Memperindah Suara Dalam Melantunkan al-Quran

May 6th 2018 by Arvan |

Memperindah Suara Dalam Melantunkan al-Quran

Hadits Ketiga Puluh

Memperbaiki dan Memperindah Bacaan al-Quran Semaksimal Mungkin

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «مَا أَذِنَ اللَّهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِنَبِيٍّ يَتَغَنَّى بِالقُرْآنِ» متفق عليه واللفظ للبخاري

Dari Abu Hurairah t dari Nabi r beliau bersabda, “Allah tidak memberi izin akan sesuatu seperti Dia memberi izin kepada nabi untuk melantukan al-Quran dengan indah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafazh al-Bukhari)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالقُرْآنِ» رواه البخاري

Dari Abu Hurairah t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Bukan golongan kami orang yang tidak melantukan al-Quran dengan indah.” (HR. al-Bukhari)

وَعَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ» رواه أحمد وأبو داود وابن ماجه والدارمي. وصححه الألباني

Dan dari al-Barra` bin Azib t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Hiasilah al-Quran dengan (keindahan) suara kalian.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majah, dan al-Darimi. Dinyatakan sahih oleh al-Albani) Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Anjuran Untuk Menjaga Hafalan al-Quran dan Selalu Mengulanginya

May 1st 2018 by Arvan |

Anjuran Untuk Menjaga Hafalan al-Quran dan Selalu Mengulang-ulanginya

 

Hadits Kedua Puluh Tujuh
Menjaga Hafalan al-Quran dan Selalu Mengingatnya

عَنْ أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِي رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «تَعَاهَدُوا القُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنَ الإِبِلِ فِي عُقُلِهَا» مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Musa al-Asy’ari  dari Nabi  beliau bersabda, “Jagalah (hafalan) al-Quran, karena demi Allah Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat hilang daripa onta yang terikat.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

وَعَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ؛ إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ» رواه البخاري ومسلم

Dari Nafi’ dari Ibnu Umar radhiallahu anhuma (dia berkata): Rasulullah  bersabda, “Penghafal al-Quran itu bagaikan pemilik onta yang terikat; jika dia menjaganya maka dia tetap memilikinya, namun jika dia melepasnya maka onta itu akan pergi.” (HR. al-Bukhari dan Muslim) Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Keutamaan Menghafal al-Quran dan Para Penghafalnya

April 22nd 2018 by Arvan |

Keutamaan Menghafal al-Quran dan Para Penghafalnya

 

Hadits Kedua Puluh Satu

Orang Terbaik Adalah Yang Mempelajari dan Mengajarkan al-Quran

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه عَنِ النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: «خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» رواه البخاري

Dari Abu Abdirrahman al-Sulami dari Utsman bin Affan  dari Nabi  beliau bersabda, “Yang terbaik di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-Quran.” (HR. al-Bukhari)

وَفِي رِوَايَةٍ عِنْدَ الْبُخَارِي وَالتِّرْمِذِي عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ أَفْضَلَكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ»

Dalam sebuah riwayat al-Bukhari dan al-Tirmidzi dari Utsman bin Affan  dia berkata: Nabi  bersabda, “Yang paling utama di antara kalian adalah yang mempelajari dan mengajarkan al-Quran.”

Abu Abdirrahman al-Sulami berkata, “Itulah alasan kenapa aku duduk di sini selama ini.” Beliau rahimahullah duduk mengajarkan agama kepada masyarakat di dalam masjid Kufah selama 40 tahun.

 

Hadits Kedua Puluh Dua

Mulianya Ahlul Qur`an Walaupun Dia Seorang Budak

عَنْ نَافِعَ بْنَ عَبْدِ الْحَارِثِ أَنَّهُ لَقِيَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رضي الله عنه بِعُسْفَانَ، وَكَانَ عُمَرُ رضي الله عنه اِسْتَعْمَلَهُ عَلَى مَكَّةَ، فَقَالَ لَهُ عُمَرُ: مَنِ اسْتَخْلَفْتَ عَلَى أَهْلِ الْوَادِي، فَقَالَ: اسْتَخْلَفْتُ عَلَيْهِمْ ابْنَ أَبْزَى. قَالَ: وَمَا ابْنُ أَبْزَى؟ قَالَ: رَجُلٌ مِنْ مَوَالِينَا، فَقَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: اِسْتَخْلَفْتَ عَلَيْهِمْ مَوْلًى؟ قَالَ: إِنَّهُ قَارِئٌ لِكِتَابِ اللهِ عَالِمٌ بِالْفَرَائِضِ قَاضٍ. فَقَالَ عُمَرُ رضي الله عنه: أَمَا إِنَّ نَبِيَّكُمْ صلى الله عليه وسلم قَدْ قَالَ: «إِنَّ اللهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا، وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ» رواه مسلم وأحمد واللفظ لأحمد

