Archive for October, 2009

Adab-Adab Meminta Izin

October 29th, 2009 by Abu Muawiah

Adab-Adab Meminta Izin

Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian masuk ke dalam rumah selain rumah kalian hingga kalian meminta izin.“ (An-Nur :27)
Allah Ta’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, hendaknya para budak kalian dan juga anak-anak yang belum baligh meminta izin kepada kalian.“ (An-Nuur : 58)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya meminta izin itu disyariatkan untuk menjaga pandangan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Berikut di antara adab-adab meminta izin: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • adab meminta izin
  • Adab Izin

Category: Akhlak dan Adab | 1 Comment »

Ahkam Al-Muhdits

October 24th, 2009 by Abu Muawiah

Ahkam Al-Muhdits
(Hukum-Hukum Orang Yang Berhadats)

Telah kita sebutkan di awal pembahasan kitab thaharah, bahwa thaharah adalah perbuatan menghilangkan hadats dan amalan yang semakna dengannya atau hilangnya najis. Dan kita juga telah mengetahui bahwa hadats terbagi menjadi dua: Akbar (besar) dan ashghar (kecil), dimana hadats akbar adalah hadats yang hanya bisa diangkat dengan mandi, sementara hadats kecil adalah hadats yang cukup diangkat dengan wudhu, dan pada keduanya jika tidak ada air maka diganti dengan tayammum.
Contoh hadats akbar adalah kekafiran, junub, serta haid dan nifas, sementara contoh hadats kecil adalah tidur, buang angin, dan buang air.
Adapun kali ini kami akan membahas mengenai hukum-hukum berkenaan dengan orang yang terkena hadats, baik akbar maupun ashghar. Ada banyak hukum berkenaan dengan mereka, akan tetapi di sini kami hanya akan membahas hukum yang sering dipertanyakan oleh sebagian kaum muslimin, yaitu:
1.    Hukum berzikir.
2.    Hukum membaca Al-Qur`an.
3.    Hukum menyentuh mushaf Al-Qur`an.
4.    Hukum masuk masjid.
5.    Hukum sujud syukur dan tilawah.
Bolehkah kelima amalan ini dilakukan oleh orang yang belum berwudhu setelah hadats kecil, atau orang junub, atau wanita haid dan nifas? Berikut uraiannya secara berurut: Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | 2 Comments »

Khilaf Adalah Tanda Ahlul Bid’ah

October 18th, 2009 by Abu Muawiah

Khilaf (Perselisihan) Adalah Tanda Ahlul Bid’ah

Allah ta’ala berfirman ;

{ إِنَّ الذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَ كَانُوْا شِيَعَا }
” Dan sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan menjadi berkelompok-kelompok ” – Al An’am : 159 –

Berkata Al Baghawi : ” Mereka adalah ahlul bid’ah wal ahwa’ (1)”
Berkata Ibnul Mubarak : ” Ahlus Sunnah tidaklah terdapat pada mereka perselisihan (2)” Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • khilaf adalah

Category: Manhaj | 2 Comments »

Arsip millist an-nashihah

October 17th, 2009 by abu yahya

Arsip millist an-nashihah

Berikut arsip jawaban atas pertanyaan-pertanyaan dari millist nashihah@yahoogroups.com, update tanggal 16 Oktober 2009, terkumpul 270 jawaban dari para ustadz pengasuh millist.
Semoga bermanfaat

Link : DOWNLOAD

Cara buka file:
1. Setelah dilakukan download file, simpan file tersebut di dalam hardisk (misal di my documents)
2. Kemudian extract file tersebut, akan muncul 2 file (nashihah.pst dan panduan.pdf )
3. Buka program Microsoft office outlook 2003
4. Klik file > open > outlook data file
5. kemudian cari file nashihah.pst (misal di my documents), kemudian klik OK
6. buka folder nashihah > inbox
7. Sekarang arsip jawaban ustadz di millist nashihah bisa dibaca tanpa harus online internet
8. Nantikan arsip jawaban ustadz dari millist nashihah@yahoogroups.com edisi berikutnya… insyaAllah

