Keutamaan Berzikir Setelah Shalat

April 3rd 2015 by Abu Muawiah |

قال الشيخ عبد العزيز بن باز رحمه الله :
الجلـــــوس بعــد الســلام مـن الصـــــــلاةَ المكتـــــوبة  مــن أعظم الأوقـــات التي تنزل فيها رحمــة الله عز وجل. لاتستعـــجل بالقيـــــامَ . استغفر ، سبــح الله ، واحمــده ،وهــلل وكبـــــر  ..
Asy Syaikh Abdul Azìz bin Bàz rahimahullah berkata, “Tetap duduk di tempat setelah salam pada shalat wajib merupakan salah satu waktu terbesar turunnya rahmat Allah Azza wa Jalla. Jangan anda terburu-buru berdiri. Beristigfar, bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbirlah.”

قال ابن بطال رحمه الله :
من كان كثير الذنــوب وأراد أن يحطها الله عنه بغير تعب . فليغتنم ملازمة مصــلاه بعد الصلاة ليستكثر من دعاء الملائكة واستغفارهم  له .

المصدر : شرح ابن بطال
الجزء : الثالث
رقم الصفحة : 114

Ibnu Baththàl rahimahullah berkata, “Siapa saja yang mempunyai banyak dosa dan dia ingin agar Allah menghapuskan semuanya tanpa dia perlu bersusah payah, hendaknya dia komitmen dengan kebiasaan tetap duduk di tempat shalatnya setelah selesai shalat. Karena dengannya dia akan meraih doa dan permohonan ampun dari para malaikat.”
(Syarh Ibnu Baththàl terhadap Shahih al Bukhari: 3/114)

(Faidah dari Ust Fauzan hafizhahullah dalam grup WA Forum Asatidzah Sulselbar)

Category: Ragam | Comments Off

Page Terjemahan Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir

March 26th 2015 by Abu Muawiah |

Mau membaca tafsir al Qur`an tapi belum bisa baca kitab gundul? Atau punya buku terjemahan tafsir sementara anda tidak punya banyak waktu untuk membaca? Atau mungkin anda malas membaca buku terjemahan yang tebal?

Ayo belajar tafsir al Qur`an secara ringkas melalui Page Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Di page ini insya Allah akan kami tampilkan secara berseri terjemahan dari kitab Mukhtashar (ringkasan) Shahih Tafsir Ibnu Katsir, yassarallahu itmamahu.

Tafsir al Qur`an al Azhim atau yang lebih terkenal dengan judul Tafsir Ibnu Katsir merupakan salah satu rujukan utama dalam ilmu tafsir, dan merupakan kitab tafsir yang paling terkenal dan tersebar di tengah-tengah kaum muslimin. Namun karena luasnya pembahasan di dalamnya, plus masih terdapat riwayat-riwayat yang tidak shahih di dalamnya, membuat tafsir beliau hanya bisa ‘dinikmati’ oleh mereka yang telah mempunyai ilmu-ilmu alat dalam agama Islam. Karenanya, asy Syaikh Musthafa al Adawi hafizhahullah meringkas Tafsir Ibnu Katsir ini dengan menghilangkan semua hadits, atsar, dan riwayat yang lemah sanadnya, serta meringkas banyak pembahasan fiqhi di dalamnya. Beliau kemudian memberi judul ringkasannya dengan nama Shahih Tafsir Ibnu Katsir, dan dicetak dalam 4 jilid. Kemudian, murid beliau yang bernama ‘Awadh Luthfi meringkas lagi kitab Shahih Tafsir Ibnu Katsir ini menjadi 1 jilid, yang dibagi menjadi 2 juz, agar mereka yang terlalu sibuk untuk membaca atau mempunyai minat baca yang rendah (walaupun untuk hanya membaca Shahih Tafsir Ibnu Katsir) tetap bisa mendapatkan manfaat dari Shahih Tafsir Ibnu Katsir. Ringkasannya diberi judul Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir, dan buku terakhir inilah yang kami terjemahkan secara berseri. Read the rest of this entry »

