Archive for November, 2008

9 Obat yang Tidak Boleh Diberikan pada Bayi dan Anak

November 23rd, 2008 by Arvan

7 Macam Obat yang Seharusnya Tidak Diberikan pada Bayi dan Anak-anak

Bayi dan anak-anak lebih banyak menghadapi risiko tinggi terhadap reaksi obat, sehingga memberikan obat baik melalui resep maupun obat-obatan bebas pada bayi adalah suatu hal yang harus disikapi dengan serius. (Bahkan, hingga bayi Anda menginjak usia 6 bulan, lakukan konsultasi pada dokter sebelum Anda memberikan obat-obatan apapun, selain asetaminofen dengan dosis khusus untuk bayi, yang boleh diberikan begitu bayi Anda berusia lebih dari tiga bulan.
Berikut ini adalah 7 jenis obat-obatan yang tidak boleh diberikan pada bayi dan anak-anak:

1. Aspirin
Jangan pernah memberikan aspirin atau obat-obatan lain yang mengandung aspirin pada bayi anda. Aspirin dapat membuat bayi rawan terkena Reye’s syndrome – sebuah sindroma yang jarang terjadi namun dapat menyebabkan terjadinya penyakit yang fatal. Jangan menganggap bahwa obat-obatan untuk anak-anak yang Anda temukan di apotek sudah bebas dari aspirin. Aspirin seringkali juga di sebut sebagai “salisilat” atau “acetylsalicylic acid.” Bacalah label obat dengan baik, dan ajukan pertanyaan pada dokter atau apoteker bila Anda tidak yakin apakah suatu produk bebas dari kandungan aspirin.

2. Obat Anti Mual

Jangan pernah memberikan obat anti mual (baik yang diresepkan maupun yang dijual secara bebas) pada bayi Anda kecuali dokter memberikan rekomendasi secara khusus. Kebanyakan gejala mual dan muntah pada anak tidak berlangsung lama, pada anak-anak dan bayi gejalan tersebut dapat ditangani tanpa obat-obatan tertentu. Sebagai tambahan, obat anti mual juga memiliki risijo dan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi. (Bila bayi Anda muntah-muntah dan mulai mengalami dehidrasi, segera hubungi dokter Anda untuk minta nasihat apa yang harus Anda lakukan.) Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • obat batuk bayi
  • obat batuk untuk bayi
  • Obat batuk alami untuk bayi
  • Obat batuk anak
  • obat batuk alami untuk anak

Category: Artikel Umum, Seputar Anak | 8 Comments »

Hukum Mempelajari Injil

November 22nd, 2008 by Arvan

Hukum Mempelajari Injil

Tanya: Bolehkah bagi seorang muslim untuk menekuni (mempelajari) Injil agar dia bisa mengetahui firman Allah kepada hamba dan Rasul-Nya Isa alaihis sholatu wassalam ?

Jawab: Tidak boleh menekuni (mempelajari) sesuatupun dari kitab-kitab yang mendahului Al-Qur`an,  berupa Injil atau Taurat atau selain keduanya dengan dua sebab :
Sebab pertama : Sesungguhnya semua yang bermanfaat di dalamnya (kitab-kitab tersebut) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskannya dalam Al-Qur`anul Karim.
Sebab kedua : Sesungguhnya di dalam Al-Qur`an telah terdapat perkara yang mencukupi dari semua kitab-kitab ini, berdasarkan firmanNya Ta’ala :
نَزَّلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ
“Dia menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya”. (QS. Ali ‘Imran : 3)
Dan firmanNya Ta’ala :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur’an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan”. (QS. Al-Ma`idah : 48)
Karena sesungguhnya semua yang ada dalam kitab-kitab terdahulu berupa kebaikan pasti ada dalam Al-Qur`an.
Adapun perkataan penanya bahwa dia ingin untuk mengetahui firman Allah kepada hamba dan RasulNya ‘Isa, maka yang bermanfaat bagi kita darinya telah dikisahkan oleh Allah dalam Al-Qur`an sehingga tidak perlu lagi untuk mencari selainnya. Lagipula Injil yang ada sekarang telah berubah, dan dalil akan hal itu adalah bahwa dia (sekarang) ada 4 Injil yang satu dengan yang lainnya saling menyelisihi, bukan 1 Injil sehingga tidak dapat dijadikan sandaran.
Adapun seorang penuntut ilmu yang memiliki ilmu yang dengannya dia bisa mengetahui yang benar dari kebatilan, maka tidak ada larangan (baginya) untuk mengetahuinya (Injil) untuk membantah apa yang terdapat di dalamnya berupa kebatilan dan untuk menegakkan hujjah atas para penganutnya.
(Majmu’ Al-Fatawa, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah jilid 1 soal no. 5)

