Archive for February, 2009

Bersuci Dengan Air Hangat

February 25th, 2009 by Abu Muawiah

Bersuci Dengan Air Hangat

Aisyah berkata, “Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- masuk menemuiku sementara saya telah menghangatkan air dengan sinar matahari. Maka beliau bersabda, “Jangan kamu lakukan itu wahai Humaira (Aisyah) karena itu bisa menyebabkan penyakit sopak.”

Hadits ini diriwayatkan oleh Ad-Daraquthni (1/38), Ibnu Adi dalam Al-Kamil (3/912) dan Al-Baihaqi (1/6) dari jalan Khalid bin Ismail dari Hisyam bin Urwah dari ayahnya dari Aisyah. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • mandi junub dengan air hangat
  • Mandi wajib dengan air hangat
  • Mandi besar dengan air hangat

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah | 7 Comments »

Karakteristik Al-Aqidah Al-Islamiah

February 25th, 2009 by Abu Muawiah

Karakteristik Al-Aqidah Al-Islamiah

Karakteristik (Khashaish) adalah sebuah sifat baik yang sesuatu menjadi istimewa dengannya dan tidak ada sesuatu pun selainnya yang mempunyai sifat tersebut.
Karakteristik aqidah islamiah sangatlah banyak, di sini kami hanya akan menyebutkan sebagiannya:
1. Dia adalah aqidah ghaibiah (berkenaan dengan masalah ghaib).
Allah Ta’ala berfirman, “Alif Lam Mim. Inilah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, merupakan hidayah bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib.” (QS. Al-Baqarah: 1-3)
Hampir seluruh permasalahan aqidah islamiah yang wajib diimani oleh seorang hamba adalah bersifat ghaib, seperti rukun iman yang enam beserta rinciannya yang telah kita singgung di atas. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • karakteristik aqidah islam
  • KARAKTERISTIK KAFIR

Category: Aqidah | 7 Comments »

Adab Berpakaian dan Berhias

February 23rd, 2009 by Abu Muawiah

Adab Berpakaian dan Berhias

Allah -Ta’ala- berfirman :
“Wahai bani Adam, telah kami turunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi auratkalian dan juga perhiasan. Sedangkan pakaian takwa , demikian itu lebih baik. Demikian itu adalah salah satu dari ayat-ayat Allah, agar mereka mau mengingatnya. Wahai Bani Adam, janganlah sampai syaithan menimpakan fitnah kepada kalian sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua orang tua kalian dari surga, dan meninggalkan pakaian mereka berdua sehingga auratnya tersingkap. Sesungguhnya syaithan, dia dan pengikutnya dapat melihat kalian dari tmepat yang kalian tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan para syaithan sebagai wali bagi orang-orang yang tidak beriman.“ ( Al-A’raf : 26 – 27 ).
Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash radhiallahu ‘anhuma, dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Makan, minum, bersedekah dan berpakainlah kalian tanpa berlebih-lebihan dan berbuat kesombongan” .

Di antara adab-adab mengenakan pakaian dan berhias : Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • adab berhias
  • adab berpakaian dan berhias
  • berpakain
  • adab berhias menurut islam
  • adab berhias dalam islam

Category: Akhlak dan Adab | 24 Comments »

Mana yang afdhal, orang kaya yang bersyukur ataukah orang miskin yang bersabar?

February 18th, 2009 by Abu Muawiah

Mana yang Afdhal, Orang Kaya yang Bersyukur Ataukah Orang Miskin yang Bersabar?

Yang benar dalam permasalahan ini adalah: Bahwa orang kaya yang bersyukur itu lebih utama daripada orang miskin yang bersabar. hal ini berdasarkan banyak dalil, di antaranya:
1. Hadits Abu Hurairah -radhiallahu anhu- tentang kisah datangnya orang-orang fakir Al-Muhajirin kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- lalu mereka berkata, “Para pemilik harta telah pergi jauh (meninggalkan kami) dengan membawa banyak pahala,” kemudian tatkala mereka berkata, “Saudara-saudara kami yang kaya mengetahui amalan (zikir) itu lalu mereka pun mengerjakan seperti apa yang kami kerjakan.” Maka beliau bersabda, “Itulah (kekayaan) keutamaan Allah yang Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki.”
2. Di antara dalilnya adalah: Bahwa manfaat (kebaikan) dari orang kaya yang bersyukur juga akan mengenai orang di sekitarnya (dengan sedekah dan semacamnya). Sementara manfaat dari orang miskin yang sabar hanya didapatkan oleh dirinya seorang.
3. Di antaranya adalah: Bahwa orang yang kaya akan didatangi oleh banyak syahwat, lalu dia berjihad melawan jiwanya dan mengekang hawa nafsunya dari semua syahwat yang diharamkan, sehingga dia bisa menjadi orang yang bersyukur. (Berbeda halnya dengan orang yang miskin)