Category: Download, Info Kegiatan | Comments Off

Perjuangan Panjang Jilbab di Indonesia (Part 2)

March 23rd 2015 by Abu Muawiah |

Tahun 1940 di Solo, dua orang tokoh keturunan Bani Alawi, Idrus Al-Mansyhur dan Ali Bin yahya mulai menggerakkan dakwah pemakaian ‘berguk’ bagi wanita. ‘Berguk’ berasal dari kata Burqa. Di sebuah pertemuan yang dihadiri 60 orang, terdapat keprihatinan di kalangan mereka akan degradasi moral kaum wanita. Ketika itu dibicarakan, sudah banyak wanita yang keluar tanpa kerudung. Sebagai keturunan Rasulullah SAW, mereka merasa telah mengkhianati beliau. Ahmad bin Abdullah Assegaf, Segaf Al Habsyi dan Abdul Kadir Al Jufri sependapat untuk mewajibkan Berguk kepada wanita dikalangan Alawiyyin. Dakwah ini tidak hanya di Solo, namun mulai merebak ke Surabaya dan menimbulkan pertentangan. Namun akhirnya kampanye pemakaian ‘Berguk’ surut dengan sendirinya. Read the rest of this entry »

Category: Artikel Umum, Muslimah | Comments Off

Perjuangan Panjang Jilbab di Indonesia (part 1)

March 20th 2015 by Abu Muawiah |

Berbicara mengenai jilbab di Indonesia, terutama mengenai sejarahnya bukan perkara mudah.  Tak banyak tulisan yang memuat khusus mengenai itu. Sumber-sumber sejarah yang menyingkap perjalanan jilbab di tanah air pun tidak melimpah, setidaknya jika berkaitan dengan sumber sejarah sebelum abad ke 20. Namun mengingat pentingnya jilbab sebagai bagian dari syariat Islam dalam kehidupan umat Islam saat ini, tulisan ini akan menelusuri perjalanan jilbab di tanah air.
Kewajiban mengenakan jilbab bagi wanita muslim amat mungkin sudah diketahui sejak lama. Sebab telah banyak ulama-ulama Nusantara yang menuntut ilmu di Tanah Suci. Ilmu yang ditimba di tanah suci, disebarkan kembali ke tanah air oleh para ulama tersebut. Kesadaran untuk menutup aurat sendiri, pastinya dilakukan setidaknya ketika perempuan sedang sholat . G.F Pijper mencatat, istilah ‘Mukena’, setidaknya telah dikenal sejak tahun 1870-an di masyarakat sunda. Meskipun begitu, pemakaian jilbab dalam kehidupan sehari-hari tidak serta merta terjadi di masyarakat. [1]
Satu hal yang pasti, sejak abad ke 19,  pemakaian jilbab telah diperjuangkan di masyarakat. Hal itu terlihat dari sejarah gerakan Paderi di Minangkabau. Gerakan revolusioner ini, turut memperjuangkan pemakaian jilbab di masyarakat.[2]
Kala itu, mayoritas masyarakat Minangkabau tidak begitu menghiraukan syariat Islam, sehingga banyak sekali terjadi kemaksiatan. Menyaksikan itu, para ulama paderi tidak tinggal diam. Mereka memutuskan untuk menerapkan syariat Islam di Minangkabau, termasuk aturan pemakaian jilbab. Bukan hanya jilbab, aturan ini bahkan mewajibkan wanita untuk memakai cadar[3] Akibat dakwah Islam yang begitu intens di Minangkabau, Islamisasi di Minangkabau telah meresap sehingga syariat Islam meresap ke dalam tradisi dan adat masyarakat Minang. Hal ini dapat kita lihat dari bentuk pakaian adat Minangkabau yang cenderung tertutup.

