Page Terjemahan Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir

March 26th 2015 by Abu Muawiah |

Mau membaca tafsir al Qur`an tapi belum bisa baca kitab gundul? Atau punya buku terjemahan tafsir sementara anda tidak punya banyak waktu untuk membaca? Atau mungkin anda malas membaca buku terjemahan yang tebal?

Ayo belajar tafsir al Qur`an secara ringkas melalui Page Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Di page ini insya Allah akan kami tampilkan secara berseri terjemahan dari kitab Mukhtashar (ringkasan) Shahih Tafsir Ibnu Katsir, yassarallahu itmamahu.

Tafsir al Qur`an al Azhim atau yang lebih terkenal dengan judul Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu rujukan utama dalam ilmu tafsir, dan merupakan kitab tafsir yang paling terkenal dan tersebar di tengah-tengah kaum muslimin. Namun karena luasnya pembahasan di dalamnya, plus masih terdapat riwayat-riwayat yang tidak shahih di dalamnya, membuat tafsir beliau hanya bisa ‘dinikmati’ oleh mereka yang telah mempunyai ilmu-ilmu alat dalam agama Islam. Karenanya, asy Syaikh Musthafa al Adawi hafizhahullah meringkas Tafsir Ibnu Katsir ini dengan menghilangkan semua hadits, atsar, dan riwayat yang lemah sanadnya, serta meringkas banyak pembahasan fiqhi di dalamnya. Beliau kemudian memberi judul ringkasannya dengan nama Shahih Tafsir Ibnu Katsir, dan dicetak dalam 4 jilid. Kemudian, murid beliau yang bernama ‘Awadh Luthfi meringkas lagi kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir ini menjadi 1 jilid, yang dibagi menjadi 2 juz, agar mereka yang terlalu sibuk untuk membaca atau mempunyai minat baca yang rendah (walaupun untuk hanya membaca Shahih Tafsir Ibnu Katsir) tetap bisa mendapatkan manfaat dari Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Ringkasannya diberi judul Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir, dan buku terakhir inilah yang kami terjemahkan secara berseri. Read the rest of this entry »

Category: Download, Info Kegiatan | Comments Off

Perjuangan Panjang Jilbab di Indonesia (Part 2)

March 23rd 2015 by Abu Muawiah |

Tahun 1940 di Solo, dua orang tokoh keturunan Bani Alawi, Idrus Al-Mansyhur dan Ali Bin yahya mulai menggerakkan dakwah pemakaian ‘berguk’ bagi wanita. ‘Berguk’ berasal dari kata Burqa. Di sebuah pertemuan yang dihadiri 60 orang, terdapat keprihatinan di kalangan mereka akan degradasi moral kaum wanita. Ketika itu dibicarakan, sudah banyak wanita yang keluar tanpa kerudung. Sebagai keturunan Rasulullah SAW, mereka merasa telah mengkhianati beliau. Ahmad bin Abdullah Assegaf, Segaf Al Habsyi dan Abdul Kadir Al Jufri sependapat untuk mewajibkan Berguk kepada wanita dikalangan Alawiyyin. Dakwah ini tidak hanya di Solo, namun mulai merebak ke Surabaya dan menimbulkan pertentangan. Namun akhirnya kampanye pemakaian ‘Berguk’ surut dengan sendirinya. Read the rest of this entry »

Category: Artikel Umum, Muslimah | Comments Off

Perjuangan Panjang Jilbab di Indonesia (part 1)

