Archive for September, 2009

Puasa Enam Hari Syawal

September 27th, 2009 by Abu Muawiah

Puasa Enam Hari Syawal

Puasa enam hari di bulan syawal merupakan salah satu ibadah yang disunnahkan dalam syariat Islam, dimana dia merupakan pelengkap yang mengikuti puasa ramadhan. Dan puasa ini juga sebagai pembuktian apakah kita mendapatkan jenjang ketakwaan yang mejadi target dari puasa ramadhan ataukah tidak. Dimana di antara ciri wali-wali Allah -yang tidak lain adalah orang-orang yang bertakwa- adalah mengerjakan semua amalan yang sunnah setelah mengerjakan semua amalan yang wajib. Karenanya hendaknya seorang muslim mengamalkan puasa sunnah ini setelah dia mengamalkan puasa wajib ramadhan.
Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda dalam hadits Abu Ayyub Al-Anshari:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتَّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa ramadhan kemudian mengikutikan kepadanya enam hari dari syawal maka itu nilainya seperti puasa setahun penuh.” (HR. Muslim) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • puasa syawal

Category: Fiqh | 18 Comments »

Menyalati Jenazah Fasiq

September 26th, 2009 by Abu Muawiah

Menyalati Jenazah Fasiq

Tanya:
Bolehkah tidak ikut menyelenggarakan jenazah si mayit yang semasa hidupnya tidak shalat? (08524212????)

Jawab:
Ini kembalinya kepada permasalahan apakah orang yang meninggalkan shalat secara terus-menerus karena malas itu kafir atau tidak? Yang benarnya dalam masalah ini adalah pendapat mayoritas sahabat bahwa orang itu kafir jika telah tegak hujjah atasnya. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • cara menyalati jenazah
  • menyalati jenazah
  • hukum mensholatkan orang fasik

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 8 Comments »

Waktu Ta’ziah

September 26th, 2009 by Abu Muawiah

Waktu Ta’ziah

Tanya:
Assalamu alaikum ustadz ana mau tanya: Kapan waktu ta’ziah secara sunnah bagi wanita, apakah seketika meninggal ataukah setelah mayat dimakamkan, atau bagaimana? Jazakumullahu khairan. (08131430????)

Jawab:
Ta’ziah adalah amalan yang dikerjakan oleh kaum muslimin kepada saudaranya yang tertimpa musibah apa saja (bukan hanya terkhusus kematian) yang bertujuan untuk meringankan atau menghilangkan kesedihannya dan membuatnya kembali gembira. Dari definisi kita bisa mengetahui kalau lamanya waktu ta’ziah itu berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya tergantung berat tidaknya musibah yang dia hadapi. Maka selama orang tersebut masih merasakan kesedihan -walaupun sampai setahun misalnya- maka ta’ziah tetap disyariatkan sampai saat itu. Maka dalam hal ini dia bisa melakukan ta’ziah kepada orang tersebut baik sesaat setelah kematian kerabatnya maupun setelah penguburannya karena biasanya dia mengalami kesedihan di waktu tersebut. Dan hukum ini berlaku bagi lelaki dan wanita.
Adapun kalau yang ditanyakan adalah kapan dia seharusnya ke rumah mayat untuk menyampaikan belasungkawa, maka jawabannya kapan saja selama waktu itu tidak ada ikhtilat dan tidak ada maksiat berupa bid’ah dan selainnya yang sedang dikerjakan di situ. Dan perlu diketahui bahwa ta’ziah tidak harus dikerjakan ramai-ramai -apalagi sampai dirayakan- akan tetapi cukup dikerjakan orang per orang, Wallahul muwaffiq

Incoming search terms:

  • taziah

Category: Jawaban Pertanyaan | 1 Comment »

Tabungan Zakat Untuk Hewan Kurban

September 26th, 2009 by Abu Muawiah

Tabungan Zakat Untuk Hewan Kurban

Tanya:
Assalamu alaikum. Saya mengeluarkan zakat gaji saya 2,5% sebesar 230rb/bln dan saya menabungnya. Bolehkah tabungan zakat tersebut saya belikan qurban di hari idul adha nanti?

08524212????