Incoming search terms:

  • jawaban barakallah

Category: Download | 6 Comments »

Iman Kepada Malaikat

October 16th, 2009 by Abu Muawiah

Iman Kepada Malaikat

Beriman kepada para malaikat dengan cara meyakini eksistensi (keberadaan) mereka, (membenarkan) nama-nama dan perbuatan-perbuatan mereka yang telah dikhabarkan kepada kita.
Allah -Ta’ala- berfirman, “Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 285)
Allah -Ta’ala- berfirman, “Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-Nabi”. (QS. Al-Baqarah: 177)
Karenanya barangsiapa yang tidak beriman kepada mereka dan mengingkari eksistensi/wujud mereka -sebagaimana yang diyakini oleh sebagian penganut filsafat- maka dia telah kafir berdasarkan kesepakatan kaum muslimin. Allah Ta’ala menyatakan, “Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”. (QS. An-Nisa`: 136) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • iman kepada malaikat

Category: Aqidah | 4 Comments »

Menikah Dengan Orang yang Beda Manhaj

October 11th, 2009 by Abu Muawiah

Menikah Dengan Orang yang Beda Manhaj

Tanya:
assalamu’alaikum ustadz, bagaimana hukumnya seseorang yg sdh mantap dgn manhaj salaf menikah dgn lain manhaj? bagaimana hukumnya kita tidak mau menikah kecuali dgn yg semanhaj ? bagaimana kita tahu seseorang itu jodoh kita atau bukan?
Ida <mbakrida@gmail.com>

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah. Allah Ta’ala dan Rasul-Nya telah mewajibkan atas setiap muslim dan muslimah untuk untuk selektif dalam memilih teman duduk dan teman bergaul, hendaknya dia hanya memilih teman yang baik agar agamanya tetap terjaga. Ini pada teman duduk, maka tentunya dalam memilih teman hidup itu harus lebih selektif dan hanya memilih yang betul-betul baik akidah dan manhajnya. Allah Ta’ala berfirman:
وَلاَ تَرْكَنُوْا إِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ
“Dan janganlah kalian condong kepada orang-orang yang zhalim yang menyebabkan kalian disentuh oleh api neraka.”
Dan dalam hadits Abu Musa Al-Asy’ari yang masyhur, Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- memperumpamakan teman duduk yang baik dengan penjual minyak wangi yang bisa memberikan manfaat kepada orang di dekatnya, sedangkan teman duduk yang jelek bagaikan pandai besi yang bisa memudharatkan orang di dekatnya (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Dan dalil-dalil lain yang semisal dengannya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • suami istri beda aliran pemahaman

Category: Jawaban Pertanyaan, Manhaj, Muslimah | 16 Comments »

Periksa HP Anda

October 11th, 2009 by Abu Muawiah

Periksa HP Anda

Berikut ini beberapa cara untuk mengetahui di negara mana Handphone anda di buat serta kualitasnya ( Khusus HP GSM ) :
– Langkah pertama : ketik *#06#
– Setelah itu akan muncul 15 angka no seri
Contoh : 316725104690216.
– Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 02 atau 20 = Hp tersebut dibuat di Asia dengan kualitas yang jelek.
– Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 08 atau 80 = Hp tersebut dibuat di Jerman dengan kualitas lumayan.
– Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 01 atau 10 = Hp tersebut dibuat di Finlandia dengan kualitas bagus.
– Jika angka Ke tujuh dan delapan adalah angka 00 = Hp tersebut dibuat di Perancis dengan kualitas paling baik.

Jika Handphone anda tidak termasuk dari salah satu di atas berarti HP anda adalah HP tidak original.

Sumber: http://finderonly.com/category/tips-dan-trik/page/7/ dengan judul: Cara untuk Mengetahui di Negara mana Handphone Anda di Buat

Category: Artikel Umum | 5 Comments »

Ada Apa Dengan Gempa di Sumatra?