March 20th 2015 by Abu Muawiah |

Berbicara mengenai jilbab di Indonesia, terutama mengenai sejarahnya bukan perkara mudah.  Tak banyak tulisan yang memuat khusus mengenai itu. Sumber-sumber sejarah yang menyingkap perjalanan jilbab di tanah air pun tidak melimpah, setidaknya jika berkaitan dengan sumber sejarah sebelum abad ke 20. Namun mengingat pentingnya jilbab sebagai bagian dari syariat Islam dalam kehidupan umat Islam saat ini, tulisan ini akan menelusuri perjalanan jilbab di tanah air.
Kewajiban mengenakan jilbab bagi wanita muslim amat mungkin sudah diketahui sejak lama. Sebab telah banyak ulama-ulama Nusantara yang menuntut ilmu di Tanah Suci. Ilmu yang ditimba di tanah suci, disebarkan kembali ke tanah air oleh para ulama tersebut. Kesadaran untuk menutup aurat sendiri, pastinya dilakukan setidaknya ketika perempuan sedang sholat . G.F Pijper mencatat, istilah ‘Mukena’, setidaknya telah dikenal sejak tahun 1870-an di masyarakat sunda. Meskipun begitu, pemakaian jilbab dalam kehidupan sehari-hari tidak serta merta terjadi di masyarakat. [1]
Satu hal yang pasti, sejak abad ke 19,  pemakaian jilbab telah diperjuangkan di masyarakat. Hal itu terlihat dari sejarah gerakan Paderi di Minangkabau. Gerakan revolusioner ini, turut memperjuangkan pemakaian jilbab di masyarakat.[2]
Kala itu, mayoritas masyarakat Minangkabau tidak begitu menghiraukan syariat Islam, sehingga banyak sekali terjadi kemaksiatan. Menyaksikan itu, para ulama paderi tidak tinggal diam. Mereka memutuskan untuk menerapkan syariat Islam di Minangkabau, termasuk aturan pemakaian jilbab. Bukan hanya jilbab, aturan ini bahkan mewajibkan wanita untuk memakai cadar[3] Akibat dakwah Islam yang begitu intens di Minangkabau, Islamisasi di Minangkabau telah meresap sehingga syariat Islam meresap ke dalam tradisi dan adat masyarakat Minang. Hal ini dapat kita lihat dari bentuk pakaian adat Minangkabau yang cenderung tertutup.

Read the rest of this entry »

Category: Artikel Umum, Muslimah | Comments Off

Download Fatwa MUI Akan Sesatnya Paham ‘SIPILIS’

January 26th 2015 by Abu Muawiah |

Paham SIPILIS yang dimaksud di sini adalah: Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme.

Berikut gambaran singkat ketiga isme ini menurut MUI:

Sekulerisme agama adalah memishkan urusan dunia dari agama, agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

Liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (al-Qur’an dan Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

Link download fatwa MUI:
Fatwa Sesat Paham SIPILIS

Category: Aqidah, Download, Fatawa | Comments Off

Cara Mengobati Penyakit Lupa

January 18th 2015 by Abu Muawiah |

قال الإمام ابن عثيمين – رحمه الله –

فإن قال قائل هل للنسيان من علاج أو دواء ؟
قلنا : نعم له دواء – بفضل الله – وهي الكتابة ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال : ( اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم )
فقال ” اقرأ ” ثم قال : ” الذي علم بالقلم ” يعني اقرأ من حفظك،فإن لم يكن فمن قلمك فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة،وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة

Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
“Jika ada yang bertanya: Apakah sifat lupa itu bisa disembuhkan atau ada obatnya?
Maka kami menjawab: Ya, ada obatnya -dengan keutamaan Allah-, yaitu dengan cara menulisnya. Karenanya Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kemampuan menulis ini kepada para hambaNya. Allah berfirman:
اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena.”
Allah berfirman, “Bacalah,” kemudian berfirman, “Yang mengajarkan dengan pena.” Maksudnya: Bacalah dari hafalanmu, dan jika tidak (mampu) maka dari tulisanmu. Allah Tabaraka wa Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengobati penyakit ini, yakni penyakit lupa, yaitu kita mengobatinya dengan menulisnya.”
Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Ilmu Al-Qur`an, Tahukah Anda? | Comments Off

Manfaat ‘Insya Allah’ Setelah Bersumpah

January 10th 2015 by Abu Muawiah |

قـال الشيخ العلامـة ابن عثيمين – رحمه الله -:

أشير عليكم بأمر مهم !!
وهـو أنـك إذا حلفـت على يميـن فـقـل بعدهـا : ( إن شـاء الله ) ولو لـم يسمعهـا صاحبـك. لأنـك إذا قلـت : إن شـاء اللـه ، يَسَّـر الله لـك الأمـر حتـى تَبـرَّ بيمينـك. وإذا قُـدَّر أنـه مـا حصـل الـذي تريـد فـلا ؛ كَـفَّـارة عليـك .

