Muqaddimah al Manzhumah

August 22nd 2014 by Abu Muawiah |

Muqaddimah al Manzhumah

al Baiquni rahimahullah berkata:

أبدأ بالحمد مصليا على                محمد خير نبي أرسلا

“Aku memulai dengan ‘al hamdu’ seraya bershalawat kepada Muhammad, nabi terbaik yang pernah diutus.”

 

[Syarh:]
Ucapan beliau: ‘Aku memulai dengan ‘al hamdu’.’
Maksudnya: Aku membuka bait-bait syairku ini dengan memuji Allah Azza wa Jalla.
‘Al hamdu’ adalah pujian dengan ucapan yang ditujukan kepada siapa yang terpuji sifat-sifatnya, baik sifat yang bersifat muta’addi (yang maknanya membutuhkan objek, penj.) maupun yang bersifat lazim (yang maknanya tidak membutuhkan objek, penj.).

Seraya bershalawat.
Maksudnya: Serta mengucapkan salam. Hal itu karena bershalawat saja tanpa mengucapkan salam dan demikian pula sebaliknya, termasuk amalan yang dinyatakan oleh para ulama sebagai amalan yang makruh dan patut dijauhi. Demikian dinyatakan oleh al Hafizh Ibnu ash Shalah dan selainnya. Kata ‘مصليا’ i’robnya adalah hàl dari fà’il yang terdapat dalam kata ‘أبدأ’.

Ucapan beliau: ‘Kepada Muhammad, nabi terbaik yang pernah diutus‘.
Tidak diragukan kalau beliau shallallahu alaihi wasallam merupakan nabi terbaik yang pernah diutus kepada jin dan manusia. Bahkan beliau adalah nabi yang terbaik, termulia, dan terutama. Beliau adalah pimpinan seluruh makhluk, tidak terkecuali para rasul ulu al-azmi -alaihimushshalatu wassalam-.
Beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أنا سيد الناس يوم القيامة

“Aku adalah pimpinan seluruh manusia pada hari kiamat.”
Hadits ini terdapat dalam ‘ash Shahihain’. Read the rest of this entry »

Category: Manzhumah al Baiquniah, Terjemah Kitab | Comments Off

Definisi Pembatal Keislaman

August 19th 2014 by Abu Muawiah |

Definisi Pembatal Keislaman

Asy Syaikh Muhammad bin Abdi al Wahhab rahimahullah berkata:

Pembatal-pembatal Islam ada sepuluh.

Syarh:

Penjelasan tentang judul buku ‘نواقض اﻹسلام’
نواقض adalah bentuk plural dari kata ناقض yang bermakna: Perusak.

Islam adalah agama Allah, yang Allah tidak menerima agama lain selainnya. Allah Ta’ala berfirman:

ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه

“Dan barang siapa yang mencari agama selain Islam, maka agama itu tidak akan diterima darinya.” (QS. Ali Imran: 85)
Definisi Islam adalah: Berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkanNya, merealisasikan tauhid itu dengan ketaatan, dan berlepas diri dari kesyirikan dan para pelakunya. (al Ushul ats Tsalatsah hal. 8)

 

Perbedaan antara Islam dengan Iman
Syaikh al Islam Ibnu Taimiah rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa makna kata ‘iman’ dan kata ‘islam’ menghimpun semua bagian agama ini. Jika kata ‘iman’ disebutkan bergandengan dengan kata ‘islam’, maka makna ‘islam’ diarahkan kepada amalan2 lahiriah; seperti 2 kalimat syahadat, shalat, zakat, dan haji. Sementara makna ‘iman’ diarahkan kepada keyakinan yang ada di dalam hati, seperti iman kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, dan hari akhir. Namun jika kata ‘iman’ disebutkan tersendiri, maka makna kata ‘islam’ sudah tercakup di dalamnya.” (Lihat Majmu’ al Fatawa: 7/5-14)

Sehingga pembatal-pembatal keislaman adalah semua keyakinan atau ucapan atau perbuatan yang menghilangkan dan merusak keislaman.

