدَ قَالَ : مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْصَرِفَ فَلْيَنْصَرِفْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُقِيْمَ لِلْخُطْبَةِ فَلَيُقِمْ

“Sesungguhnya Nabi -shallallahu alaihi wasallam- shalat id lalu bersabda, “Siapa yang mau pulang maka silakan dia pulang, dan siapa yang mau tinggal untuk mendengar khutbah maka silakan dia tinggal.”

Ini termasuk dalil mayoritas ulama yang menyatakan disunnahkannya mendengar khutbah id. Akan tetapi berikut kedudukan haditsnya.
Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasai no. 1571, Abu Daud no. 1155, Ibnu Majah no. 1290, dan selainnya dari jalan: Al-Fadhl bin Musa (dia berkata): Ibnu Jurair menceritakan kepada kami dari Atha` dari Abdullah bin As-Saib bahwa Nabi -shallallahu alaihi wasallam- shalat id … .
Al-Fadhl bin Musa di sini adalah As-Sinan, rawi yang tsiqah hanya saja terkadang meriwayatkan hadits-hadits mungkar, sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Ahmad. Lihat At-Tahdzib (8/287). Artinya haditsnya bisa dishahihkan selama dia tidak menyelisihi rawi yang lebih kuat daripada dirinya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum mendengarkan khutbah jumat
  • hukum mendengarkan khutbah
  • hukum mendengar khutbah sholat idul fitri

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah | 2 Comments »

Ahkam Shalat Al-Idain (selesai)

November 26th, 2009 by Abu Muawiah

Ahkam Sehabis Shalat Id

Seputar Khutbah
a.    Khutbah Setelah Shalat
Dari Ibnu Abbas -radhiallahu anhuma- dia berkata:
شَهِدْتُ العِيْدَ مَعَ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ -, فَكُلُّهُمْ يُصَلُّوْنَ قَبْلَ الْخُطْبَةِ
“Saya mengikuti shalat id bersama Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam-, Abu Bakar, Umar, dan Utsman -radhiallahu anhu-, maka mereka semua mengerjakan shalat sebelum khutbah.” (HR. Al-Bukhari no. 962 dan Muslim no. 884)
Maksudnya: Beliau mengikuti shalat id sejak dari zaman Rasulullah -alaihishshalatu wassalam- sampai zaman kekhalifahan Utsman, dan setiap dari khalifah tersebut memulai shalat id sebelm khutbah.
Abu Said Al-Khudri -radhiallahu anhu- berkata, “Nabi -alaihishshalatu wassalam- keluar pada hari idul fithr dan adhha ke lapangan, maka perkara yang pertama kali beliau lakukan adalah shalat. Kemudian beliau selesai shalat lalu berdiri menghadap ke orang-orang -sementara mereka duduk di shaf-shaf mereka- lalu beliau memberikan peringatan, wasiat, dan perintah kepada mereka (berkhutbah).” (HR. Al-Bukhari no. 956 dan Muslim no. 889) Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | 3 Comments »

Ahkam Shalat Al-Idain (3)

November 25th, 2009 by Abu Muawiah

Ahkam Sebelum Sampai Selesai Shalat

Waktu Shalat Id
Waktu pengerjaan shalat berada di antara dua waktu larangan untuk shalat, kedua waktu tersebut adalah: Mulai dari terbitnya matahari sampai terbitnya semua bulatannya dan mulai dari matahari berada di tengah langit hingga dia tergelincir ke arah barat. Jadi waktunya adalah: Setelah semua bulatan matahari terbit sampai sebelum matahari berada di tengah langit. Ibnu Baththal sebagaimana dalam Al-Fath (2/457), Ibnu Hazm dalam Al-Muhalla (5/81), dan Ibnu Rusyd dalam Al-Bidayah (1/510) menyatakan tidak adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama bahwa shalat id dikerjakan di antara dua waktu terlarang. Adapun mengerjakan shalat id pada kedua waktu terlarang di atas maka ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, dan yang lebih utama adalah tidak shalat id pada keduanya.
Dari Abdullah bin Busr, sahabat Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bahwa beliau keluar bersama orang-orang untuk mengerjakan shalat idul fithr atau adhha, maka beliau mengingkari terlambatnya imam seraya berkata, “Dulu kami (para sahabat bersama Nabi) sudah selesai shalat (id) pada waktu seperti ini, pada waktu tasbih (shalat dhuha)” (HR. Abu Daud no. 1135, Ibnu Majah no. 1317) Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | 1 Comment »

Penyakit-Penyakit di Musim Hujan

November 25th, 2009 by Abu Muawiah

Penyakit-Penyakit di Musim Hujan

Jakarta, Musim hujan yang telah tiba banyak memunculkan ancaman penyakit. Simak penyakit-penyakit yang harus diwaspadai di musim hujan ini dan kiat menjaga tubuh.

Dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCTM, MHA, SpJP, FIHA dalam penjelasannya kepada detiKHealth, Rabu (25/11/2009) mengatakan masyarakat perlu mewaspadai beberapa penyakit berikut: Read the rest of this entry »

Category: Artikel Umum | 1 Comment »

Bolehkah Udhhiyah Dimulai 11 Zulhijjah?

November 24th, 2009 by Abu Muawiah

Bolehkah Udhhiyah Dimulai 11 Zulhijjah?

Tanya:
Berhubung tahun ini shalat idul adhha jatuh pada hari jum’at, maka sebagian pengurus masjid yang mengurusi udhhiyah kaum muslimin berinisiatif untuk mengundurkan awal penyembelihan ke hari sabtu, dengan alasan waktunya penyembelihannya mepet karena akan diadakan shalat jum’at pada hari itu di masjid-masjid yang mereka urus. Jika penyembelihan dilakukan pada hari jum’at maka dipastikan tidak akan tuntas semua pengurusannya sebelum jum’at, jika dilanjutkan setelah jum’at maka akan merepotkan, dan jika dilanjutkan keesokan harinya (hari sabtu) maka menurut mereka itu ‘bekerja dua kali’. Karenanya mereka berinisiatif untuk sekalian menyembelih semua udhhiyah pada hari sabtu.
Apakah amalan seperti ini diperbolehkan?
yahya.vila@yahoo.com

Jawab:

Telah kami sebutkan sebelumnya bahwa awal waktu menyembelih adalah setelah selesainya shalat id sampai dua hari setelahnya (12 Zulhijjah). Lihat pembahasannya di sini.

Adapun jawaban dari pertanyaan di atas maka kami katakan: Kalau masalah boleh tidaknya, maka tidak diragukan akan bolehnya hal tersebut. Karena telah disebutkan bahwa waktu penyembelihan itu dari tanggal 10-12 Zulhijjah, sehingga kapanpun seseorang menyembelih di antara ketiga hari ini maka udhhiyahnya syah, wallahu a’lam bishshawab. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | Comments Off on Bolehkah Udhhiyah Dimulai 11 Zulhijjah?

Kajian On Line

November 23rd, 2009 by Abu Muawiah

Kajian On Line

Kajian di selenggarakan setiap hari selasa ba’da maghrib waktu bogor.

Materi : Ushulus Sittah karya As-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab

Pemateri : Ust. Riski Abu Zakariya

Untuk dapat mengikuti kajian, anda tinggal meng-add ID YM Kajian Daarel Salam ke YM anda. ID Kajian Daarel Salam adalah:

kajian.daarelsalam@yahoo.com

Setelah itu nanti operator kami akan mengundang anda untuk bergabung dalam kajian on line.

Category: Info Kegiatan | Comments Off on Kajian On Line

Apabila Hari Raya Bertepatan dengan Hari Jum’at

November 23rd, 2009 by Abu Muawiah

Apabila Hari Raya (’Id) Bertepatan dengan Hari Jum’at

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah

Pertanyaan : Jika datang ‘Idul Fithri pada hari Jum’at apakah boleh bagiku untuk shalat ‘Id namun aku tidak shalat Jum’at, atau sebaliknya?

Jawab : Apabila Hari Raya bertepatan dengan hari Jum’at maka barangsiapa yang telah menunaikan shalat ‘id berjama’ah bersama imam gugur darinya kewajiban menghadiri shalat Jum’at, dan hukumnya bagi dia menjadi sunnah saja. Apabila dia tidak menghadiri shalat Jum’at maka tetap wajib atasnya shalat zhuhur. Ini berlaku bagi selain imam. Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Fiqh | 4 Comments »