وهـذه فائـدة عظيمـة. فلـو قلـت مثـلاً لواحـد : واللـه مـا تَذبـح لـي ثـم قلـت بينـك وبيـن نفسـك : ( إن شـاء الله )، ثـم ذبـح لـك ، فـلا عليـك شـيء ، ولا عليـك كفـارة يميـن. وكذلـك أيضـاً بالعكـس.
لو قلت : والله لأذبـح ، ثم قلت بينك وبين نفسك : ( إن شاء الله ) ولـم يسمـع صاحبـك , فإنـه إذا لـم تذبـح فليـس عليـك كفـارة يميـن. لقـول النبي صلى الله عليه وسلم : ” مـن حلف علـى يميـن فقـال : إن شـاء الله لـم يحنـث “

وهـذه فائـدة عظيمـة اجعلهـا علـى لسانـك دائمـاً، حتــى يكـون لـك فائدتـان :
* الفائـدة الأولـى : أن تيـسّـر لـك الأمـور الفائـدة .
* الثانيـة : أنـك إذا حنثـت فـلا تلزمـك كفـارة يميـن .

Asy Syaikh al ‘Allàmah Ibnu Utsaimìn rahimahullah berkata:
Aku ingin menunjukkan kepada kalian satu masalah yang penting!!
Yaitu jika kamu bersumpah, maka ucapkanlah setelahnya ‘insya Allah’ (jika Allah menghendaki), walaupun temanmu tidak mendengarnya. Karena jika kamu mengucapkan ‘insya Allah’, niscaya Allah akan memudahkan urusan itu sehingga kamu akan mampu memenuhi sumpahmu. Namun jika apa yang kamu ingin lakukan dalam sumpahmu ditakdirkan tidak terwujud, maka kamu tidak ada kewajiban membayar kaffarat.
Ini adalah pelajaran yang sangat bermanfaat. Jadi seandainya kamu berkata kepada seseorang, “Demi Allah kamu tidak usah menyembelih untuk aku,” kemudian kamu mengucapkan ‘insya Allah’ (dengan suara pelan) dimana hanya kamu sendiri yang mendengarnya, kemudian ternyata orang itu menyembelih untukmu, maka kamu tidak mempunyai kewajiban apa-apa dan kamu tidak wajib membayar kaffarat. Demikian pula sebaliknya (jika ternyata dia menuruti sumpahmu). Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Tahukah Anda? | Comments Off

Download Buku MUI Tentang Kesesatan Syiah

January 2nd 2015 by Abu Muawiah |

Semakin gencarnya gerakan sekte sesat Syiah di Indonesia alhamdulillah telah direspon dengan penentangan oleh berbagai elemen kaum muslimin di negeri ini. Tidak terkecuali para alim ulama kita yang tergabung dalam Majelis Ulama Indonesia (MUI). Melalui Tim Penulisnya, MUI Pusat telah menerbitkan buku khusus tentang penjelasan kesesatan sekte Syiah. Walaupun bentuknya tidaklah besar dan tebal, namun insya Allah sangat bermanfaat untuk dijadikan pedoman bagi siapa saja yang ingin mengetahui hakekat kesesatan sekte Syiah ini.
Kemudian, buku yang dimaksud di atas telah disebarkan dan dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum muslimin di Indonesia, walaupun dengan jumlah yang masih terbatas.
Nah, bagi yang belum kebagian bukunya, berikut link untuk mendownload bukunya versi pdf. Semoga bermanfaat.

Link download buku:

Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia

Category: Download | Comments Off

Buya Hamka: Mereka Memusuhi Wahabi Demi Penguasa Pro Penjajah

December 25th 2014 by Abu Muawiah |

Belakangan ketika isu terorisme kian dihujamkan di jantung pergerakan Ummat Islam agar iklim pergerakan dakwah terkapar lemah tak berdaya. Nama Wahabi menjadi salah satu faham yang disorot dan kian menjadi bulan-bulanan aksi “tunjuk hidung,” bahkan hal itu dilakukan oleh kalangan ustadz dan kiyai yang berasal dari tubuh Ummat Islam itu sendiri.

Beberapa buku propaganda pun diterbitkan untuk menghantam pergerakan yang dituding Wahabi, di antaranya buku hitam berjudul “Sejarah Berdarah Sekte Salafi-Wahabi: Mereka Membunuh Semuanya Termasuk Para Ulama.” Bertubi-tubi, berbagai tudingan dialamatkan oleh alumnus dari Universitas di Bawah Naungan Kerajaan Ibnu Saud yang berhaluan Wahabi, yaitu Prof. Dr. Said Siradj, MA. Tak mau kalah, para kiyai dari pelosok pun ikut-ikutan menghujat siapapun yang dituding Wahabi. Kasus terakhir adalah statement dari kiyai Muhammad Bukhori Maulana dalam tabligh akbar FOSWAN di Bekasi baru-baru ini turut pula menyerang Wahabi dengan tudingan miring. Benarkah tudingan tersebut?