Dari Nafi’ bin Abdil Harits (dia berkata), bahwa dia pernah berjumpa dengan Umar bin al-Khaththab  di kota Ushfan, dan ketika itu dia adalah gubernur yang ditunjuk oleh Umar untuk kota Makkah. Umar lalu bertanya kepadanya, “Siapa yang kamu tunjuk sebagai pengganti sementara?” Dia menjawab, “Ibnu Abza.” Umar bertanya lagi, “Siapa Ibnu Abza?” Dia menjawab, “Salah seorang budak kami.” Umar  berkata, “Kamu menunjuk seorang budak sebagai penggantimu?!” Dia menjawab, “Dia seorang qari al-Quran, paham tentang ilmu mawaris, dan mampu memberi keputusan dengan benar.” Maka Umar  berkata, “Sungguh Nabi kalian  telah bersabda, ‘Sungguh Allah mengangkat derajat seseorang karena (mengamalkan) kitabullah dan merendahkan (derajat) yang lain karena (berpaling dari)nya.’” (HR. Muslim, Ahmad, dan ini adalah lafazhnya)

Read the rest of this entry »

Category: Fadha`il Al-A'mal, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Adab dan Hukum yang Berkenaan dengan al-Quran

April 12th 2018 by Arvan |

Adab dan Hukum yang Berkenaan dengan al-Quran

Hadits Kesebelas

Kecemburuan Positif kepada Ahlil Qur`an

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ القُرْآنَ، فَهُوَ يَتْلُوهُ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَآنَاءَ النَّهَارِ، فَسَمِعَهُ جَارٌ لَهُ، فَقَالَ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَهُوَ يُهْلِكُهُ فِي الحَقِّ، فَقَالَ رَجُلٌ: لَيْتَنِي أُوتِيتُ مِثْلَ مَا أُوتِيَ فُلاَنٌ، فَعَمِلْتُ مِثْلَ مَا يَعْمَلُ» رواه البخاري وأحمد، واللفظ للبخاري

Dari Abu Hurairah t (dia berkata): Rasulullah r bersabda, “Tidak ada kecemburuan kecuali pada dua hal: (1) Seseorang yang Allah ajari al-Quran kemudian dia membacanya sepanjang malam dan siang. Lalu ada tetangganya yang mendengar bacaannya dan berkata, ‘Seandainya aku diberikan anugerah seperti dia niscaya aku akan melakukan seperti yang dia lakukan.’ (2) Seseorang yang Allah beri harta kemudian dia menginfakkannya dalam ketaatan dan kebaikan. Lalu seseorang berkata, ‘Seandainya aku diberikan anugerah seperti dia niscaya aku akan melakukan seperti yang dia lakukan.’” (HR. al-Bukhari dan Ahmad, dan ini adalah lafazh al-Bukhari)

Hadits Kedua Belas

Cara Nabi r Membaca al-Quran

عَنْ حُذَيْفَةَ رضي الله عنه «أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ سَأَلَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ اسْتَجَارَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةٍ فِيهَا تَنْزِيهٌ لِلَّهِ سَبَّحَ» رواه ابن ماجه وصححه الألباني

Dari Hudzaifah t (dia berkata), “Bahwa Nabi r pernah mengerjakan shalat. Jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau meminta rahmat, jika beliau membaca ayat tentang azab maka beliau memohon perlindungan, dan jika beliau membaca ayat yang menyebut kesucian Allah maka beliau bertasbih.” (HR. Ibnu Majah dan dinyatakan sahih oleh al-Albani)

وَعَنْهُ رضي الله عنه «أَنَّهُ صَلَّى إِلَى جَنْبِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم لَيْلَةً فَقَرَأَ، فَكَانَ إِذَا مَرَّ بِآيَةِ عَذَابٍ وَقَفَ وَتَعَوَّذَ، وَإِذَا مَرَّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ وَقَفَ فَدَعَا»  رواه النسائي وصححه الألباني

Juga dari Hudzaifah t (dia berkata), bahwa pada suatu malam dirinya pernah shalat di samping Nabi r lalu beliau membaca. Jika beliau membaca ayat tentang azab maka beliau berhenti sejenak dan meminta perlindungan, dan jika beliau membaca ayat tentang rahmat maka beliau berhenti sejenak lalu berdoa. (HR. al-Nasai dan dinyatakan sahih oleh al-Albani) Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

April 11th 2018 by Arvan |

Hadits-Hadits Tentang Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

Keutamaan Membaca dan Mempelajari al-Quran

Hadits Pertama

Keutamaan Mempelajari al-Quran

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ، وَمَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ، لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ» رواه مسلم وأبو داود وغيرهما

Dari Abu Hurairah t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah guna membaca dan mempelajari kitabullah kecuali ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat akan menyelimuti mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka, dan Allah akan menyebut mereka di sisi para malaikat. Siapa yang terlambat (masuk surga) karena amalannya (yang buruk) maka nasab keturunannya tidak akan bisa menyegerakannya.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan selainnya)

Komentar:

Keutamaan dalam hadits ini tidak hanya berlaku bagi ‘kaum’ (sekumpulan orang), tapi juga berlaku walaupun dia seorang diri. Karenanya jika ada satu orang yang berzikir kepada Allah sendirian maka dia telah meraih pahala yang tersebut dalam hadits di atas.