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah.
Pertama perlu diketahui bahwa zakat penghasilan/profesi tidak dikenal dalam agama Islam. Orang yang pertama kali memunculkan bid’ah ini adalah seorang yang bernama Yusuf Al-Qardhawi, dan dia berdalih dengan dalil-dalil yang sangat lemah, padahal hukum asal harta seorang muslim tidak boleh diambil kecuali jika ada haknya. Di antara syarat wajib zakat adalah nishab telah berada di tangan selama setahun, sementara zakat profesi dia wajibkan keluar tiap bulannya, dan ini adalah kebatilan. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 11 Comments »

Kencing Bayi yang Baru Mengonsumsi ASI

September 20th, 2009 by Abu Muawiah

Kencing Bayi yang Baru Mengonsumsi ASI

Tanya:
Bismillah. Afwan ustadz, bagaimana hukumnya kencing bayi laki-laki yang masih mengonsumsi ASI dan dibantu dengan susu formula? Dan bagaimana cara membersihkannya?

08525563????

Jawab:
Pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah bahwa kencing anak laki-laki dan perempuan yang belum mengonsumsi apa-apa selain ASI -apalagi jika sudah mengonsumsi makanan lainnya-, adalah najis berdasarkan keumuman dalil akan najisnya kencing.
Adapun hadits:

يُغْسَلُ مِنْ بَوْلِ اَلْجَارِيَةِ, وَيُرَشُّ مِنْ بَوْلِ اَلْغُلَام

“Kencing bayi perempuan dicuci dan kencing bayi laki-laki cukup dipercikkan dengan air.” (HR. Abu Daud dan An-Nasai dari Abu As-Samh) Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Seputar Anak | 3 Comments »

Hukum Kompas Pada Penentuan Kiblat

September 20th, 2009 by Abu Muawiah

Hukum Kompas Pada Penentuan Kiblat

Tanya:
Bismillah. Ustadz, bolehkah menggunakan kompas khusus untuk menentukan arah kiblat agar terhindar dari salah arah? Barakallahu fiik

Ibn Romin Al-Jakarti
021959????

Jawab:
Boleh menggunakan kompas untuk menentukan arah kiblat, karena tidak diragukan bahwa menghadap tepat ke arah kiblat itu yang lebih utama. Hanya saja para ulama menyebutkan bahwa barangsiapa yang tidak melihat ka’bah secara langsung maka dia diperbolehkan untuk hanya menghadap ke arah ka’bah (dalam hal ini barat bagi Indonesia). Kalau demikian keadaannya penggunaan ini kompas ini diperbolehkan akan tetapi tidak diwajibkan.
Adapun jika sebuah masjid sudah dibangun dengan menghadap ke arah barat, lantas ketika diukur dengan kompas ternyata menyimpang beberapa derajat dari arah tepat ka’bah. Apakah kiblat masjidnya harus dirubah ataukah dibiarkan seperti itu?
Jawabannya bisa dilihat di: http://al-atsariyyah.com/?p=168

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 3 Comments »

Riba Hutang-Piutang

September 20th, 2009 by Abu Muawiah

Riba Hutang-Piutang

Tanya:
Assalamu alaikum. Afwan apakah dibolehkan muamalah seperti ini:
Si A meminjam uang kepada si B sebanyak 1 juta rupiah dengan perjanjian nanti dia harus melunasinya dalam bentuk batu bata sebanyak 4000 buah (jadi RP. 250/bata) padahal harga bata ketika itu adalah Rp. 400/bata. Sehingga si B bisa menjual bata tersebut dengan harga bata ketika itu.

0812426?????

Jawab:
Waalaikumussalam warahmatullah. Yang nampak muamalah seperti ini tidak boleh karena pada hakikatnya muamalah ini adalah riba dalam hutang piutang. Hakikatnya si A meminjam uang 1 juta dan harus dia kembalikan 1.6 juta, walaupun si B melakukan hilah (tipuan) dengan memasukkan masalah batu bata di antaranya. Wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • riba dalam hutang piutang
  • makalah hutang piutang
  • makalah riba
  • MAKALAH TENTANG RIBA

Category: Ekonomi Islam, Jawaban Pertanyaan | 1 Comment »

Empat Faidah Seputar Dua Shalat Id

September 15th, 2009 by Abu Muawiah

Empat Faidah Seputar Dua Shalat Id

Ini adalah beberapa masalah yang kami pilih dari tulisan Ust. Abu Zakariya -hafizhahullah- dari risalah yang beliau tulis dengan judul: Risalah Ringkas Seputar Tuntunan Pelaksanaan Shalat Iedul Fithri dan Iedul Adha. Risalah ini secara lengkap juga bisa dilihat di blog: www.salafivilla.blogspot.com bagian fiqhi hadits.