Menarik memang menyaksikan fenomena tersebut. Gelagat pembunuhan karakter terhadap dakwah atau personal pengikut Wahabi ini bukan hal baru, melainkan telah lama terjadi. Hal ini bahkan telah diurai dengan lengkap oleh ulama pejuang dan mantan ketua MUI yang paling karismatik, yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau yang biasa disapa Buya HAMKA. Siapa tak mengenal Buya HAMKA? Kegigihan, keteguhan dan independensinya sebagai seorang ulama tidak perlu diragukan lagi tentunya.

Dalam buku “Dari Perbendaharaan Lama,” Buya HAMKA dengan gamblang beliau merinci berbagai fitnah terhadap Wahabi di Indonesia sejatinya telah berlangsung berkali-kali. Sejak Masa Penjajahan hingga beberapa kali Pemilihan Umum yang diselenggarakan pada era Orde Lama, Wahabi seringkali menjadi objek perjuangan yang ditikam fitnah dan diupayakan penghapusan atas eksistensinya. Mari kita cermati apa yang pernah diungkap Buya Hamka dalam buku tersebut:

Read the rest of this entry »

Category: Tanpa Kategori | Comments Off

Benarkah Rumah Nabi jadi WC Umum?

December 18th 2014 by Abu Muawiah |

Ustadz, beberapa kali saya melihat orang menyebar berita fitnah ttg kerajaan saudi. Lalu apa benar, tempat kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah dijadikan WC umum? terima kasih

Jawaban:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Bersikap waspada dan hati-hati, menjadi prinsip penting yang harus selalu kita kedepankan dalam menerima setiap berita. Terlebih berita yang memicu emosi masyarakat. Mudah menyebarkan berita, bisa jadi termasuk menyebarkan kebencian di tengah masyarakat. Penyesalan baru terjadi ketika muncul konflik di tengah mereka. Inilah yang Allah ajarkan dalam firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat: 6).

Salah satunya, kabar rumah kelahiran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijadikan WC umum oleh kerajaan Saudi. Serasa sangat lezat di telinga, terlebih bagi mereka yang suka menyebarkan kebencian di tengah umat. Semoga tulisan berikut, bisa memicu kita untuk berfikir lebih dewasa.

Antara Hijrah dan Fathu Mekah

Kita akan mengawali pembahasan ini memberikan catatan seputar hijrah.

Pertama, mereka yang telah hijrah, pantangan untuk balik lagi dan tinggal di Mekah. Sekalipun kota ini telah ditaklukan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah meninggalkan Mekah bersama para sahabat. Mereka berhijrah meninggalkan tanah dan rumah yang mereka miliki di Mekah. Hingga di tahun 8 H, beliau berhasil menaklukkan kota itu, menjadi bagian wilayah kekuasaan kaum muslimin.

Aturan yang berlaku, orang yang telah hijrah meninggalkan mekah, pantangan bagi mereka untuk mengambil kembali apa yang mereka tinggalkan di Mekah.

Read the rest of this entry »

Category: Syubhat & Jawabannya | Comments Off

Berargumen Dengan Ungkapan: ‘Dalam Permasalahan Ini Ada Perbedaan Pendapat’

December 11th 2014 by Abu Muawiah |

Allah Ta’ala berfirman:
(وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيماً فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)
“Dan bahwa ini adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah jalan itu. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan selainnya karena semua jalan itu akan memecah belah kalian dari jalanNya. Itulah wasiatNya kepada kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al An’am: 153)
Dan Allah Ta’ala berkata:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً)
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah ar Rasul, dan pemerintah di antara kalian. Jika kalian berbeda pendapat dalam satu hal maka kembalikanlah kepada Allah dan RasulNya, jika kalian memang beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu lebih baik dan lebih bagus akibatnya.” (QS. an Nisa`)
Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافًا كثيرا فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين من بعدي تمسكوا بها وعضو عليه بالنواجذ”
“Sesungguhnya siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku, niscaya dia akan melihat perbedaan pendapat yang sangat banyak. Maka wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk sepeninggalku. Berkomitmenlah kalian dengannya dan gigitlah ia dengan geraham kalian.” Sampai akhir hadits.
Read the rest of this entry »

Category: Syubhat & Jawabannya | Comments Off