Tathayyur (Pamali) Adalah Syirik

January 9th 2010 by Abu Muawiah |

23 Muharram

Tathayyur (Pamali) Adalah Syirik

Dari Anas -radhiallahu ‘anhu- dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَيُعْجِبُنِي الْفَأْلُ الصَّالِحُ الْكَلِمَةُ الْحَسَنَةُ

“Tidak ada ‘adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah. Dan yang menakjubkanku adalah al-fa’lu yang baik yaitu kalimat yang baik.” (HR. Al-Bukhari no. 5756 dan Muslim no. 2224)

Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ثَلَاثًا

“Thiyarah adalah syirik, thiyarah adalah syirik -tiga kali-.” (HR. Abu Daud no. 3910 dan Ibnu Majah no. 3528)

Penjelasan ringkas:

Thiyarah atau di negeri kita biasa disebut pamali merupakan salah satu dari bentuk-bentuk kesyirikan yang tersebar luas di masyarakat, sampai-sampai tidaklah ada satu daerah kecuali mempunyai tathayyur sendiri yang terkadang berbeda dengan daerah lainnya.

Thiyarah dihukumi kesyirikan berdasarkan kaidah yang telah kita pernah singgung sebelumnya pada pembahasan jimat, yaitu: Menjadikan sesuatu menjadi sebab padahal dia bukanlah sebab syar’i dan bukan pula sebab kauni adalah kesyirikan, maka itu adalah syirik asghar. Misalnya meyakini bahwa adanya burung gagak di atas sebuah rumah menunjukkan akan ada hal jelek yang akan menimpa penghuninya. Burung gagak bukanlah sebab syar’i dari timbulnya musibah, yakni syariat tidak pernah menerangkan kalau itu merupakan sebab datangnya musibah. Dan dia juga bukanlah sebab kauni dari timbulnya musibah, maksudnya sama sekali tidak ada hubungan sebab akibat antara burung gagak dan musibah. Karenanya menjadikan gagak sebagai sebab datangnya musibah merupakan syirik asghar.

Hanya saja, hukum tathayyur ini bisa menjadi syirik akbar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam. Yaitu jika dia sudah tidak meyakini sesuatu itu menjadi sebab, akan tetapi dia meyakini sesuatu itulah yang berbuat dengan sendirinya. Misalnya pada contoh di atas: Jika dia menjadikan burung gagak sebagai sebab musibah dan tetap meyakini musibah datangnya dari Allah maka ini adalah syirik asghar. Tapi jika dia meyakini burung gagak inilah yang mendatangkan musibah (bukan sebagai sebab), maka ini adalah syirik akbar dalam masalah rububiah, karena dia meyakini adanya makhluk yang juga mengatur maslahat dan mafsadat di samping Allah Ta’ala.

Adapun contoh al-fa`lu misalnya dia mendapatkan sebuah masalah, lalu ketika dia berpikir akan jalan keluarnya, tiba-tiba temannya yang bernama Sahl datang, dan Sahl maknanya adalah kemudahan. Ketika Sahl datang, diapun berharap kepada Allah semoga masalahnya menjadi mudah, tapi harapannya ini muncul karena datangnya Sahl, temannya. Maka dari penggambaran di atas kita bisa melihat bahwa al-fa`lu yang disenangi oleh Rasulullah -alaihishshalatu wassalam-, tidak ada di dalamnya ketergantungan hati kepada selain Allah Ta’ala. Bahkan yang ada adalah hati bertambah semangat dan menguat untuk mewujudkan apa yang dia inginkan, tatkala dia mendengar atau melihat sesuatu yang menyenangkan. Jadi, thiyarah merupakan kesyirikan kepada Allah, sementara al-fa`lu adalah ibadah raja` (harapan) dan husnuzhzhan (berprasangka baik) kepada Allah Ta’ala.

Lihat pembahasan selengkapnya di: http://al-atsariyyah.com/?p=139

Incoming search terms:

  • tathayyur
  • pamali adalah
Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks

This entry was posted on Saturday, January 9th, 2010 at 7:39 am and is filed under Aqidah, Quote of the Day. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

5 responses about “Tathayyur (Pamali) Adalah Syirik”

  1. imam said:

    Assalamu’alaikum ustadz..

    Maksud hadist “Tidak ada ‘adwa (keyakinan adanya penularan penyakit),
    Yang antum sebutkan diatas apa ya ?
    Apakah maknanya kalo kita berkeyakinan penyakit itu bisa menular adalah keyakinan yang salah ?
    Syukron

    Ia, itu keyakinan yang salah. Silakan baca artikel ‘pamali dan penyakit menular, apa betul ada?’

  2. Abu Qeis said:

    Assalaamu’alaikum akh,

    Banyak muslim dan muslimat saat ini mengait-kaitkan hujan lebat dan terus-menerus turun karena mau tahun baru cina.
    Apakah ini termasuk Tathayyur?

    Waalaikumussalam
    Ia itu termasuk tathayyur yang merupakan kesyirikan.

  3. Ummu Firdaus said:

    Afwn Ust,mnentukan hr baik atau hari naas brdasarkn hr kmatian ap trmsk thiyarah?Jk mslny ortu qt msh mmiliki kpercayaan sperti it,apkh qt msh hrs taat jk mslny dlarang mlakukn suatu hal d hr trntentu dg alsn hr naas atau sbalikny,dsuruh mlakukn suatu hal d hr trtentu krn hr baik?jazakallohkhoiir.

    Ya, itu jelas tathayyur. Terserah dia mau melakukannya atau tidak, yang jelas jangan sampai dia meyakini semua itu terkait dengan hari baik dan hari jelek.

  4. Ummu Firdaus said:

    Afwn Ust,mhn pnjelasanya,mksdnya trserah di sini apkh hkumnya mubah jk qt mgikuti keinginan ortu slama qt tdk meyakini hal2 tsb?dan apkh tdk trmasuk ta’awun dlm dosa jk qt jstru mngikuti keinginan ortu tsb?jazakallohkhoiir.

    Maksud saya, melakukan suatu amalan pada hari apapun itu boleh dan tidak ada larangannya. Dan itu bukanlah tolong menolong dalam dosa dan permusuhan, apalagi jika dia sudah menjelaskan bahwa maksud dia melakukannya bukan karena ada keyakinan tertentu, akan tetapi karena asalnya itu memang boleh. Wallahu a’lam

  5. fitri said:

    Assalamualaykum,,,
    Jadi intinya tathayur itu gak cuma mempercayai ‘sumber kesialan’ tapi juga ‘sumber’ kebaikan seperti, mata berkedip terus pertanda akan dapat rezeki ?

    Waalaikumussalam.
    Ya, seperti itu.