1. Apakah Mengangkat tangan disaat takbir ?
Keterangan:
Perihal mengangkat tangan disaat takbir tambahan, terdapat perbedaan dikalangan ulama. Diantara mereka ada yang membolehkan mengangkat tangan sebagaimana mengangkat tangan pada takbiratul ihram. Dan ini merupakan pendapat Asy-Syafi’i, Ahmad, Abu Hanifah, Al-Auza’i, Atha’, Ibnul Mundzir, Al-Bukhari dan selain mereka. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | 4 Comments »

Seputar Lailatul Qadr

September 11th, 2009 by Abu Muawiah

Seputar Lailatul Qadr

Sebab Penamaan Lailatul Qadr
Imam Ath-Thabari menyebutkan beberapa sebab malam yang mulia ini dinamakan Lailatul Qadr:
Ada yang mengatakan karena pada malam itu Allah menetapkan qadr (takdir) hamba-hambaNya untuk tahun itu sampai tahun depannya. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | 5 Comments »

Seputar Kaffarah

September 11th, 2009 by Abu Muawiah

Seputar Kaffarah

Yang menjadi dalil pokok pada pembahasan ini adalah hadits Abu Hurairah dia berkata:

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى اَلنَّبِيِّ  فَقَالَ: هَلَكْتُ يَا رَسُولَ اَللَّهِ. قَالَ: ” وَمَا أَهْلَكَكَ ? ” قَالَ: وَقَعْتُ عَلَى اِمْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ، فَقَالَ: ” هَلْ تَجِدُ مَا تَعْتِقُ رَقَبَةً? ” قَالَ: لَا. قَالَ: ” فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ? ” قَالَ: لَا. قَالَ: ” فَهَلْ تَجِدُ مَا تُطْعِمُ سِتِّينَ مِسْكِينًا? ” قَالَ: لَا, ثُمَّ جَلَسَ, فَأُتِي اَلنَّبِيُّ  بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ. فَقَالَ: ” تَصَدَّقْ بِهَذَا “, فَقَالَ: أَعَلَى أَفْقَرَ مِنَّا? فَمَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ إِلَيْهِ مِنَّا, فَضَحِكَ اَلنَّبِيُّ  حَتَّى بَدَتْ أَنْيَابُهُ، ثُمَّ قَالَ: “اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ “

Ada seorang lelaki yang mendatangi Nabi   lalu berkata, “Saya telah binasa wahai Rasulullah,” beliau bertanya, “Apa yang membuat kamu binasa?” dia menjawab, “Saya melakukan jima’ dengan istriku dalam bulan ramadhan.” Maka beliau bersabda, “Apakah kamu bisa membebaskan seorang budak?” dia menjawab, “Tidak.” Beliau bertanya lagi, “Apakah kamu sanggup berpuasa dua bulan berturut-turut?” dia menjawab, “Tidak.” Beliau kembali bertanya, “Apakah kamu bisa memberi makan 60 orang miskin?” dia menjawab, “Tidak.” Kemudian orang itu duduk lalu Nabi   datang dengan membawa sekeranjang besar korma lalu bersabda, “Bersedekahlah dengan ini.” Dia menjawab, “Apakah kepada orang yang lebih miskin daripada kami? Tidak ada satu keluarga pun di antara dua dinding kampung itu yang lebih membutuhkan makanan ini daripada kami.” Maka Nabi   tertawa hingga nampak gigi taring beliau. Kemudian beliau bersabda, “Pergilah lalu beri makan keluargamu dengan ini.” (HR. Al-Bukhari no. 1936 dan Muslim no. 1111) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • kaffarah
  • kaffarah dalam islam

Category: Fiqh | 6 Comments »