Archive for December, 2008

Bai’ul Murabah Lil Amiri Bisy Syira`

December 31st, 2008 by Abu Muawiah

Bai’ul Murabah Lil Amiri Bisy Syira`
(Jual Beli Keuntungan Bagi Yang Meminta Pembelian)

Jual beli keuntungan bagi yang meminta pembelian adalah bila seseorang (disebut pihak pertama) yang tidak memiliki uang tunai untuk membeli suatu barang maka ia pun datang kepada seorang pedagang atau pihak tertentu (disebut pihak kedua) yang mampu membelikan dan membayarkan untuknya barang tersebut secara tunai dari seorang penjual (disebut pihak ketiga) lalu pihak pertama membayar kepada pihak kedua secara kredit.

Hukumnya:
Kebanyakan ulama di zaman ini berpendapat bahwa jual beli keuntungan bagi yang meminta pembelian adalah boleh dengan ketentuan tidak disertai keharusan dari pihak kedua atas pihak pertama untuk membeli barang tersebut. Apabila ada keharusan maka hal tersebut masuk ke dalam kategori menjual sesuatu yang belum ia miliki dan ini adalah terlarang berdasarkan hadits Hakim bin Hizam secara marfu’ : Read the rest of this entry »

Category: Ekonomi Islam | 12 Comments »

Info Al-Atsariyyah

December 28th, 2008 by Abu Muawiah

Info Al-Atsariyyah

1. Insya Allah akan segera terbit Jurnal Islami Al-Atsariyyah, yang terbit tiap bulan -insya Allah-.
Ketebalan sekitar 24 halaman yang berisi rubrik: Aqidah, Fiqhi, Mabhats, Ensiklopedia Hadits Lemah, Musthalah Al-Hadits, Ushul Al-Fiqhi, Al-Qawaid Al-Fiqhiah dan Bahasa Arab (Nahwu & Sharaf).

2. Insya Allah sekitar bulan Shafar akan dibuka Ma’had Al-Atsariyyah yang berlokasi di Vila Nusa Indah 2 blok Y13 no. 12, Bojong Kulur, Jati Asih, Bekasi. Info hubungi: 0813 5544 1994 (Abu Muawiah)

Category: Tanpa Kategori | 1 Comment »

Sepuluh Pembatal Keislaman

December 28th, 2008 by Abu Muawiah

Sepuluh Pembatal Keislaman

Ini adalah terjemahan dari kitab Al-Qaul Al-Mufid fii Adillah At-Tauhid Bab: Nawaqidh Al-Islam ‘Asyarah, karya: Asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al-Wushabi Al-Yamani -hafizhahullah-, salah seorang murid dari Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i -rahimahullah-.

Pertama: Kesyirikan (beribadah kepada selain Allah).
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik kepada-Nya, dan Dia mengampuni semua dosa di bawah dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh di telah mengadakan dosa yang besar.” (QS. An-Nisa’:48)
Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putera Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Wahai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb kalian”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, Maka Allah akan mengharamkan surga untuknya dan tempatnya adalah di neraka, tidak ada seorangpun penolong bagi orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Maidah: 72) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • pembatal keislaman
  • 10 pembatal keislaman
  • Sepuluh Pembatal Keislaman
  • prang yang allah karna keceplpsan dan tidak akn mengulanginya

Category: Aqidah | 32 Comments »

Mempelajari Prinsip Dasar Ahlussunnah

December 20th, 2008 by Abu Muawiah

Mempelajari Prinsip Dasar Ahlussunnah

Ketahuilah -semoga Alläh senantiasa memberimu taufiq untuk taat kepada-Nya- bahwa sungguh saya tidak memaksudkan dengan prinsip-prinsip dasar hanya sekedar tiga jenis tauhid saja, akan tetapi saya memaksudkannya (ketiga jenis tauhid tersebut) sebagai yang pertama. Dan saya maksudkan yang kedua selain dari tiga jenis tauhid tersebut adalah prinsip-prinsip dasar yang telah disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jamä’ah dan dengannyalah mereka menyelisihi ahlul bid’ah wal furqah (pengekor bid’ah dan perpecahan).
Seperti dalam masalah Al-walä` wal Barä` (loyalitas dan berlepas diri), amar ma’rüf nahi mungkar, sikap terhadap para shahabat, penghormatan dan pembelaan terhadap mereka, dan sikap terhadap pemerintah, sikap terhadap pelaku maksiat dan dosa besar, sikap terhadap Ahlul Bid’ah, mengeritik/mencela mereka dan bagaimana ber-interaksi dengan mereka, dan lain-lainnya dari prinsip-prinsip dasar yang telah disepakati oleh Ahlus Sunnah wal Jamä’ah dan mereka memasukkannya sebagai bagian dari buku-buku Aqidah mereka, sebagai upaya untuk menampakkan al-haq dan berlepasnya diri mereka dari para pengikut penyimpangan, fitnah, hawa nafsu dan perpecahan walaupun asalnya hanyalah perkara amaliyah (tindakan/ perbuatan) bukan Aqidah (keyakinan). Read the rest of this entry »