[Fawaid Ammah 6, Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi -hafizhahullah-. Dan tulisan di dalam kurung adalah dari kami]

Incoming search terms:

  • siapakah yang lebih baik antara orang kaya yang bersyukur dan orang miskin yang bersabar

Category: Tahukah Anda? | 8 Comments »

Shalat Taubat dan Syaratnya

February 18th, 2009 by Abu Muawiah

Shalat Taubat dan Syaratnya

Tanya:
Apakah ada shalat taubat? Tolong sebutkan syarat-syarat orang yang bertaubat?

085215547574

Jawab:
Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)
Hadits di atas dijadikan dalil oleh para ulama akan adanya shalat sunnah taubat, sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul dalam kitabnya Bughyatul Muthathawwi’ fii Shalat at-Tatawwu’.
Dan hadits ini juga didukung oleh keumuman firman Allah Ta’ala, “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran : 135) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • shalat taubat
  • sholat taubat
  • sholat tobat
  • shalat tobat
  • solat taubat

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan | 132 Comments »

Hukum-Hukum Seputar Tayammum

February 16th, 2009 by Abu Muawiah

Hukum-Hukum Seputar Tayammum

Definisi Tayammum:
Tayammum adalah keinginan/kehendak untuk mengusap wajah dan kedua tangan dalam bentuk yang khusus dengan niat pembolehan –mengerjakan- shalat dan semisalnya. Ibnu as-Sukait mengatakan, “Firman Allah ta’ala, “Dan kalian tidak mendapatkan air, maka tayammum-lah kalian dengan tanah yang baik.” Yaitu menghendaki –pemakaian- tanah. Lalu pemakaian mereka telah meluas hingga kata tayammum diinterpretasikan sebagai mengusap wajah dan kedua tangan dengan tanah.” Demikian yang dikutip oleh al-Hafizh di dalam Fathul Bari.

Dalil-Dalil disyariatkannya Tayammum:
Adapun dalil pensyariatan tayammum didalam al-Qur`an, firman Allah Ta’ala, “Dan jikalau kalian dalam keadaan sakit atau dalam perjalanan atau seseorang diantara kalian baru saja buang hajat atau menggauli wanita, kemudian kalian tidak mendapatkan air, maka kalian lakukanlah tayammum dengan tanah yang baik. Usaplah wajah kalian dan tangan kalian dari tanah tersebut.” (QS. Al-Maidah: 6) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • tayammum
  • Hukum tayamum
  • hukum tayammum

Category: Fiqh | 9 Comments »

Ceramah Pengganti Musik Dalam Khitanan

February 9th, 2009 by Abu Muawiah

Ceramah Pengganti Musik Dalam Khitanan

Bagaimana hukumnya kalau acara khitanan diisi ceramah, sebagai pengganti electon (musik). Jazakumullahu khairan.

0852427*****

Jawab: Tidak boleh mengadakan acara nyanyian dan tidak juga musik, tidak pada acara ini (khitanan) dan tidak pula pada acara-acara selainnya, karena dia (lagu dan musik) adalah perkara yang diharamkan. Demikian pula ceramah agama, tidak dianjurkan adanya ceramah agama di tengah-tengah acara khitan. Tidak ada satupun dalil yang menunjukkan (disyari’atkannya) muhadhoroh atau ceramah di tengah-tengah acara khitanan, walhamdulillah.

[Dijawab oleh Asy-Syaikh Jamil As-Shilwi, salah seorang pengajar di Darul Hadits Dammaj]

Incoming search terms:

  • ceramah khitanan

Category: Jawaban Pertanyaan | Comments Off on Ceramah Pengganti Musik Dalam Khitanan

Apakah seorang salafy harus bisa bahasa Arab?

February 9th, 2009 by Abu Muawiah

Apakah seorang salafy harus bisa bahasa Arab?