October 10th, 2009 by Abu Muawiah

Ada Apa Dengan Gempa di Sumatra?

Tanya:
Bismillah. Ana mendapatkan selebaran di masjid yang berisi hubungan antara gempa di Sumatra dengan beberapa ayat dalam Al-Qur`an. Disebutkan di situ: Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam. 8.52. Lalu kita disuruh melihat ke Al-Qur`an surah 17 (Al-Isra`) ayat 16, ayat ke 58 dan surah 8 (Al-Anfal) ayat 52, yang ketiga ayat ini berisi keterangan tentang siksaan Allah kepada kaum yang bermaksiat.
Bagaimana hukumnya mempercayai hal ini dan hukum menyebarkan berita ini, apalagi sebagian teman mengatakan kalau berita ini juga tersebar lewat sms.
yahya (yahya.vila@yahoo.com)

Jawab:
Sebelumnya, pemastian bahwa kejadian ini adalah siksaan atau azab secara mutlak kepada semua korban adalah hal yang kurang tepat, apalagi mengarahkan makna ayat-ayat di atas kepada peristiwa di Sumatra. Hal itu karena yang meninggal banyak di antaranya kaum muslimin yang insya Allah bagus keislamannya. Dan jika ada musibah yang menimpa seorang muslim maka itu merupakan ujian baginya dan merupakan penghapus dosanya. Karenanya siksaan kepada orang kafir dikatakan azab sementara siksaan kepada kaum muslimin dikatakan cobaan. Jadi musibah gempa di Sumatra ini adalah azab bagi orang-orang kafir yang pantas menerimanya dan penghapus dosa bagi kaum muslimin yang meninggal, serta penghapus dosa dan peringatan bagi korban yang masih hidup dan bagi selainnya yang tidak mengalaminya. Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Jawaban Pertanyaan | 8 Comments »

Azan dan Iqamah di Telinga Bayi

October 8th, 2009 by Abu Muawiah

Azan dan Iqomah di Telinga Bayi

Sepanjang pemeriksaan kami, ada lima hadits yang menyebutkan masalah ini, berikut penjelasannya:
1. Hadits Abu Rafi’ Maula Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-.

رَأَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذَّنَ فِي أُذُنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍ حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ بِالصَّلاَةِ

“Saya melihat Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mengumandangkan azan di telinga Al-Hasan bin ‘Ali -seperti azan shalat- tatkala beliau dilahirkan oleh Fathimah.” Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • lafadz iqamah
  • adzan di telinga bayi
  • Azan bayi
  • mengazankan bayi baru lahir

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah, Seputar Anak | 13 Comments »

Seputar Ta’aruf

October 5th, 2009 by Abu Muawiah

Seputar Ta’aruf

Tanya:
Ust, kalau sebelum nazhar didahului dengan tukar-menukar biodata dari masing-masing calon pasangan, boleh nggak?
Abu Isa Sukabumi (085659565545)

Jawab:
Nggak apa-apa insya Allah dengan 3 syarat:
1. Kedua belah pihak harus jujur dalam informasinya.
2. Tanpa disertai foto dan no tlp calon.
3. Tanpa disertai keterangan detail tentang tubuh, yang dengannya bisa dikhayalkan bentuk tubuh calonnya.
Bahkan mungkin sebaiknya seperti ini sebelum nazhar, agar jika dari informasi keadaan si ikhwan/akhwat merasa tidak cocok dengan calon pasangannya -misalnya dalam hal tinggi atau warna kulit atau jenis rambut atau pekerjaan atau suku dan semisalnya-, jika dia merasa tidak cocok dengan itu maka tidak perlu dilanjutkan ke jenjang nazhar (saling melihat).
Syarat yang kedua dan ketiga harus perhatikan agar tidak timbul fitnah di antara keduanya baik lamarannya dilanjutkan atau dibatalkan. Wallahu a’lam

Incoming search terms:

  • taaruf
  • syarat taaruf
  • pertanyaan seputar taaruf

Category: Jawaban Pertanyaan, Muslimah | 6 Comments »