Kesimpulannya:

Pembatal-pembatal keislaman adalah semua amalan yang membuat seseorang murtad. Pembatal ini bisa berupa ucapan, bisa berupa amalan, bisa berupa keyakinan, dan bisa berupa keragu-raguan. Karenanya, seseorang bisa murtad karena ucapan yang diucapkannya, atau karena amalan yang diamalkannya, atau karena aqidah yang diyakininya, atau karena keraguan yang muncul di dalam hatinya. Pembatal yang bisa mencacati dan merusak aqidah bisa berupa salah satu dari keempat bentuk di atas. (al Qawadih fi al Aqidah hal. 27, karya asy Syaikh Ibnu Baaz)

Category: Nawaqidh al Islam, Terjemah Kitab | Comments Off

Ijma’ Seputar Pembatal Wudhu

August 16th 2014 by Abu Muawiah |

Bismillahirrahmanirrahim

Shawalat dan salam dari Allah semoga senantiasa tercurah kepada Muhammad dan para pengikut beliau.

 

Ijma’ Fuqaha dari Berbagai Negeri Seputar Hadats Pembatal Wudhu

al Faqih Abu Bakr Muhammad bin Ibrahim bin al Mundzir rahimahullah berkata kepada kami:

1. Para ulama sepakat bahwa shalat tidak syah tanpa thaharah, selama itu memungkinkan.

2. Mereka juga sepakat bahwa keluarnya tinja dari dubur dan keluarga kencing dari qubul (pada lelaki), dan demikian halnya pada wanita. Juga keluar mani, kentut dari dubur, dan hilangnya akal dengan semua bentuknya, semua di atas adalah hadats yang membatalkan thaharah dan mewajibkan wudhu.

3. Mereka sepakat bahwa darah istihadhah membatalkan thaharah.
Rabi’ah dlm hal ini menyelisihi dengan menyatakan: Tidak membatalkan thaharah.

4. Mereka sepakat bahwa ‘menyentuh’ (baca: jimak) adalah hadats yang membatalkan thaharah.

5. Mereka sepakat bahwa tertawa di luar shalat tidaklah membatalkan thaharah dan tidak mengharuskan pengulangan wudhu.

6. Mereka sepakat bahwa tertawa di dalam shalat membatalkan shalat.

Category: al Ijma, Terjemah Kitab | Comments Off

Terjemah Kitab

August 13th 2014 by Abu Muawiah |

Terjemah Kitab

Bismillah.
Insya Allah mulai bulan ini, artikel-artikel dalam al-atsariyyah.com akan lebih bervariasi dengan ditambahkannya page ‘Terjemah Kitab’ dan kategori-kategori baru sesuai dengan judul kitab yang diterjemah.
Penerjemahan ini insya Allah akan terus berlanjut dari satu kitab ke kitab lainnya, dengan harapan kami bisa membawakan ilmu dari para ulama kepada seluruh kaum muslimin dengan cara yang lebih mudah, walaupun mereka belum mampu membaca langsung dari kitab aslinya.

Kemudian, asal artikel-artikel ini adalah terjemahan yang kami sebar di grup Telegram ‘al Ijma” yang berisi terjemahan kitab al Ijma’ karya Ibnu al Mundzir rahimahullah, grup Telegram ‘Nawaqidh al Islam’ yang berisi terjemahan kitab Syarh Nawaqidh al Islam (pembatal keislaman) yang matannya ditulis oleh asy Syaikh Muhammad bin Abdi al Wahhab rahimahullah, dan grup WhatsApp ‘al Manzhumah al Baiquniah’ yang matannya ditulis oleh Imam al Baiquni rahimahullah. Namun mengingat besarnya manfaat dari kedua kitab ini dan terbatasnya jumlah member dalam grup Telegram, maka dengan izin Allah kami akan mempublish dalam blog ini semua terjemahan dari kedua kitab tersebut, baik yang telah maupun yang akan kami terjemahkan. Yassarallahul umuur.

Keterangan ringkas mengenai ketiga kitab di atas:

Kitab al Ijma’ karya Ibnu al Mundzir, adalah salah satu kitab yang sangat bermanfaat dalam bidang fiqhi. Di dalamnya penulis mengumpulkan permasalahan-permasalahan yang menjadi ijma’ (kesepakatan) di kalangan ulama, setidaknya itu berdasarkan keilmuan beliau. Cetakan yang kami terjemah di sini adalah cetakan Daar al Aatsaar, cetakan pertama. Yang ditahqiq oleh Abu Abdi al A’la Khalid bin Muhammad bin Utsman.

Sementara kitab Nawaqidh al Islam (Pembatal Keislaman) adalah kitab yang sudah masyhur di kalangan ahlussunnah. Dari judulnya sudah nampak kalau risalah bergenre tauhid ini berisi amalan-amalan yang membatlkan keislaman seseorang. Syarh yang kami terjemah di sini adalah syarh dari asy Syaikh Sa’ad bin Muhammad al Qahthani hafizhahullah, yang berjudul Taysir dzi al Jalaali wa al Ikraam bi Syarh Nawaqidh al Islam.