Tanya:
Apakah yang pantas menisbatkan dirinya kepada Ahlus Sunnah/Salafy hanya orang-orang yang pandai bahasa Arab atau yang mondok saja?
Lalu bagaimana dengan orang awwam yang menafkahi keluarganya sedangkan mereka mengikuti sunnah semampu mereka, tidak melakukan bid’ah. Apakah mereka juga bisa dinisbahkan kepada salafy?

Wiwit-Bekasi

Jawab:
Iya, semua orang yang berpegang teguh kepada Al-Kitab dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dari kalangan tabi’in dan sholihin setelah mereka, maka dia adalah seorang salafy. Baik dia orang Arab atau orang ajam (non-Arab), baik dia seorang alim atau penuntut ilmu atau orang awam. Selama dia tidak mendahulukan sesuatu apapun di atas Allah dan Rasul-Nya, maka dia adalah seorang salafy, sunny.

[Jawaban dari Asy-Syaikh Jamil Ash-Shilwi di Ma’had Darul Hadits Dammaj, dengan sedikit perubahan]

Category: Jawaban Pertanyaan, Manhaj | 1 Comment »

Pemerintah dan Ulama

February 7th, 2009 by Abu Muawiah

Pemerintah dan Ulama

صِنْفَانِ مِنْ أُمَّتِي إِذَا صَلَحَا, صَلَحَ سَائِرُ النَّاسِ: الأُمَرَاءُ وَالْعُلَمَاءُ

“Ada dua golongan dari umatku, kalau keduanya baik maka akan baiklah seluruh manusia: Para pemerintah dan para ulama.”

As-Syaikh Nashir Al-Albani -rahimahullah- berkata dalam Adh-Dhaifah (1/70/no. 16):
Hadits ini diriwayatkan oleh Tammam dalam Al-Fawaid (1/238), Abu Nuaim dalam Al-Hilyah (4/96) dan Ibnu Abdil Barr dalam Jami’ Bayan Al-Ilmi (1/184) dari jalann Muhammad bin Ziyad Al-Yasykuri dari Maimun bin Mihran dari Ibnu Abbas secara marfu’.
Ini adalah sanad yang palsu.
Ahmad berkomentar tentang Muhammad bin Ziyad ini, “Seorang pendusta yang rusak matanya, dia membuat hadits-hadits palsu.” Ibnu Main dan Ad-Daraquthni berkata, “Seorang pendusta,” dan Abu Zur’ah serta selainnya juga menghukumi dia sebagai pendusta.
Hadits ini termasuk dari hadits-hadits yang dibawakan oleh As-Suyuthi dalam Al-Jami’ padahal hadits ini bertentangan dengan pensyaratannya dalam kitab itu. Al-Ghazali juga membawakan hadits ini dalam Al-Ihya` (1/6) dengan memastikan penisbatannya kepada Nabi -shallallahu alaihi wasallam-. Dan Al-Hafizh Al-Iraqi -pentakhrij kitabnya- berkata -setelah menisbatkan periwayatan hadits ini kepada Ibnu Abdil Barr dan Abu Nuaim-, “Sanadnya lemah.”

Category: Ensiklopedia Hadits Lemah | 2 Comments »

Mengenal Aqidah Islamiah

February 7th, 2009 by Abu Muawiah

Mengenal Aqidah Islamiah

Aqidah islamiah adalah aqidah yang Allah Ta’ala utus para rasul dengan membawanya, menurunkan kitab-kitab untuk menjelaskannya serta mewajibkan kepada jin dan manusia untuk menerima dan mengamalkannya.
Allah Ta’ala berfirman, “Sungguh kami telah mengutus rasul kepada setiap umat, untuk menyerukan: Hendaknya kalian semua menyembah Allah dan jauhilah taghut (semua sembahan selain Allah).” (QS. An-Nahl: 36) Allah Ta’ala berfirman, “Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, agar kamu tidak menyembah selain Allah.” (QS. Hud: 1-2) dan Allah Ta’ala berfirman, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka semua beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Melihat kenyataan dan urgensi aqidah islamiah di atas, maka sudah sepantasnya bagi setiap manusia -terlebih lagi seorang muslim- untuk menghabiskan seluruh umurnya untuk memperhatikannya, mempelajarinya dan mengamalkannya karena memang hanya untuk itulah Allah menciptakan mereka.
Karenanya pada pembahasan kali ini kami akan mengangkat permasalahan ini, maka kami katakan: Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • aqidah islamiah
  • akidah islamiah

Category: Aqidah | 2 Comments »