Archive for May, 2009

Duduknya Nabi -shallallahi alaihi wasallam- di Atas Arsy Allah

May 30th, 2009 by Abu Muawiah

Duduknya Nabi -shallallahi alaihi wasallam- di Atas Arsy Allah

Dari Aisyah -radhiallahu anha- dia berkata, “Rasulullah -shallallahi alaihi wasallam- ditanya tentang al-maqam al-mahmud (kedudukan yang terpuji), maka beliau menjawab, “Rabbku menjanjikan kepadaku untuk duduk di atas arsy.”

Hadits ini disebutkan oleh Imam Ibnul Jauzi -rahimahullah- dalam kitabnya Daf’u Syibhi At-Tasybih hal. 244 -sebagaimana dalam Tahshil ma fata at-tahdits hal. 21-25- tanpa menyebutkan sanadnya dan tidak pula menyebutkan siapa yang meriwayatkannya. Setelah itu beliau berkata, “Ini adalah hadits palsu, tidak shahih dari Rasulullah -shallallahi alaihi wasallam-.” Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • arsy allah
  • arsy

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah | 3 Comments »

Kaidah Penetapan Nama dan Sifat Allah

May 30th, 2009 by Abu Muawiah

Kaidah Penetapan Nama dan Sifat Allah Ta’ala

Secara umum, manhaj ahlussunnah dalam menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah: Menetapkan nama dan sifat bagi Allah dengan nama dan sifat yang Dia sifatkan diri-Nya dengannya dan dengan apa yang para rasul-Nya sifatkan Dia dengannya, di atas dua kaidah ‘menetapkan tanpa menyerupakannya dengan makhluk’ dan ‘menyucikan sifat Allah dari penyerupaan dengan makhluk akan tetapi tidak sampai menolak sifat tersebut’. Allah Ta’ala telah menggabungkan kedua kaidah ini dalam firman-Nya, “Tidak ada sesuatu pun yang semisal dengan-Nya dan Dia lah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • perbedaan nama allah dan sifatnya
  • perbedaan antara nama allah dan sifatnya
  • NAMA DAN SIFAT ALLAH

Category: Aqidah | 6 Comments »

Mengenal Hukum-Hukum Haid (2)

May 30th, 2009 by Abu Muawiah

Mengenal Hukum-Hukum Haid (2)

Sebagai lanjutan dari pembahasan haid yang telah berlalu, berikut beberapa masalah yang belum sempat kami bawakan pada dua edisi sebelumnya:

Hukum ash-shufrah (cairan kuning yang bercampur merah) dan al-kudrah (cairan keruh yang menyerupai nanah).
Dari Ummu Athiyah -radhiallahu anha- dia berkata, “Kami (di zaman Nabi) sama sekali tidak menghukumi ash-shufrah dan al-kudrah sebagai haid, kalau keduanya keluar setelah masa suci.” (HR. Abu Daud no. 307, An-Nasai: 1/186 dan Ibnu Majah no. 647) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • HUKUM HAID
  • tanda suci haid

Category: Fiqh | 3 Comments »

Adab Berkendaraan dan Berjalan

May 18th, 2009 by Abu Muawiah

Adab Berkendaraan Dan Berjalan

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Dialah Dzat yang telah menciptakan segala sesuatu bagi kalian slaing berpasang-pasangan, da menjadikan bagi kalian apa yang kalian kapal, binatang ternak dan tunggangan yang kalian kendarai. Agar kalian duduk diatas punggungnya kemudian kalian  mengingat nikmat Rabb kalian apabila kalian telah brada diatasnya, dan kalian mengucapkan: Subhanallahi alladzii sakhkhara lanaa hadzaa wa maa kunnaa lahu muqribiin wa innaa ilaa Rabbinaa lamunqalibuun – Maha Suci Rabb kami yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak sanggup untuk menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami.” (QS. Az-Zukhruf : 12-13 ).