Hadits Kedua

Satu Huruf al-Quran Bernilai Sepuluh Pahala

عَنْ عَبْدَ اللهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لاَ أَقُولُ (الـم) حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ» رواه الترمذي والدارمي

Dari Abdullah bin Mas’ud t dia berkata: Rasulullah r bersabda, “Siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah maka dia memperoleh satu kebajikan, sementara satu kebajikan akan diganjar sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan ‘Alif, lam, mim’ itu satu huruf, akan tetapi ‘alif’ satu huruf, ‘lam’ satu huruf, dan ‘mim’ satu huruf.” (HR. al-Tirmidzi dan al-Darimi)

Abu Isa (al-Tirmidzi) berkata, “Ini adalah hadits yang hasan shahih gharib.” Hadits ini dinyatakan sahih oleh al-Albani. Dan aku menanyakan status hadits ini kepada guru kami, Abdullah al-Sa’ad, maka beliau menjawab, “Laa ba`sa bih (baca: Hasan, penj.).” Read the rest of this entry »

Category: Fadha`il Al-A'mal, Hadits, Ilmu al-Qur`an | No Comments »

Info Kajian Pekanan Wilayah Bantaeng SulSel

April 7th 2018 by Arvan |

Category: Info Kegiatan | No Comments »

Teruntuk Para Pencela

April 7th 2018 by Arvan |

Teruntuk Para Pencela

Teruntuk para pencela, kupersembahkan kepadamu nasehat dari al-Faqih al-Ilbiri rahimahullah -seorang ulama dari Andalus, Spanyol-, ketika beliau menasehati putranya yang memiliki kun-yah Abu Bakar:

 

“Wahai Abu Bakar, engkau hanya menyingkap sedikit aibku, namun sebagian besarnya justru kamu tutupi.
Karenanya silakan kamu cela diriku sesuka hatimu, bahkan silakan tambah celaannya berkali-kali lipat, karena sungguh semua celaanmu itu benar adanya.
Betapa pun banyaknya aibku yang engkau beberkan, aku menganggap semua itu sebagai pujian karena aku sangat mengetahui siapa diriku.”

Ketiga bait di atas adalah penggalan dari 112 bait syair beliau, yang dikenal di kalangan penuntut ilmu dengan judul Manzhumah Abi Ishaq al-Ilbiri. Nama lengkap beliau adalah Ibrahim bin Mas’ud al-Tujibi al-Ilbiri (375-460 H).

Maksud ketiga bait di atas adalah beliau mengingatkan putranya bahwa ketika seseorang mencela kita, maka sebenarnya aib yang dia sebutkan itu hanyalah sedikit dari aib kita yang begitu banyak. Dia menutupi (baca: tidak menyebutkan) sebagian besar aib kita karena dia memang tidak mengetahuinya. Karenanya, silakan yang mencela, sebutkan aibku sebanyak yang engkau tahu sampai kamu puas, karena semua aib itu benar adanya. Yakni karena kita selaku manusia yang bergelimang dengan dosa memanglah makhluk yang penuh dengan aib dan kekurangan. Semua aib yang kamu sebutkan itu justru kuanggap sebagai pujian, karena yang kamu sebutkan hanya sedikit. Aku lebih tahu tentang diriku sendiri, bahwa sebenarnya aibku jauh lebih banyak daripada yang kamu sebutkan. Karenanya ketika aib yang kamu sebut hanya sedikit dari aibku yang sangat banyak, maka itu kuanggap sebagai pujian darimu.

Subhanallah, betapa indahnya nasehat ini

Sebuah ucapan yang keluar dari hati yang tulus lagi mengetahui kadar dirinya sendiri

Membaca ketiga bait ini mengingatkan kami akan ucapan Syaikh Muqbil rahimahullah, yang dahulu sangat sering diulang oleh guru kami Ustadz Dzulqarnain hafizhahullah, yang maknanya, “Adapun kami (jika ada yang mencela) maka diri kami ini tidak layak untuk dibela.”

Category: Akhlak dan Adab | No Comments »

Download Rekaman Kajian al-Qawaid al-Arba’

April 6th 2018 by Arvan |

Download Rekaman Kajian al-Qawaid al-Arba’

Asal rekaman ini merupakan kajian berseri via WhatsApp.