Read the rest of this entry »

Category: Artikel Umum, Muslimah | Comments Off

Download Tafsir 3 Surah Ruqyah

February 17th 2015 by Abu Muawiah |

Tiga surah terakhir dalam mushaf al Qur’an merupakan surah-surah perlindungan yang dianjurkan dibaca pada saat meruqyah diri sendiri maupun orang lain. Untuk lebih memahami kandungan ketiga surah ‘qul’ ini, silakan download tafsirnya dari kitab Mukhtashar Shahih Ibnu Katsir melalui link di bawah ini:

Tafsir 3 Surah Ruqyah

Category: Download, Ilmu Al-Qur`an | Comments Off

Download Tafsir Surah al Fatihah (pdf)

February 10th 2015 by Abu Muawiah |

Link download tafsir lengkap surah al Fatihah, dari kitab Mukhtashar Shahih Tafsir Ibnu Katsir:

Tafsir Surah al Fatihah

Category: Download, Ilmu Al-Qur`an | Comments Off

Tafsir Ta’awudz dan Basmalah

February 3rd 2015 by Abu Muawiah |

Pembahasan Seputar Ta’awudz dan Hukum-Hukumnya

Allah Ta’ala berfirman, “Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.” (QS. al A’raf: 199-200)
Allah Ta’ala berfirman, “Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.” (QS. al Mukminun: 96-98)
Dan Allah Ta’ala berfirman, “Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Fushshilat: 34-36)
Ini adalah 3 ayat yang semakna, tidak ada ayat lain yang semakna dengannya. Semuanya menunjukkan perintah Allah Ta’ala untuk membalas musuh dari kalangan manusia dengan kebaikan dan berbuat baik kepadanya, agar tabiat aslinya yang baik bisa mengembalikan dirinya kepada kasih sayang dan kelembutan. Sementara Allah memerintahkan untuk berlindung dari musuh yang berupa setan, tidak ada jalan lain kecuali itu. Hal itu karena setan tidak bisa menerima perlakuan baik dan tidak pula kebaikan, dan dia tidak menghendaki selain kebinasaan anak Adam, karena sengitnya permusuhan antara dirinya dengan nenek moyang mereka dahulu, Adam.
Read the rest of this entry »

Category: Ilmu Al-Qur`an | Comments Off

Download Fatwa MUI Akan Sesatnya Paham ‘SIPILIS’

January 26th 2015 by Abu Muawiah |

Paham SIPILIS yang dimaksud di sini adalah: Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme.

Berikut gambaran singkat ketiga isme ini menurut MUI:

Sekulerisme agama adalah memishkan urusan dunia dari agama, agama hanya digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan, sedangkan hubungan sesama manusia diatur hanya dengan berdasarkan kesepakatan sosial.

Pluralisme agama adalah suatu paham yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama dan karenanya kebenaran setiap agama adalah relatif. Oleh sebab itu, setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim bahwa hanya agamanya saja yang benar sedangkan agama yang lain salah. Pluralisme agama juga mengajarkan bahwa semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.

Liberalisme agama adalah memahami nash-nash agama (al-Qur’an dan Sunnah) dengan menggunakan akal pikiran yang bebas, dan hanya menerima doktrin-doktrin agama yang sesuai dengan akal pikiran semata.

Link download fatwa MUI:
Fatwa Sesat Paham SIPILIS

Category: Aqidah, Download, Fatawa | Comments Off

Cara Mengobati Penyakit Lupa

January 18th 2015 by Abu Muawiah |

قال الإمام ابن عثيمين – رحمه الله –

فإن قال قائل هل للنسيان من علاج أو دواء ؟
قلنا : نعم له دواء – بفضل الله – وهي الكتابة ولهذا امتن الله عز وجل على عباده بها فقال : ( اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم )
فقال ” اقرأ ” ثم قال : ” الذي علم بالقلم ” يعني اقرأ من حفظك،فإن لم يكن فمن قلمك فالله تبارك وتعالى بين لنا كيف نداوي هذه العلة،وهي علة النسيان وذلك بأن نداويها بالكتابة