Di antara adab-adab berkendaraan dan berjalan: Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab | 1 Comment »

Tauhid Al-Asma` wa Ash-Shifat

May 15th, 2009 by Abu Muawiah

Tauhid Al-Asma` wa Ash-Shifat

Yang dimaksud dengan tauhid ini ialah mengesakan Allah Ta’ala pada seluruh nama dan sifat yang dimiliki-Nya. Tauhid ini mengandung dua rukun penting:
1. Penetapan, yang dimaksud adalah menetapkan bagi Allah Ta’ala seluruh nama dan sifat-Nya. Maka tidaklah kita menetapkan nama bagi Allah Ta’ala kecuali dengan nama yang Allah Ta’ala tetapkan bagi diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Demikian pula tidaklah kita menetapkan sifat bagi Allah Ta’ala kecuali dengan sifat yang Allah Ta’ala tetapkan bagi diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • tauhid asma wa sifat
  • tauhid al asma waal sifat

Category: Aqidah | 2 Comments »

Mengenal Hukum-Hukum Haid (1)

May 11th, 2009 by Abu Muawiah

Mengenal Hukum-Hukum Haid (1)

Pembahasan fiqhi kita pada edisi ini sudah sampai pada bab terakhir dari kitab tentang thaharah (bersuci), yaitu bab tentang haid, nifas dan istihadhah. Bab ini termasuk bab terpenting dalam masalah thaharah, sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Abidin -rahimahullah- dalam Radd Al-Muhtar (1/282), “Mengetahui masalah-masalah yang ada di dalamnya termasuk dari perkara-perkara penting yang terbesar, karena banyak sekali hukum-hukum yang dibangun dari masalah (haid) ini.” Karenanya wajib atas seorang wanita atau yang bertanggung jawab terhadapnya untuk mempelajari masalah haid ini. Asy-Syarbini  -rahimahullah- berkata dalam Mughni Al-Muhtaj (1/120), “Wajib atas wanita untuk mempelajari ilmu yang dia butuhkan berupa hukum-hukum haid, istihadhah, dan nifas. Kalau suaminya berilmu tentangnya maka dia harus mengajari istrinya, dan kalau tidak maka boleh bagi wanita tersebut untuk keluar rumah guna bertanya kepada ulama, bahkan itu wajib atasnya. Dan diharamkan bagi suaminya (dalam hal ini) untuk melarangnya keluar, kecuali kalau dia (suami) yang bertanya lalu mengabarkan jawabannya kepada istrinya sehingga istrinya tidak perlu keluar.” Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • bab haid
  • hukum haid tidak teratur
  • hukum menstruasi
  • tentang haid

Category: Fiqh | 109 Comments »

Hukum Islam Kepada Para Koruptor

May 6th, 2009 by Abu Muawiah

Hukum Islam Kepada Para Koruptor

Beliau pernah memotong tangan orang yang mencuri sebuah perisai yang harganya 3 dirham.(1)
Beliau juga pernah menetapkan bahwa tangan pencuri tidak boleh dipotong kalau hasil curiannya kurang dari ¼ dinar. (HR. Al-Bukhari (12/89), Muslim (1684), Malik (2/832), At-Tirmidzi (1445) dan Abu Daud (4383) dari hadits Aisyah -radhiallahu anha-.)
Telah shahih dari beliau bahwa beliau bersabda, “Potonglah tangan pada pencurian senilai ¼ dinar, dan jangan kalian memotong kalau nilainya di bawah dari itu.” Disebutkan oleh Imam Ahmad -rahimahullah-. (HR. Ahmad (6/80) dari hadits Aisyah -radhiallahu anha- dengan sanad yang kuat)
Aisyah -radhiallahu anha- berkata, “Tidak pernah ada pemotongan tangan pencuri di zaman Rasulullah r pada curian yang nilainya kurang dari harga perisai, tameng dan setiap dari benda ini mempunyai nilai.” (HR. Al-Bukhari (12/89), Muslim (1684) dan Malik dalam Al-Muwaththa` (2/832))
Telah shahih dari beliau bahwa beliau bersabda, “Allah melaknat pencuri yang mencuri seutas tali lalu tangannya dipotong, dan yang mencuri sebutir telur lalu tangannya dipotong.” (HR. Al-Bukhari (12/94), Muslim (1687) dan An-Nasa`i (8/65)) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum pencurian dalam islam
  • pencurian dalam hukum islam

Category: Fiqh | 3 Comments »