Kumpulan Fatawa Audio 3

January 21st 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Kumpulan Fatawa Audio 3

Berikut udate terbaru fatawa audio yang ada dalam blog taklimonline.com. Dan insya Allah akan terus kami upload fatawa yang baru setiap pekannya:

Hukum Lupa Ayat yang Sudah Dihafal

Kubur di Dalam Masjid, Mana yang Dibongkar?

Dimana Letak Surga dan Neraka?

Apakah Ada Manusia yang Bisa Melihat Jin?

Antara Menuntut Ilmu Agama Dengan Izin Orang Tua

Menjawab Bersin Tidak Sama Dengan Menjawab Salam

Sembelihan Saat Ada yang Meninggal Lalu Dagingnya Dibagikan

Bolehkah Merubah Fungsi Tanah Wakaf?

Onani Saat Puasa Wajib Bayar Kaffarat?

Hukum Qashar Shalat Bagi yang Punya 2 Rumah

Hukum Menyogok Untuk Dapatkan Hak

Taubat Pelaku Homoseksual

Untuk langsung mendownload, silakan menuju ke halaman berikut: http://taklimonline.com/download-fatawa-audio

Category: Daftar Fatawa Audio | No Comments »

Antara Silsilah Durus, Kita dan Fitnah

January 19th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Antara Silsilah Durus, Kita dan Fitnah
Oleh: Wira Mandiri Bachrun

Di awal-awal saya tiba di Yaman, seorang teman Yamani meminjamkan sebuah kitab yang berjudul Minhaj Thalibil Ilmi. Kitab yang ditulis oleh salah seorang murid Asy Syaikh Muqbil ini berisi silsilah durus, daftar kitab yang dipakai oleh para ulama dan harus dipelajari oleh seorang penuntut ilmu agar bisa mapan dalam ilmu. Begitu membaca satu persatu judul kitab-kitab tersebut saya baru sadar bahwa perjalanan ini akan sangat panjang. Seingat saya, di antara judul kitab-kitab tersebut:

Dalam bidang tauhid:

- Al Qawaidul Arba’

- Al Qoulul Mufid fi Adillatit Tauhid

- Al Waajibat Al Mutahattimaat

- Al Ushul Ats Tsalatsah

- Kitaabut Tauhid

- Kasyfu Asy Syubuhaat

- Tathiirul I’tiqaad

- Fathul Majid

- Taisir Azizil Hamid

Dalam bidang Aqidah – Asma was Sifaat:

- Lum’atul I’tiqaad

- Al Qowaaidul Mutsla

- Al Aqidah Al Wasithiyah

- Al Aqidah At Thawiyyah

- Syarh At Thahwiyyah

- Risalah At Tadmuriyyah

- Syarhus Sunnah Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab | No Comments »

Penerimaan Santri Baru Program Mustawa Diiniyah Al-Madrasah Al-Atsariyah

January 17th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Penerimaan Santri Baru
Program Mustawa Diiniyah  Al-Madrasah Al-Atsariyah

1. Pendahuluan
Alhamdulillah segala puji hanya bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam tercurah bagi junjungan kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.  Wa ba’du,
Setelah menginjak 3 (tiga) tahun pembelajaran, al-Madrasah al-Atsariyah – BEKASI kembali membuka kesempatan bagi para thalib al-ilmi untuk mengkaji penguasaan dasar-dasar ilmu Islam, baik itu yang bersifat teoritis (ilmu-ilmu alat) maupun terapan. Terutama dalam pemantapan dan pengenalan ilmu-ilmu Islam lebih lanjut pada Program Mustawa II (Mustawa Diiniyah).
Pada program Mustawa Diiniyah  (Mustawa II): Program Pembelajaran lebih terfokus pada penguasaan ilmu-ilmu alat, semisal Ushul Fiqh, Ulumul Hadits, Qawa’id Fiqhiyah dan pemantapan ilmu-ilmu terapan, semisal Aqidah Islamiyah dan Fiqh Islam.