Imam Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata:
“Jika ada yang bertanya: Apakah sifat lupa itu bisa disembuhkan atau ada obatnya?
Maka kami menjawab: Ya, ada obatnya -dengan keutamaan Allah-, yaitu dengan cara menulisnya. Karenanya Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kemampuan menulis ini kepada para hambaNya. Allah berfirman:
اقرأ باسم ربك الذي خلق * خلق الإنسان من علق * اقرأ وربك الأكرم * الذي علم بالقلم
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal daging. Bacalah dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajarkan dengan pena.”
Allah berfirman, “Bacalah,” kemudian berfirman, “Yang mengajarkan dengan pena.” Maksudnya: Bacalah dari hafalanmu, dan jika tidak (mampu) maka dari tulisanmu. Allah Tabaraka wa Ta’ala menjelaskan kepada kita bagaimana cara mengobati penyakit ini, yakni penyakit lupa, yaitu kita mengobatinya dengan menulisnya.”
Read the rest of this entry »

Category: Fatawa, Ilmu Al-Qur`an, Tahukah Anda? | Comments Off

Manfaat ‘Insya Allah’ Setelah Bersumpah

January 10th 2015 by Abu Muawiah |

قـال الشيخ العلامـة ابن عثيمين – رحمه الله -:

أشير عليكم بأمر مهم !!
وهـو أنـك إذا حلفـت على يميـن فـقـل بعدهـا : ( إن شـاء الله ) ولو لـم يسمعهـا صاحبـك. لأنـك إذا قلـت : إن شـاء اللـه ، يَسَّـر الله لـك الأمـر حتـى تَبـرَّ بيمينـك. وإذا قُـدَّر أنـه مـا حصـل الـذي تريـد فـلا ؛ كَـفَّـارة عليـك .

وهـذه فائـدة عظيمـة. فلـو قلـت مثـلاً لواحـد : واللـه مـا تَذبـح لـي ثـم قلـت بينـك وبيـن نفسـك : ( إن شـاء الله )، ثـم ذبـح لـك ، فـلا عليـك شـيء ، ولا عليـك كفـارة يميـن. وكذلـك أيضـاً بالعكـس.
لو قلت : والله لأذبـح ، ثم قلت بينك وبين نفسك : ( إن شاء الله ) ولـم يسمـع صاحبـك , فإنـه إذا لـم تذبـح فليـس عليـك كفـارة يميـن. لقـول النبي صلى الله عليه وسلم : ” مـن حلف علـى يميـن فقـال : إن شـاء الله لـم يحنـث “

وهـذه فائـدة عظيمـة اجعلهـا علـى لسانـك دائمـاً، حتــى يكـون لـك فائدتـان :
* الفائـدة الأولـى : أن تيـسّـر لـك الأمـور الفائـدة .
* الثانيـة : أنـك إذا حنثـت فـلا تلزمـك كفـارة يميـن .

Asy Syaikh al ‘Allàmah Ibnu Utsaimìn rahimahullah berkata:
Aku ingin menunjukkan kepada kalian satu masalah yang penting!!
Yaitu jika kamu bersumpah, maka ucapkanlah setelahnya ‘insya Allah’ (jika Allah menghendaki), walaupun temanmu tidak mendengarnya. Karena jika kamu mengucapkan ‘insya Allah’, niscaya Allah akan memudahkan urusan itu sehingga kamu akan mampu memenuhi sumpahmu. Namun jika apa yang kamu ingin lakukan dalam sumpahmu ditakdirkan tidak terwujud, maka kamu tidak ada kewajiban membayar kaffarat.
Ini adalah pelajaran yang sangat bermanfaat. Jadi seandainya kamu berkata kepada seseorang, “Demi Allah kamu tidak usah menyembelih untuk aku,” kemudian kamu mengucapkan ‘insya Allah’ (dengan suara pelan) dimana hanya kamu sendiri yang mendengarnya, kemudian ternyata orang itu menyembelih untukmu, maka kamu tidak mempunyai kewajiban apa-apa dan kamu tidak wajib membayar kaffarat. Demikian pula sebaliknya (jika ternyata dia menuruti sumpahmu). Read the rest of this entry »

Category: Akhlak dan Adab, Tahukah Anda? | Comments Off