Incoming search terms:

  • hukum membaca injil

Category: Fatawa | 1 Comment »

3 Jenis Orang yang Meminta

November 22nd, 2008 by Arvan

3 Jenis Orang yang Meminta

Orang yang meminta mempunyai tiga keadaan:
1.    Diketahaui kalau dia adalah orang fakir atau membutuhkan apa yang dia minta. Maka orang ini diberikan apa yang bisa menutupi kebutuhannya.
2.    DIketahui kalau dia adalah orang kaya dan tidak membutuhkan apa yang dia minta. Maka orang seperti ini diperingatkan, dinasehati, dan tidak dipenuhi permintaannya.
3.    Tidak diketahui keadaannya dan tidak diketahui apakah dia fakir atau kaya. Maka orang ini bisa diberikan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita, diberikan sesuatu akan tetapi jumlahnya di bawah dari orang yang pertama di atas.
Semua ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَأَمَّا السَّائِلَ فَلَا تَنْهَرْ
“Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.” (QS. Adh-Dhuhah: 10)
Juga berdasarkan firman Allah Ta’ala:
وَالَّذِينَ فِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُومٌ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
“Dan orang-orang yang pada harta mereka ada hak yang sudah dimaklumi, untuk orang yang meminta dan yang tidak punya apa-apa.”
Dan dalam sebuah hadits yang lemah riwayat Abu Daud, “Untuk orang yang meminta walaupun dia datang dengan menunggangi kuda.”
Jika orang tersebut meminta di dalam masjid maka tidak mengapa, karena terkadang dia sangat membutuhkan dan dia tidak mempunyai waktu dan kesempatan untuk menjelaskan keadaannya kepada saudaranya kaum muslimin kecuali di dalam masjid.

[Asy-Syaikh Abdul Aziz Ar-Rajihi, diterjemah dari www.sh-rajhe.com dalam kategori Fawaid ‘Ammah ]

Category: Tahukah Anda? | 3 Comments »

Dakwah Salafiyah di Vilani II

November 16th, 2008 by Arvan

Dakwah Salafiyah di Vilani II

Pendahuluan

إِنَّ الحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَتُوْبُ إِلَيْهِ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِنَا . مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هاَدِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
أَمَّا بَعْدُ ,
فَإِنَّ أَصْدَقَ الحَدِيْثِ كِتاَبُ اللهِ وَ خَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ – صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وَ شَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا وَ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ كُلَّ ضَلاَلَةٍ فِيْ النَّارِ.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang telah menganugrahkan anugrah iman dan Islam bagi seluruh hamba-hamba-Nya yang bertaqwa –semoga kami bagian dari mereka, Amiin-.
Shalawat dan salam tercurah bagi junjungan kita semua, Nabi besar Muhammad  berserta para keluarga, sahabat serta pengikut beliau hingga akhir zaman. Amma ba’du. Read the rest of this entry »

Category: Manhaj | No Comments »

Muamalah Harus Jujur dan Amanah.

November 16th, 2008 by Arvan

Muamalah Harus Jujur dan Amanah.

Dhobit keenam : Mu’amalat harus dibangun diatas dasar dan jujur dan amanah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah : 119)
Dan Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :
إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa` : 58)
Dan Allah Jalla Tsana`uhu berfirman :
فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ وَلاَ تَبْخَسُواْ النَّاسَ أَشْيَاءهُمْ
“Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangi bagi manusia barang-barang takaran dan timbangan barang-barangnya.” (QS. Al-A’raf : 85)
Dan Dalam Tanzil-Nya :
فَإِنْ أَمِنَ بَعْضُكُم بَعْضًا فَلْيُؤَدِّ الَّذِي اؤْتُمِنَ أَمَانَتَهُ
“Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya).” (QS. Al-Baqarah : 283) Read the rest of this entry »

Category: Ekonomi Islam | 1 Comment »

Ancaman zat kimia di balik plastik

November 16th, 2008 by Arvan

Ancaman zat kimia di balik plastik

Botol susu bisa jadi piranti terpenting bagi bayi saat ibundanya tak bisa memberi ASI secara langsung, misalnya saat ibu bekerja atau bila bayi terpaksa minum susu formula. Hampir semua botol susu menggunakan polikarbonat yang ternyata ditengarai mengandung zat berbahaya.