Syarat Pendaftaran
Muslim, mandiri dan berakhlak mulia
Dapat membaca dan menulis al-Qur’an al-Karim.
Dapat membaca dan menulis arab dan latin.
Memiliki pengetahuan dasar-dasar Ilmu-ilmu Alat (Nahwu, Sharaf, Mushthalah Hadits, dan Ushul Fiqh)
Memiliki pengetahuan dasar-dasar Aqidah Islamiyah.
Berusia 17 tahun ke atas
Menyertakan surat izin dari orang tua/wali
Menyertakan surat rekomendasi dari pesantren sebelumnya atau dari ustadz di daerah asalnya (bila ada)
Membawa ijazah terakhir dan atau Kartu Tanda Penduduk (KTP)
Sanggup mengikuti setiap jenjang pendidikan selama pendidikan berlangsung hingga selesai.
Mengikuti tes wawancara.

2. Metode Pembelajaran Mustawa II adalah pemaduan konsep Mulazamah dan Klasikal
Waktu pembelajaran berlangsung pagi antara jam 06.00-11.00
Dan sore/malam hari jam 16.00 – 21.30.
Download Materikulasi  Pembelajaran Mustawa II

3. Pengajar di al-Madrasah al-Atsariyah:
Al-Ustadz Imam Arif Lc.
Al-Ustadz Ja’far Salih.
Al-Ustadz Abu Zakariya al-Makassari.
Al-Ustadz Ali Masaid Lc.
Al-Ustadz Abu Mu’awiyah. Read the rest of this entry »

Category: Info Kegiatan Al-Atsariyyah | No Comments »

Download Murattal Ziyad Patel

January 15th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Download Murattal Ziyad Patel

Berikut adalah Qari yang berasal dari Afrika Selatan. Beliau dikaruniai suara yang sangat merdu.

Silahkan download di bawah ini:

Al-Fatihah dan Al-Baqarah

    Al-Baqarah153-163

    Al-Baqarah185-186.mp3

    Al -A’raf ayat 40-47

    An- Nuur

    Al- Furqon

    Al-Fath27-29

    Al-Muzzammil

    Al-Fil-AnNaas

Cadangan File : Qari Ziyad Patel
Al Qoriah (download)
Al Ma’un (download)
Al Kautsar (download)
Al Kafirun (download)
An Nashr (download)
Al-Lahab (download)
An-Nas (download)
Al falaq (download)
Al ikhlas (download)
Al Quraisy (download)
Al-A’raf  (download)
An-Nuur  (download)
Al-Furqan (download)
Al-Fath 27-29 (download)
Surah Muzzamil [NEW]
Al Fatiha & Surah Baqarah
Ayatul Qursi
Surah Baqarah v.153
Last 10 ayaat of Surah Baqarah
Surah Muminoon v12
Ayah of Noor
Surah Mohammed v.47
Surah Ar’af Ayah 40
Juzz ‘Amma
Du’aa
Adhan

[Sumber: http://kaahil.wordpress.com/2012/01/11/dahsyat-lantunan-tilawah-al-quran-qori-ziyad-patel-fahd-salim-alkandaryalkanderi-suaranya-merdu-banget-wajib-anda-download/]

Category: Download | No Comments »

Sejarah Hidup Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

January 13th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Sejarah Hidup Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Di antara para mujaddid (pembaru) tersebut adalah Syaikhul Islam Taqiyyuddin Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdus Salam bin ‘Abdullah bin Al-Khadhir bin Muhammad bin Al-Khadhir bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Taimiyah Al-Harrani Ad-Dimasyqi Al-Hanbali. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala melimpahkan rahmat-Nya yang luas dan menempatkan beliau di dalam surga-Nya.