Dan kitab al Manzhumah al Baiquniah adalah kitab yang bergenre musthalah hadits. Di dalamnya, penulis membawakan teori-teori ringkas ilmu musthalah hadits dalam bentuk nazham (sajak). Syarh yang kami terjemahkan di sini adalah syarh dari asy Syaikh Abdullah al Bukhari hafizhahullah.

Kritik dan ralat atas kesalahan terjemah yang mungkin terjadi senantiasa kami tunggu guna kesempurnaan penyampaian ilmu para ulama kita. Sebagaimana saran dan dukungan dalam bentuk apapun insya Allah akan sangat membantu kami dalam penerjemahan ini.

Demikian info dari kami, semoga kita semua bisa mendapatkan banyak manfaat ilmu dan iman dari kitab-kitab para ulama. Dan kami memohon kepada Allah agar senantiasa memberikan kesehatan, keistiqamahan, dan waktu luang kepada kita semua untuk terus menjadi sebab dalam tersebarnya ilmu dan kebaikan. Allahumma amiin

Category: Info Kegiatan | Comments Off

Arahan-arahan Lembut Berhiaskan Faedah

August 9th 2014 by Abu Muawiah |

Arahan-arahan Lembut Berhiaskan Faedah
Oleh : Ustadz Ibnu Yunus -hafizhahullah-

Berikut ini adalah nasehat yang indah serta faedah yang tak ternilai harganya yang disampaikan oleh Syaikh (Professor) Dr. Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily, – Semoga Allah menjaga beliau – ,guru besar aqidah pada Universitas Islam Madinah, Kerajaan Saudi Arabia, yang disampaikan oleh beliau sebagai arahan dan nasehat bagi seluruh kaum muslimin dan secara khusus kepada para pemuda Ahlus Sunnah. Kami nukilkan dari buku tulisan beliau yang berjudul   

” النصيحة فيما يجب مراعاته عند الإختلاف و ضوابط هجر المخالف و الرد عليه

(Nasehat tentang perkara-perkara yang wajib untuk dijaga ketika terjadi perbedaan pendapat serta kaedah-kaedah dalam memboikot ahlul bidah dan membantah mereka ) , cetakan pertama, penerbit Daaru Al Imam Ahmad,1424 H/ 2003 M. Selamat menyimak dan semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan bagi kita untuk dapat mengamalkan nasehat-nasehat indah tersebut,amin.

Berkata Syaikh Ibrahim bin Amir Ar Ruhaily – semoga Allah Ta’ala menjaga beliau- :

Aku menutup nasehat ini dengan beberapa arahan yang lembut serta faedah yang banyak yang menurut pendapatku dengan mengamalkannya (kita) akan mendapatkan pahala yang besar serta kedudukan yang tinggi di sisi Allah Ta’ala. Aku mengajak saudara-saudaraku untuk mengamalkan dan menjaganya, secara khusus pada zaman-zaman sekarang ini. Zaman dimana fitnah merajalela, hawa nafsu memimpin, serta kejahilan yang menyebar di tengah-tengah manusia, kecuali orang-orang yang mendapatkan rahmat Allah dan petunjuk-Nya. Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Manhaj | Comments Off

Dalang Isu Dibongkarnya Makam Nabi

August 5th 2014 by Abu Muawiah |

Dalang Isu Dibongkarnya Makam Nabi

 

Salam,

Maaf Ustad, apa benar makam Nabi Muhammad SAW mau dibongkar pemerintah Arab Saudi? Mohon pencerahannya. Krn ini sangat meresahkan.

 

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kita memohon kepada Allah, semoga Allah menampakkan kepada kita kebenaran sebagai kebenaran, dan memudahkan kita untuk mengikutinya. Dan semoga Allah menampakkan kepada kita kebatilan sebagai kebatilan, dan memudahkan kita untuk menjauhinya.

Karena manusia buta adalah manusia yang memandang kebenaran sebagaimana kebatilan dan memandang kebatilan sebagai kebenaran. Kita berlindung kepada Allah dari manusia semacam ini.

Terkait isu pembongkaran makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, banyak pihak yang memanfaatkannya untuk menyudutkan islam dan kaum muslimin. Terutama masyarakat dan pemerintahan ahlus sunah Arab Saudi.