Zat itu bernama BPA
Polycarbonate adalah bahan plastik yang sering dipakai untuk peralatan makan dan minum bayi, terutama botol susu. Policarbonate mengandung suatu zat disebut bisphenol A (BPA) yang ternyata –lewat serangkaian penelitian hewan- memiliki sifat akumulatif dan racun terhadap tubuh.

Sebenarnya BPA bukanlah barang baru. Tahun 1936, BPA sudah ditemukan oleh peneliti inggris namun belumlah “popular” karena masih jarang ditemukan di benda-benda plastik dan belum banyak dipakai untuk wadah makanan. Baru tahun 1993, Aruna V. Khrisnan dan David Feldman dari Stanford University school of medicine secara tak sengaja menemukan hal aneh. Piranti laboratorium yang mereka gunakan saat meneliti sel ragi mengeluarkan zat seperti estrogen setiap kali disterilkan. Ujungnya, barulah diketahui, piranti itu terbuat dari polikarbonat dan zat yang dikeluarkannya adalah BPA. Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

  • bahan kimia dalam plastik

Category: Artikel Umum | 1 Comment »

Hukum nyontek & bersumpah dengan Al-Qur`an

November 15th, 2008 by Arvan

Hukum Nyontek & Bersumpah Dengan Al-Qur`an

Tanya: Apa hukum curang dalam ujian pendidikan ?

Jawab : “Kecurangan adalah perkara yang diharamkan, karena Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersada :
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا
“Barangsiapa yang mencurangi kami maka bukan termasuk golongan dari kami”.
Dan ini umum, mencakup ujian dan selainnya”.
(Kumpulan Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah Alu Asy-Syaikh rahimahullah dari majalah Ad-Da’wah no. 1)

Tanya: Apakah boleh bersumpah dengan Al-Qur`anul Karim ?. Saya telah bersumpah dengan Al-Qur`an tentang tidak akan terjadinya suatu perkara, akan tetapi perkara tersebut ternyata terjadi. Apakah wajib atas saya untuk membayar kaffarah (penebus) atas sumpah ini ?

Jawab: Boleh bersumpah dengan Al-Qur`anul Karim karena dia adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan firmanNya adalah salah satu sifat dari sifat-sifatNya sedangkan sumpah yang disyari’atkan adalah bersumpah dengan Allah atau dengan salah satu sifat dari sifat-sifatNya.
Jika engkau bersumpah dengan Al-Qur`anul Karim atas perkara yang akan datang, maka sumpahmu syah dan benar, maka jika engkau menyelisihi sumpah tersebut dengan sengaja dan dalam keadaan ingat maka wajib atasmu kaffarah, yaitu : membebaskan satu budak jika kamu mampu atau memberi makan 10 orang miskin yang setiap miskinnya (mendapat) setengah sho’  makanan dan lauk di negeri itu atau memberikan pakaian kepada 10 orang miskin, engkau boleh memilih di antara ketiga perkara ini : membebaskan budak atau memberi makan atau memberi pakaian. Jika engkau tidak menemukan atau tidak mampu (melaksanakan) salah satu dari tiga perkara ini maka (wajib) bagi kamu untuk berpuasa 3  hari, berdasarkan firmanNya Ta’ala :
فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ أَوْ كِسْوَتُهُمْ أَوْ تَحْرِيرُ رَقَبَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ
“Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barangsiapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari”. (QS. Al-Ma`idah : 89)
(Al-Muntaqo min Fatawa Asy-Syaikh Al-Fauzan hafizhohullah jilid 1 soal no. 10)

Category: Fatawa | 4 Comments »

Adab-Adab Bermajelis

November 15th, 2008 by Arvan

Adab-Adab Bermajelis

Berikut sebagian di antara adab-adab bermajelis yang kami nukilkan kali ini:
1. Tips-tips memilih teman bergaul dan rekan kerja
2. Larangan menyimak pembicaraan orang lain tanpa izin
3. Beberapa cara duduk yang terlarang
4. Larangan memperbanyak tawa
5. Makruh bersendawa di hadapan orang lain

Adab Majelis.doc

Category: Akhlak dan Adab | No Comments »

Siapakah Mertua Nabi Musa?