Category: Manhaj | 1 Comment »

Adab-Adab Ketika Tidur

December 16th, 2008 by Abu Muawiah

Adab-Adab Ketika Tidur

Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman:
“Dan termasuk dari ayat-ayat Kami (yaitu) waktu  tidur kalian di malam hari  dan waktu kalian mengusahakan (mencari) karunia (rizki)-Nya di siang hari. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekusaan-Nya bagi kaum yang mereka mau mendengar.” (Ar Ruum: 23)
Allah Subhanahu wa Ta`ala juga berfirman:
“Dan Kami jadikan tidur kalian sebagai istirahat.” (An-Naba`: 9)
Berkata Al-Barra` bin Azib Radhiallahu ‘anhu: Bersabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:
“Jika engkau mendatangi tempat tidurmu maka hendaklah berwudhu sebagaimana wudhumu ketika hendak shalat, kemudian tidurlah di atas rusuk sebelah kanan kalian, kemudian berdoalah: ‘Ya Allah, aku serahkan diriku kepada-Mu dan aku kembalikan urusan-urusanku kepada-Mu…” al-hadits.
Di antara adab-adab ketika hendak tidur yaitu:

  1. Menutup pintu dan mematikan api serta lampu sebelum tidur
  2. Berwudhu sebelum tidur
  3. Tidur menghadap sebelah kanan dan meletakkan pipinya di atas tangan kanannya
  4. Zikir-zikir sebelum dan bangun tidur dan ketika bermimpi
  5. Makruh tidur dengan tengkurap

adab tidur.doc

Incoming search terms:

  • adab tidur
  • adab-adab tidur
  • adab adab tidur
  • adab sebelum tidur

Category: Akhlak dan Adab | 7 Comments »

Memandang dan Berjabat Tangan Dengan Wanita Selain Mahram

December 15th, 2008 by Abu Muawiah

Memandang dan Berjabat Tangan Dengan Wanita Selain Mahram

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan manusia, maka tentunya Allahpun telah mengatur segala aspek kehidupan manusia, termasuk didalamnya bagaimana hukum yang berlaku bagi laki-laki dan wanita yang tidak semahram dalam memandang dan berjabat tangan. Olehnya kita simak uraian dalil Al-Quran dan Sunnah tentang masalah ini, agar hati kita tenang dan dapat mengamalkannya sesuai dengan perintah agama.

•    Adapun dalil dari Al-Qur`an :
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah An- Nuur : 31
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menundukkan  pandangannya”.
Ayat ini menunjukkan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada wanita-wanita mu’minah untuk menundukkan pandangannya dari apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah haramkan, maka jangan mereka memandang kecuali apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala telah halalkan baginya.
Berkata Ibnu Katsir rahimahullah : “Kebanyakan para ulama menjadikan ayat ini sebagai akan haramnya wanita memandang laki-laki selain mahramnya apakah dengan syahwat atau tanpa syahwat”. (Tafsir Ibnu Katsir 3/345).
Berkata Imam Al-Qurthuby rahimahullah dalam menafsirkan ayat ini : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memulai dengan perintah menundukkan pandangan sebelum perintah menjaga kemaluan karena pandangan adalah pancaran hati. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan wanita-wanita mu’minah untuk menundukkan pandangannya dari hal-hal yang tidak halal. Oleh karena itu tidak halal bagi wanita-wanita mu’minah untuk memandang laki-laki selain mahramnya”. (Tafsir Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an 2/227).
Berkata Imam Asy-Syaukany rahimahullah : “Ayat ini menunjukkan haramnya wanita memandang kepada selain mahramnya”. (Tafsir Fathul Qodir 4/32). Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • hukum memandang wanita

Category: Muslimah | 17 Comments »

Masalah At-Tawarruq

December 15th, 2008 by Abu Muawiah

Masalah At-Tawarruq

At-Tawarruq adalah jika seseorang membeli barang dari seorang penjual dengan harga kredit lalu ia menjual barang tersebut secara kontan kepada pihak ketiga selain dari penjual.
Dinamakan dengan nama At-Tawarruq dari kalimat waraqoh yaitu lembaran uang, sebab pembeli yang merupakan pihak pertama sebenarnya tidak menginginkan barang tapi yang ia inginkan hanyalah mendapatkan uang sehingga ia bisa lebih leluasa menggunakannya.