Nasab dan Kelahiran
Beliau adalah Syaikhul Islam Taqiyyuddin Abul ‘Abbas Ahmad bin ‘Abdul Halim bin ‘Abdus Salam bin ‘Abdullah bin Al-Khadhir bin Muhammad bin Al-Khadhir bin ‘Ali bin ‘Abdullah bin Taimiyah Al-Harrani. Nasab beliau berujung pada kabilah ‘Arab Qaisiyah dari Bani Numair bin ‘Amir bin Sha’sha’ah dari Qais ‘Ailan bin Mudhar. Adapula yang mengatakan dari Bani Sulaim bin Manshur dari Qais ‘Ailan bin Mudhar.1
Ulama besar, penghancur bid’ah, mujaddid dan mujahid yang agung ini -semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati beliau- dilahirkan pada hari Senin, tanggal 10 Rabi’ul Awwal tahun 661 H di desa Harran, sebuah desa yang terletak di antara Syam (mencakup Palestina, Suriah, Jordania, dan Lebanon) dan Irak, sebelah tenggara Turki sekarang. Beliau lahir di saat mulai meletusnya gelombang ekspansi bangsa Mongol (Tartar) ke beberapa wilayah sekitarnya termasuk Timur Tengah. Bangsa ini, yang disatukan kembali oleh Jenghis Khan tidak hanya menjarah daratan Cina, tapi juga menyerang Timur Tengah bahkan sampai ke seberang lautan (sampai ke Indonesia).
Allah Subhanahu wa Ta’ala betul-betul menguji umat ini dengan memunculkan bangsa ini. Mereka adalah para penyembah berhala. Ibnul Atsir rahimahullahu mengatakan: ‘Mereka sujud kepada matahari ketika dia terbit, tidak mengharamkan apapun. Mereka melahap semua binatang termasuk anjing dan babi serta yang lainnya. Tidak mengenal nikah… dan seterusnya.’ Tetapi belakangan, banyak dari mereka yang masuk Islam.
Di masa itu juga, perang salib masih berlangsung. Sehingga berbagai kejadian ini menimbulkan pengaruh dan menumbuhkan kecemburuan luar biasa pada diri beliau. Betapa menyedihkan melihat bekas-bekas kehancuran akibat serangan Tartar.
Syaikhul Islam lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga mulia yang diberkahi. Keluarga yang sarat dengan ilmu dan keutamaan. Kakek beliau Abul Barakat Majduddin adalah seorang tokoh terkemuka di kalangan mazhab Hanbali. Ayahandanya, Syihabuddin ‘Abdul Halim termasuk tokoh ulama pembawa petunjuk. Seolah-olah Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mempersiapkan kemuliaan beliau di dunia dan akhirat.
Pada usia enam tahun, di saat agresi Bangsa Tartar mulai terasa di wilayah Timur Tengah, bahkan sudah mendekati wilayah Harran, beliau dibawa oleh keluarganya pindah ke wilayah Syam bersama saudara-saudaranya yang lain. Mereka berangkat di malam hari sambil membawa buku-buku yang diletakkan di atas gerobak karena tidak mempunyai kendaraan lain.
Dalam kondisi demikian, mereka hampir tersusul oleh musuh. Gerobakpun berhenti. Mereka ber-ibtihal (berdoa), meminta pertolongan (istighatsah) kepada Allah Yang Maha Perkasa hingga merekapun selamat dan lolos dari kejaran musuh. Pada pertengahan tahun 667 H, tibalah mereka di Damaskus.
Mengapa beliau dikenal dengan Ibnu Taimiyah’
Suatu ketika, kakek beliau berangkat menunaikan ibadah haji dalam keadaan istrinya yang ditinggal sedang mengandung. Setibanya di Taima’, sang kakek melihat seorang bocah perempuan keluar dari sebuah tenda. Begitu tiba di Harran, sepulangnya dari ibadah haji, beliau mendapati istrinya telah melahirkan seorang anak perempuan. Ketika melihat bayi tersebut, beliau berkata: ‘Wahai Taimiyah, wahai Taimiyah.’ Akhirnya keluarga ini dikenal dengan nama tersebut. Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | 1 Comment »

Hukum Lelaki dan Wanita Bersuci Bersama

January 11th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Hukum Lelaki dan Wanita Bersuci Bersama

Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama akan bolehnya sekumpulan lelaki berwudhu bersama dari satu bejana, bolehnya sekumpulan wanita berwudhu bersama dari satu bejana, dan bolehnya lelaki dan wanita berwudhu bersama jika mereka merupakan mahram. Ijma’ pada ketiga masalah ini telah dinukil oleh sejumlah ulama. Di antaranya:
Ath-Thahawi rahimahullah berkata dalam Syarh Ma’ani Al-Atsar (1/26), “Suatu hukum yang sudah disepakati adalah bahwa jika lelaki dan wanita keduanya bersamaan mengambil air dengan tangan mereka masing-masing dari satu bejana, maka hal itu tidaklah membuat air itu menjadi najis.”
Ibnu Hazm rahimahullah berkata dalam Maratib Al-Ijma’ (1/18), “Para ulama sepakat akan bolehnya dua lelaki atau dua wanita berwudhu bersama.”
Ijma’ juga dinukil oleh Imam Al-Qurthubi dalam Al-Mufhim (1/583) dan Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiah dalam Majmu’ Al-Fatawa (21/51)