Kami sendiri kesulitan mencari sumber isu ini, dara mana asalnya. Kami belum pernah mendengar informasi dari pemerintah Saudi tentang itu, maupun media yang berkembang di saudi, yang mereka paling tahu tentang situasi di sana. Bahkan beberapa media saudi menyangkal, adanya isu itu. Memang benar akan ada rencana perluasan Masjid Nabawi sebagaimana yang terjadi di masjidil haram. Hanya saja ke arah utama dan melengkapi beberapa ruangan bagian atas. Anda bisa baca beritanya di:

http://www.alarabiya.net/ar/saudi-today/2014/09/03/نقل-قبر-الرسول-دراسة-باحث-وليس-قرار-حكومي.html

atau

http://www.rumonline.net/index.php?page=article&id=175909

Dalam laman itu, juga disebutkan sumber isu pembongkaran makam tersebut. Ternyata, muaranya kembali pada dua situs berita inggris: dailymail dan independent. Keduanya situs milik orang kafir inggris. Read the rest of this entry »

Category: Tanpa Kategori | Comments Off

Aleva Herba – Sponsor Resmi al-atsariyyah.com

August 1st 2014 by Abu Muawiah |

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin, dengan izin dan bantuan dari Allah Ta’ala, kini al-atsariyyah.com telah disponsori oleh produsen madu dan herbal Aleva Herba Indonesia. Kantor dan pemasaran Aleva Herba bertempat di daerah Kranggan Bekasi, dan dikelola oleh saudara-saudara kita dari kalangan ahlussunnah.

Dan sebagai bentuk apresiasi dari kami, maka kami memasang banner iklan Aleva Herba di widget al-atsariyyah.com. Bagi para pembaca setia al-atsariyyah.com, mari dukung web kita ini dengan me-like FP Aleva Herba Indonesia dan tentu saja dengan mengonsumsi produk-produk Aleva Herba sesuai dengan kebutuhan.

Demikian info dari admin, jazakumullahu khairan atas atensinya.

 

Aleva Herba Indonesia

Info dan Pemasaran/Keagenan:
CP. 0812 8523 5499 (sms & wa only)
Pin BB: 758495FD

Category: Info Kegiatan | Comments Off

Shalat Sunnah 4 Rakaat Setelah Isya

June 24th 2014 by Abu Muawiah |

Shalat Sunnah 4 Rakaat Setelah Isya

Sudah sejak lama kami menerima pertanyaan dari teman-teman mengenai sunnahnya shalat 4 rakaat setelah shalat Isya, dan bahwa pahalanya setara dengan pahala lailatul qadr (demikian yang tertulis dalam chat dan inbox teman-teman yang menanyakan masalah ini). Namun pada saat itu kami tidak menjawab karena memang kami belum mengetahui tentang pahala tersebut. Memang, sudah masyhur dalam riwayat al-Bukhari bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam pernah shalat 4 rakaat setelah shalat isya, dan itu beliau lakukan ketika beliau telah berada di rumah beliau. Namun yang menjadi ganjalan di benak kami waktu itu adalah: Apakah benar pahala shalat sunnah 4 rakaat setelah isya ini setara dengan pahala lailatul qadr?! Demikianlah masalah ini kami biarkan sementara tanpa mengomentari pertanyaan-pertanyaan yang masuk seputar ini, karena memang waktu itu kami belum ada kelapangan untuk mencari tahu tentangnya.
Setelah ada kelapangan, kami mulai mencari pembahasan-pembahasan seputar masalah ini, dan alhamdulillah ada banyak ulama dan penuntut ilmu yang telah berkomentar dalam masalah ini. Setelah mengumpulkan beberapa pembahasan berbahasa arab yang membahas tentangnya, kami awalnya berniat untuk merangkum pembahasan-pembahasan tersebut dalam 1 tulisan ringkas. Namun alhamdulillah, ternyata sudah ada pembahasan ringkas yang ditulis oleh ust. Abu al Jauza` -jazahullahu khairan- yang sudah mewakili sebagian besar dari maksud kami. Karenanya, berikut kami bawakan pembahasan beliau, dan kemudian akan kami tambahkan di akhirnya beberapa point yang tidak sempat dibawakan oleh beliau:

Di antara sunnah yang banyak ditinggalkan kaum muslimin saat ini adalah shalat sunnah empat raka’at setelah ‘Isyaa’. Di antara dasar dalilnya adalah:

حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَكَمُ، قَالَ: سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: ” بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَهَا فِي لَيْلَتِهَا، فَصَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ، ثُمَّ جَاءَ إِلَى مَنْزِلِهِ فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، ثُمَّ نَامَ، ثُمَّ قَامَ، ثُمَّ قَالَ: نَامَ الْغُلَيِّمُ أَوْ كَلِمَةً تُشْبِهُهَا، ثُمَّ قَامَ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ، فَصَلَّى خَمْسَ رَكَعَاتٍ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ نَامَ حَتَّى سَمِعْتُ غَطِيطَهُ أَوْ خَطِيطَهُ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ “

Telah menceritakan kepada kami Aadam, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Al-Hakam, ia berkata : Aku mendengar Sa’iid bin Jubair, dari Ibnu ‘Abbaas, ia berkara : “Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah bin Al-Harits, istri Nabi shallallaahu ’alaihi wa sallam; dan ketika itu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam sedang berada di rumah bibi saya itu. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat ‘Isya’ (di masjid), kemudian beliau pulang, lalu beliau mengerjakan shalat sunnah empat raka’at. Setelah itu beliau tidur, lalu beliau bangun dan bertanya : ‘Apakah anak laki-laki itu (Ibnu ‘Abbas) sudah tidur ?’ – atau beliau mengucapkan kalimat yang semakna dengan itu. Kemudian beliau berdiri untuk melakukan shalat, lalu aku berdiri di sebelah kiri beliau untuk bermakmum. Akan tetapi kemudian beliau menjadikanku berposisi di sebelah kanan beliau. Beliau shalat lima raka’at, kemudian shalat lagi dua raka’at, kemudian beliau tidur. Aku mendengar suara dengkurannya yang samar-samar. Tidak berapa lama kemudian beliau bangun, lalu pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat shubuh” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 117]. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh, Tahukah Anda? | Comments Off

Hukum Bertukar Kado

June 20th 2014 by Abu Muawiah |

Hukum Bertukar Kado

Tanya:
Adakah dalil atau hukum bertukar kado dalam Islam?
Misal ada sebuah acara silaturahmi. Lalu dibuat berbagai macam acara dan lomba untuk memeriahkan acara tersebut. Salah satunya acara tukaran kado. Bagaimana hukumnya dalam Islam?

Jawab:
Tidak diragukan bahwa amalan memberi hadiah kepada orang lain adalah amalan yang mulia. Hal itu karena pemberian hadiah ini merupakan tanda kasih sayang kepada orang yang menerima hadiah, bahkan sebelum itu, memberi hadiah merupakan salah satu bentuk hibah dan sedekah yang dianjurkan dalam syariat.
Karenanya secara umum, Islam menganjurkan untuk memberi hadiah, selama tidak ada unsur keharaman di dalamnya.
Maka dalam kasus di atas, acara bertukar kado yang dimaksud adalah amalan yang dibenarkan dengan beberapa catatan: Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Dari Grup WA | Comments Off

Nur Muhammad Makhluk Pertama?

June 16th 2014 by Abu Muawiah |

Nur Muhammad Makhluk Pertama?

س: ما حكم قول القائل أن النور المحمدي هو أول ما خلق الله تبارك وتعالى؟
Soal:
Apa hukum ucapan org yg menyatakan bahwa cahaya Muhammad adl makhluk pertama yg Allah Tabaraka wa Ta’ala ciptakan?

ج : في الحديث (إن أول شيء خلقه الله تعالى القلم ، وأمره أن يكتب كل شيء يكون) ، إشارة إلى رد ما يتناقله الناس , حتى صار ذلك عقيدة راسخة في قلوب كثير منهم , وهو أن النور المحمدي هو أول ما خلق الله تبارك وتعالى , وليس لذلك أساس من الصحة.
وحديث عبدالرزاق غير معروف إسناده , ولعلنا نفرده بالكلام في الأحاديث الضعيفة إن شاء الله تعالى.

Jawab:
Dalam sebuah hadits disebutkan:
(إن أول شيء خلقه الله تعالى القلم ، وأمره أن يكتب كل شيء يكون)
“Sesungguhnya makhluk pertama yg Allah Ta’ala ciptakan adl pena, lalu Dia menyuruhnya untuk menulis semua perkara yg akan terjadi.”
Read the rest of this entry »

Category: Aqidah, Dari Grup WA, Fatawa | Comments Off