Contoh : Sesorang memiliki uang sebesar 1.000.000,- sedangkan ia butuh uang 10.000.000,-, maka ia pun mencicil motor senilai 11.000.000,- dengan panjar 1.000.000,- tersebut. Setelah motor ia pegang, ia menjualnya kepada pihak ketiga selain penjual dengan harga 10.000.000,-. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • tawarruq

Category: Ekonomi Islam | 2 Comments »

Mayat Tidak Bisa Mendengar

December 13th, 2008 by Abu Muawiah

Mayat Tidak Bisa Mendengar

Orang-orang yang sudah meninggal tidak bisa mendengar apa-apa. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ
“Dan kamu tidaklah mampu membuat orang di dalam kubur mendengar.”
Dan Allah berfirman:
إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى
“Sesungguhnya engkau tidak bisa memperdengarkan orang yang mati.”

Dikecualikan darinya tiga keadaan, dimana nash menunjukkan mereka bisa mendengar: Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Tahukah Anda? | 5 Comments »

Apakah Lutut Adalah Aurat?

December 13th, 2008 by Abu Muawiah

Apakah Lutut Adalah Aurat?

Dari Abu Musa dia berkata, ”Sesungguhnya Nabi r pernah duduk di sebuah tempat yang padanya terdapat genangan air, maka beliau menyingkap kedua lututnya atau salah satu lututnya. Tatkala Utsman masuk, beliau segera menutupnya.”
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7/43), Ath-Thabarani dan Al-Baihaqi (2/232) dari jalan Sulaiman bin Harb (dia berkata): Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami (dia berkata): Ali bin Al-Hakam dan Ashim Al-Ahwal menceritakan kepadaku, bahwa keduanya mendengar Abu Utsman bercerita dari Abu Musa.

Dalam permasalahan ini ada beberapa hadits lainnya:
Di antaranya adalah dari Abu Ad-Darda` dia berkata, ”Saya pernah duduk-duduk di sisi Nabi r lalu tiba-tiba Abu Bakar datang dalam keadaan memegang ujung pakaiannya hingga dia menampakkan kedua lututnya. Maka Nabi r bersabda, ”Adapun teman kalian ini, maka dia telah tergesa-gesa,” lalu dia mengucapkan salam dan berkata, ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya telah terjadi sedikit perselisihan antara saya dan Ibnu Al-Khaththab, maka  saya terlalu terburu-buru bersikap terhadapnya kemudian saya menyesal. Lalu aku memintanya untuk memaafkan aku akan tetapi dia tidak mau memaafkan aku, maka saya pun bersegera menemuimu,” maka beliau bersabda, ”Allah mengampuni kamu wahai Abu Bakar (tiga kali). Kemudian Umar juga menyesal lalu dia segera mendatangi rumah Abu Bakar dan bertanya, ”apakah Abu Bakar ada?” mereka menjawab, ”Tidak ada.” Maka dia mendatangi Nabi r lalu mengucapkan salam kepada beliau, dan ketika itu wajah Nabi r kelihatan marah sampai-sampai Abu Bakar merasa kasihan (kepada Umar), lalu Umar berlutut di atas kedua lututnya. Dia berkata, ”Wahai Rasulullah r, demi Allah sungguh saya telah menzhalimi (dua kali),” maka Nabi r bersabda, ”Sesungguhnya Allah mengutus aku kepada kalian akan tetapi kalian berkata, ”Kamu berdusta,” sedang Abu Bakar berkata, ”Dia berkata benar.” Dia membantu saya dengan diri dan hartanya. Karena itu bisakah kalian untuk tidak mengganggu sahabatku ini?!” (dua kali), maka setelah itu Abu Bakar tidak pernah lagi diganggu.”
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (7/16-17) dan Ath-Thahawi dalam Al-Musykil (2/288) darinya. Read the rest of this entry »

Category: Hadits | 16 Comments »

Sifat Wudhu

December 11th, 2008 by Abu Muawiah

Sifat Wudhu

Setelah membahas masalah adab dalam istinja` (buang air), maka berikut pembahasan ringkas mengenai wudhu, yang kali ini kami akan membahas dua permasalahan seputarnya: (1) Sifat wudhu dan (2) kesalahan yang biasa terjadi di dalamnya (insya Allah dua edisi mendatang).
Sebelum kami menggambarkan bagaimana sifat wudhu Nabi -shallallahu alaihi wasallam-, maka berikut ada beberapa perkara yang penting untuk diketahui: Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | 22 Comments »