Adapun landasan dari ijma’ ini adalah sebagai berikut:
1. Dari Aisyah radhiallahu anha dia berkata:
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ بَيْنِي وَبَيْنَهُ وَاحِدٍ فَيُبَادِرُنِي حَتَّى أَقُولَ دَعْ لِي دَعْ لِي. قَالَتْ: وَهُمَا جُنُبَانِ
“Saya pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari satu bejana yang terletak di antara aku dengan beliau. Lalu beliau mendahuluiku menciduk air, hingga aku berkata, “Sisakan untukku, sisakan untukku.” Amrah (perawi dari Aisyah) berkata, “Sedangkan keduanya dalam keadaan junub.” (HR. Muslim no. 321)
2. Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu anhuma:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَيْمُونَةَ كَانَا يَغْتَسِلَانِ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan Maimunah pernah mandi bersama dari satu bejana.” (HR. Al-Bukhari no. 253)
3. Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْمَرْأَةُ مِنْ نِسَائِهِ يَغْتَسِلَانِ مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan salah seorang dari isteri beliau pernah mandi (junub) dalam satu bejana.” (HR. Al-Bukhari no. 264)

Category: Fiqh | No Comments »

Kumpulan Fatawa Audio 2

January 9th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Kumpulan Fatawa Audio 2

Berikut udate terbaru fatawa audio yang ada dalam blog taklimonline.com. Dan insya Allah akan terus kami upload fatawa yang baru setiap pekannya:

Apakah Mimisan dan Keluar Darah Membatalkan Wudhu?

Syarat Naik Haji

Hukum Haji Sementara Masih Punya Hutang

Hukum Meminjam Uang Untuk Naik Haji

Untuk langsung mendownload, silakan menuju ke halaman berikut: http://taklimonline.com/download-fatawa-audio

Category: Daftar Fatawa Audio | No Comments »

Telah Terbit Ezine Islami Penuntut Ilmu Edisi 6

January 7th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Telah Terbit Ezine Islami Penuntut Ilmu Edisi 6

Alhamdulillah, di awal tahun 2012 ini, Ezine Islami Penuntut Ilmu (yang dulunya bernama Al-Atsariyyah) kembali terbit, dan bulan ini sudah memasuki edisi ke-6. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan ilmu, kesehatan, dan waktu luang kepada kami agar bisa komitmen dalam amalan yang insya Allah bermanfaat ini.

Adapun materi Ezine kali ini adalah:
1. Al-Qawa’id Al-Arba’.
Membahas kaidah keempat yaitu bahwa kaum musyrikin di zaman ini lebih parah kesyirikannya dibandingkan kaum musyrikin jahiliah Quraisy. Dan dengan ini pula, penjelasan terhadap kitab Al-Qawa’id Al-Arba’ sudah sampai di akhirnya. Dan insya Allah pada edisi ke-7 nanti kita akan mulai menjelaskan kitab yang baru dalam masalah tauhid uluhiah. Penasaran apa kitabnya> Tunggu saja bulan depan insya Allah.

2. Nahwu Dasar.
Kali ini kita sudah memasuki fase ‘serius’ dalam ilmu nahwu. Karenanya, bagi yang belum menguasai materi-materi yang ada pada edisi sebelumnya, maka kami belum menyarankan untuk membaca rubrik nahwu kali ini. Karena semua materi sebelumnya sangat dibutuhkan dalam memahami materi kali ini. Yang dibahas pada edisi ini adalah tentang I’rab beserta pembagian dan contoh-contoh penerapannya. Dan siapa saja yang sudah pernah mempelajari nahwu, dia pasti telah mengetahui kalau bab i’rab ini bisa dikatakan sebagai intinya ilmu nahwu.

3. Musthalah Hadits.
Alhamdulillah sekarang sudah berada pada bait syair ke-8 sampai ke-11, yang berisi penjelasan mengenai hadits: Musnad, muttashil, dan musalsal beserta pembagian dan contoh-contohnya.

