Archive for June, 2009

Mewujudkan Mutaba’ah Dalam Ibadah

June 22nd, 2009 by Abu Muawiah

Mewujudkan Mutaba’ah Dalam Ibadah

Sebagai kelanjutan dari pembahasan ikhlas –yang merupakan syarat pertama diterimanya ibadah-, maka syarat yang kedua diterimanya amalan adalah memurnikan ittiba’ (pengikutan) kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam-.
Ini adalah konsekuensi syahadat yang kedua yaitu persaksian bahwa Muhammad adalah utusan Allah Ta’ala kepada para hamba agar mengajari mereka cara penyembahan kepada-Nya. Dan ini juga merupakan salah satu rukun dari syahadat yang kedua ini, yaitu tidak menyembah Allah kecuali dengan sesuatu yang beliau -Shallallahu alaihi wasallam- syari’atkan.
Jadi, Allah tidaklah boleh disembah dengan bid’ah, tidak pula dengan hawa nafsu, adat istiadat, kebiasaan, perasaan, atau anggapan-anggapan yang ia pandang baik. Karena sesungguhnya asal bagi suatu ibadah itu adalah syari’at. Nanti dikatakan ibadah kalau disyari’atkan. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • mutabaah
  • mutaba\ah zahir dan batin

Category: Aqidah | 1 Comment »

Mengenal Darah Nifas

June 22nd, 2009 by Abu Muawiah

Mengenal Darah Nifas

Definisi Nifas
Nifas secara bahas mempunyai tiga makna: Darah (an-nafs), lepas dari kesulitan (an-nafas) dan keluar dari lobang (at-tanfis).
Adapun secara istilah, maka Ibnu Muflih dari kalangan Al-Hanabilah mengatakan, “Dia adalah darah yang dikeluarkan oleh rahim ketika akan melahirkan dan setelahnya sampai pada waktu yang tertentu.”
Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Nifas adalah darah yang keluar dari rahim disebabkan kelahiran, baik bersamaan dengan kelahiran itu, sesudahnya atau sebelumnya (2 atau 3 hari) yang disertai rasa sakit.”
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata, “Darah yang dilihat seorang wanita ketika mulai merasa sakit adalah darah nifas.” Maksudnya yaitu rasa sakit yang kemudian disertai kelahiran. Jika tidak, maka itu bukan nifas. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • nifas
  • darah nifas
  • nifas adalah

Category: Fiqh | 3 Comments »

Makna Ikhlas Dalam Ibadah

June 22nd, 2009 by Abu Muawiah

Makna Ikhlas Dalam Ibadah

Ketahuilah wahai saudaraku kaum muslimin -semoga Allah memberikan hidayah kepadaku dan kepada kalian untuk berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah-, sesungguhnya Allah Ta’ala tidak akan menerima suatu amalan apapun dari siapa pun kecuali setelah terpenuhinya dua syarat yang sangat mendasar dan prinsipil, yaitu:
1.    Amalan tersebut harus dilandasi keikhlasan hanya kepada Allah, sehingga pelaku amalan tersebut sama sekali tidak mengharapkan dengan amalannya tersebut kecuali wajah Allah Ta’ala.
2.    Kaifiat pelaksanaan amalan tersebut harus sesuai dengan petunjuk Rasulullah -Shallallahu alaihi wa ala alihi wasallam-. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • ikhlas dalam beribadah
  • makna ikhlas
  • keikhlasan dalam beribadah
  • ikhlas dalam ibadah
  • makna ikhlas dalam beribadah

Category: Aqidah | 11 Comments »

Keutamaan Menziarahi Kubur Nabi

June 8th, 2009 by Abu Muawiah

Keutamaan Menziarahi Kubur Nabi
-Shallallahu alaihi wasallam-

“Barangsiapa yang menunaikan ibadah haji ke Ka’bah lalu dia tidak menziarahi aku maka dia telah berbuat kasar kepadaku.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Adi (7/2480), Ibnu Hibban dalam Adh-Dhuafa` (2/73) dan dari jalannya, Ibnu Al-Jauzi dalam Al-Maudhuat (2/217). Semuanya dari jalan Muhammad bin Muhammad bin An-Nu’man bin Syabl dari kakeknya dia berkata: Malik menceritakan kepada kami dari Nafi’ dari Ibnu Umar secara marfu’. Read the rest of this entry »

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah | 1 Comment »

Mengenal Darah Istihadhah

June 8th, 2009 by Abu Muawiah

Mengenal Darah Istihadhah

Definisi Istihadhah
Secara bahasa, dikatakan: “Wanita itu terkena istihadhah,” kalau darahnya terus keluar padahal adat haidnya telah berakhir. [Mukhtar Ash-Shihah hal. 90]
Adapun secara istilah, maka ada beberapa definisi di kalangan ulama. Akan tetapi mungkin bisa disimpulkan sebagai berikut: Istihadhah adalah darah yang berasal dari urat yang pecah/putus, yang keluarnya bukan pada masa adat haid dan nifas -dan ini kebanyakannya-, tapi terkadang juga keluar pada masa adat haid dan saat nifas. Karena dia adalah darah berupa penyakit, maka dia tidak akan berhenti mengalir sampai wanita itu sembuh darinya.
Karena itulah, darah istihadhah ini kadang tidak pernah berhenti keluar sama sekali dan kadang berhentinya hanya sehari atau dua hari dalam sebulan.
[Lihat: Al-Ahkam Al-Mutarattibah ala Al-Haidh wa An-Nifas wa Al-Istihadhah hal. 16-17] Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • Darah istihadhah
  • istihadhah
  • ciri-ciri darah istihadah
  • Darah istihadah
  • ciri darah haid

Category: Fiqh, Muslimah | 38 Comments »