November 12th, 2008 by Arvan

Siapakah Mertua Nabi Musa?

Siapakah orang yang menikahkan Musa dengan salah satu dari kedua putrinya?
Sebagian ahli tafsir berpendapat dia adalah Nabi Syuaib, dan sebagian lainnya berpendapat bahwa dia bukan Nabi Syuaib.
Pendapat yang benar adalah pendapat yang kedua, bahwa dia bukan Nabi Syuaib. Ini yang dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya dan beliau menyatakan bahwa zaman Nabi Syuaib lebih dahulu daripada zaman Nabi Musa, dan bahwa zaman Nabi Syuaib dekat dengan zaman Luth -alaihissalam-, sementara Luth -alaihissalam- adalah orang yang beriman kepada Ibrahim -alaihissalam- dan itu berarti Luth hidup pada zamannya Ibrahim. Ibnu Katsir berdalil dengan firman Allah Ta’ala:
وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِنْكُمْ بِبَعِيدٍ
“Kaum Luth tidaklah jauh dari kalian.”
Beliau berkata dalam tafsir ayat di atas, “Zaman dan tempat tinggal kaum Luth tidaklah jauh dari kalian.”

[Asy-Syaikh Ar-Rajihi, diterjemah dari www.sh-rajhe.com dalam kategori Fawaid fi At-Tafsir 1]

Incoming search terms:

  • mertua nabi musa

Category: Tahukah Anda? | No Comments »

Hukum Menyusu Kepada Istri

November 12th, 2008 by Arvan

Hukum Menyusu Kepada Istri

Tanya:
“Apakah boleh seorang suami yang sedang berhubungan dengan istrinya, menyusu kepada istrinya?

Heru-samarinda

Jawab:

Berikut adalah jawaban dari Asy-Syaikh Abdurrazzaq Afifi -rahimahullah-, “Boleh, karena air susunya adalah halal, dan boleh baginya (suami) untuk meminumnya sampai dia meninggal(1) , dan itu tidaklah menjadikan hukum mahram berlaku padanya (suami), karena penyusuannya (kepada istrinya) ini tidak terjadi pada masa al-haulain (berumur dua tahun).”
(Lihat Fatawa wa Rasail: 1/212 no. 5)

Demikian halnya Asy-Syaikh Al-Albani membolehkan hal tersebut, sebagaimana dalam kaset silsilah Al-Huda wa An-Nur seingat kami pada kaset pertama.

Berhubung kami pernah menanyakan permasalahan ini kepada Asy-Syaikh Yahya Al-Hajuri via thullab yang ada di sana, maka sebagai amanah ilmiah kami bawakan jawabannya sebagai berikut,  “Air susu wanita tidaklah lezat, dia hanya untuk anak bayi dan tidak menumbuhkan daging orang dewasa. Susu kambing dan sapi lebih baik baginya.”

Wallahu a’lam, ucapan beliau ini juga tidak menunjukkan haram atau makruhnya. Sehingga yang benarnya bahwa menyusu kepada istri adalah boleh, berdasarkan keumuman firman Allah Ta’ala, “Istri-istri kalian adalah ladang kalian maka datangilah ladang kalian sesuai dengan kehendak kalian.”

____________
(1) Kalimat ini maksudnya sebagai penguat bahwa hukumnya betul-betul tidak mengapa walaupun dia melakukan hal itu bertahun-tahun sampai dia meninggal, wallahu a’lam.

Incoming search terms:

  • Hukum menyusu kepada istri
  • HUKUM MENYUSU PADA ISTRI
  • hukum suami menyusu kepada istri
  • hukum suami menyusu istri
  • hukum suami menyusu pada istri

Category: Fiqh, Jawaban Pertanyaan, Muslimah | 14 Comments »