4. Fiqhi.
Telah sampai pada hadits ke-6 dan ke-7. Yaitu hukum bersuci bersama antara lelaki dan wanita yang semahram dari satu bejana serta hukum lelaki bersuci dengan air bekas digunakan bersuci oleh wanita dan demikian pula sebaliknya. Apakah betul bersucinya tidak syah jika dilakukan?

5. Ushul Fiqhi.
Pembahasannya mengenai Al-Qur`an beserta sisi yang butuh dibahas tentangnya seputar keberadaannya sebagai sumber hukum Islam yang paling utama. Mengenai pendalilannya, jenis-jenis hukumnya, sifat-sifat penjelasannya. Termasuk di dalamnya masalah: Apakah di dalam Al-Qur`an terdapat kata yang bukan bahasa Arab?

6. Al-Qawa’id Al-Fiqhiah
Kaidah al-masyaqqah tajlibu at-taysir (kesulitan mendatangkan kemudahan). Yakni bahwa kesulitan merupakan sebab datangnya kemudahan dari Allah Ta’ala. Pada bab ini akan dibahas lengkap mengenai rukhshah (keringanan) dalam syariat, apa batasan kesulitan yang boleh diberikan rukhshah, bentuk-bentuk rukhshah, sebab-sebab datangnya rukhshah, dan selainnya. Dan juga pembahasan mengenai apa hukum mengamalkan rukhshah? Wajib, sunnah, mubah, atau makruh?

7. Aqidah ahlissunnah.
Masih dalam syarh risalah Ashlu As-Sunnah karya Ibnu Abi Hatim rahimahullah. Kali ini pembahasannya mengenai sifat uluw (tinggi) dan istiwa` Allah di atas arsy. Juga ada tafsir firman Allah, “Dia bersama kalian dimanapun kalian berada,” serta bagaimana cara memadukannya dengan dalil-dalil yang menunjukkan Allah berada di atas langit.

Penasaran ingin membaca semua pembahasan di atas? Silakan baca preview materinya di: http://penuntutilmu.com/. Atau lihat cara berlangganannya di: http://penuntutilmu.com/cara-berlangganan/

Category: Info Kegiatan Al-Atsariyyah | No Comments »

Memberi Kemudahan Adalah Sifat Dasar Syariat Islam

January 5th 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Memberi Kemudahan Adalah Sifat Dasar Syariat Islam

Ada banyak dalil dari Al-Qur`an dan as-sunnah yang menunjukkan hal ini. Di antaranya firman Allah Ta’ala:
يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Juga pada firman Allah Ta’ala:
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu.” (QS. An-Nisa`: 28)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
“Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.” (QS. Al-Hajj: 78)

Adapun dari as-sunnah, maka ada beberapa hadits yang menjelaskan tentangnya, di antaranya:
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ
“Sesungguhnya agama itu mudah, dan tidaklah seseorang mempersulit agama kecuali dia akan dikalahkan (semakin berat dan sulit).” (HR. Al-Bukhari no. 38)
Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu anhu secara marfu’:
بُعِثْتُ بِالْحَنِيفِيَّةِ السَّمْحَةِ
“Aku diutus dengan membawa agama yang bertauhid lagi mudah.” (HR. Ahmad: 5/266 dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 2924)
Dari Abu Qatadah dari seorang Badui yang mendengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ
“Sebaik-baik perkara agama kalian adalah yang paling mudah urusannya, sungguh sebaik-baik perkara dien kalian adalah yang paling mudah urusannya.” (HR. Ahmad: 3/852 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 124) Read the rest of this entry »

Category: Tanpa Kategori | No Comments »

Kumpulan Fatawa Audio 1

January 3rd 2012 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Kumpulan Fatawa Audio 1

Berikut daftar sementara fatawa audio yang ada dalam blog taklimonline.com. Dan insya Allah akan terus kami upload fatawa yang baru setiap pekannya:

Hukum berwudhu dalam wc

Jumlah asmaul husna

Cara mengobati was-was

Bersumpah dengan nama nabi

Hukum menabung di bank

Riya dan pengobatannya

Shalat dalam masjid di depannya ada kubur

Untuk langsung mendownload, silakan menuju ke halaman berikut: http://taklimonline.com/download-fatawa-audio

Category: Daftar Fatawa Audio, Fatawa | No Comments »