Silakan mendownload semua file kajiannya melalui link berikut:

Download

Category: Aqidah, Download | No Comments »

Tanggung Jawab Muslimah Kepada Nabi dan Agamanya

August 19th 2015 by Arvan |

Tanggung Jawab Muslimah Kepada Nabi dan Agamanya

A. Tanggung Jawab Kepada Nabinya.

Seorang muslimah wajib mengimani bahwa Muhammad saw. adalah Nabi dan Rasul Allah, serta penutup para nabi. Dia meyakini bahwa beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasehati umat, dan Allah telah menghapuskan kegelapan dengan menutus beliau. Meyakini bahwa beliau telah meninggalkan umat ini di atas syariat yang terag benderang, malamnya sama seperti siang. Karenanya tiada yang tersesat darinya kecuali orang yang binasa.

Seorang muslimah harus mengetahui bahwa cintanya kepada Nabi Muhammad saw. merupakan bagian dari tauhid dan keimanan, dimana keimanannya tidak dinyatakan syah kecuali dengannya. Sebagaimana sabda Nabi saw.:

“Demi Allah yang jiwaku berada di tangannya. Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintaiku melebihi cintanya kepada ayahnya, anaknya, dan seluruh manusia.” (Muttafaqun alaih)

Sebagaimana meneladani beliau juga merupakan tanda cinta Allah dan Rasul-Nya kepada dirinya. Allah Ta’ala berfirman, Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihimu.” (QS. Ali Imran/3: 31)

Seorang muslimah juga meyakini bahwa Nabi saw. telah menjelaskan syariat ini dengan penjelasan yang sempurna. Beliau berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad dan menasehati umat dengan nasehat yang mendalam. Hingga Allah mewafatkan beliau dalam keadaan Dia ridha kepadanya. Read the rest of this entry »

Category: Muslimah | No Comments »

Tanggung Jawab Muslimah Kepada Tuhannya

August 12th 2015 by Arvan |

Tanggung Jawab Muslimah Kepada Tuhannya

A. Tanggung Jawab Kepada Tuhannya.

Seorang muslimah wajib mengakui Allah sebagai Tuhan, Pencipta, Pemberi rezki, Pengatur seluruh urusannya, dan hanya kepada-Nya berpulang semua urusan. Hal ini nampak jelas dari ucapan Hajar alaihassalam ketika beliau beserta putranya ditinggalkan oleh Ibrahim alaihissalam di Mekkah, kemudian Ibrahim beranjak pergi. Hajar bertanya kepadanya, “Apakah Allah yang memerintahkan hal ini kepadamu?” Ibrahim menjawab, “Ya.” Maka Hajar berkata, “Kalau begitu Dia tidak akan menelantarkan kami.” (HR. al-Bukhari)

Seorang wanita muslimah mengakui bahwa hanya Allah Ta’ala semata yang berhak untuk diibadahi, karenanya ia hanya menyembah kepada-Nya. Dia bertakwa kepada-Nya dalam keadaan sendirian maupun ketika bersama dengan orang lain dan rasa takut kepada Allah Ta’ala telah tertanam kuat di dalam hatinya. Pada masa Khalifah Umar radhiallahu anhu, ada seorang wanita penjual susu yang tidak menuruti kemauan ibunya untuk mencampur susu dengan air. Itu dia lakukan karena taat kepada Allah kemudian taat kepada Umar, padahal ketika itu Umar tidak melihatnya. Dia tidak mau hanya taat kepada Allah ketika berada di depan publik, namun dia bermaksiat kepada-Nya ketika dia sendirian. Rasa takut ini merupakan penjaga nyata yang ditanamkan di dalam hatinya oleh keimanan. Karenanya Allah Ta’ala memberi taufik kepada wanita tersebut untuk menjadi nenek dari Umar bin Abdil Aziz, sang gubernur yang adil.

Secara umum, akidah wanita muslimah adalah akidah para ulama terdahulu, yaitu: Beriman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan beriman kepada qadha dan qadar Allah. Dia menetapkan untuk Allah sifat-sifat yang Allah tetapkan untuk diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya shallallahu alaihi wasallam, disertai pemahaman terhadap makna-maknanya. Ia juga meyakini bahwa Allah memiliki sifat-sifat yang hakiki, yang maha sempurna lagi mulia, dan tidak serupa sedikit pun dengan sifat makhluk. Ia meyakini seluruhnya tanpa melakukan takwil (menyelewengkan maknanya), tamtsil (menyerupakannya dengan makhluk), atau ta’thil (menegasikannya), sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam QS. al-Syura/42: 11, “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.” Read the rest of this entry »

Category: Muslimah | No Comments »