Tidak Boleh Baca Shalawat Ini

April 1st 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
assalamu’alaykum ustadz, mau tanya.
Apakah boleh bershalawat seperti ini :
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ
ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ
“Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang
membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran
dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya,
sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung”.
jazakallahu khairan.

Jawab:
Waalaikumussalam.
Pertama: Lafazh shalawat ini tdk pernah diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam. Nabi shallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kpd para sahabat beberapa lafazh dlm bershalawat untuk beliau, shg yg jauh lebih utama adl hanya membaca shalawat yg telah diajarkan oleh beliau.

Kedua: Terdapat pengkultusan yg berlebihan kpd Nabi shallalahu alaihi wasallam dlm shalawat di atas, bahkan mencapai derajat kesyirikan. Yakni pd kalimat ‘yang membuka semua yg tertutup’. Kalimat ini mempunyai multi tafsir:
Bisa bermakna bahwa Nabi membuka semua ilmu ghaib yg tertutup.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka semua kesulitan hamba.
Bisa bermakna bahwa Nabi bisa membuka hidayah pd hati yg tertutup.
Dan semacamnya. Dan semua penafsiran ini mengandung kesyirikan.

Karena 2 alasan di atas, mk lafazh shalawat di atas tdk boleh dibaca. Wallahu a’lam

Category: Aqidah, Dari Grup WA | Comments Off

Tidak Boleh Safar Ibadah Kecuali ke Ketiga Masjid

March 28th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
Assalamualaikum wr. Wb. Mohon penjelasan mengenai makna hadis yg artinya kurang lebih “Tdk boleh mengadakan safar kecuali 3 masjid”. Apkh perjalanan khusus dalam rngka ibadah? Dan apakah klo kita mengadakan perjalanan k jakarta misalnya krn ingin melihat/tau jakarta jadi salah? جَزَاك اللّهُ خَيْرًا

Jawab:
Waalaikumussalam.
Hadits yg dimaksud adl hadits Abu Hurairah riwayat al Bukhari dan Muslim:
لا تُشَدُّ الرِّحالُ إلا إلى ثلاثةِ مساجدَ : المسجدِ الحَرامِ، ومسجدِ الرسولِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، ومسجدِ الأقصى .
“Tidak boleh mengadakan perjalanan kecuali menuju ke ketiga masjid: Masjid al Haram, masjid ar Rasul shallallahu alaihi wasallam, dan masjid al Aqsha.”

Para ulama yg mensyarah hadits tersebut menjelaskan bahwa yg dimaksud di situ adl perjalanan dlm rangka ibadah. Sehingga maksudnya: Tidak boleh mengadakan perjalanan dgn niat untuk beribadah kpd Allah di daerah tujuannya, kecuali jika tujuannya adl salah satu dr 3 masjid yg mulai di atas.
Karenanya, apa yg anda sebutkan sbg contoh di atas berupa perjalanan ke Jakarta tanpa niat ibadah, mk itu tdk termasuk dlm larangan hadits tersebut. Wallahu a’lam

Category: Dari Grup WA, Hadits | Comments Off

Shalat Sunnah di Tengah Hari Pada Hari Jumat

March 24th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسـم الله
Ustadz, salah satu sunnah menghadiri sholat jum’at yaitu sholat sunnah (mutlak) semampunya sampai khotib naik mimbar. Bagaimana dengan waktu terlarang (matahari tepat di atas) sementara khotib belum naik mimbar apakah harus berhenti sholat (mutlak)?
شكرا ustadz, بارك الله فيـك

Jawab:
Dari Salman al Farisi radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
لا يغتسِلُ رجلٌ يومَ الجمُعةِ، ويتطَهَّرُ ما استطاع من طُهرٍ، ويدَّهِنُ من دُهنِه، أو يَمَسُّ من طِيبِ بيتِه، ثم يَخرُجُ فلا يُفَرِّقُ بين اثنين، ثم يصلِّي ما كُتِبَ له، ثم يُنصِتُ إذا تكلَّمَ الإمامُ، إلا غُفِرَ له ما بينه وبين الجمُعة الأخرَى .
“Tidak ada seseorg yg mandi pd hr jumat, bersuci semampunya, memakai minyak (rambut), atau memakai wewangian, kemudian dia keluar (menuju masjid). Di masjid, dia tdk memisahkan di antara 2 org (yg duduk). Kemudian dia mengerjakan shalat (sunnah) semampunya. Kemudian dia diam tatkala imam berkhutbah. Tidak ada org yg melakukan semua itu kecuali akan diampuni dosanya antara jumat itu dgn jumat depannya.” (HR. Al Bukhari no. 883)

Hadits di atas menunjukkan bolehnya shalat sunnah mutlak di saat matahari tepat di tengah langit pd hari jumat. Hal itu krn akhir pembolehan shalat sunnah ini adl dgn datangnya imam, yaitu pd saat matahari tergelincir ke barat. Demikian penjelasan dr al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dlm at Talkhish. Wallahu a’lam

Category: Dari Grup WA, Fiqh | Comments Off

Kesalahan: Meninggalkan Shalat Karena Belum Mandi Suci

March 20th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
Sholat wajib itu tidak ada qodho ya? Sore hari ana baru mandi suci dari haidh dan ternyata sudah bersih semenjak pagi tadi (pagi sebelum berangkat sekolah masih ada kecoklatan) jadi belum mandi suci, sedang pagi sampai sore ana mengajar di sekolah. Jadi gimana ya sholat zuhur dan asar nya?

Jawab:
Pertama, jelas anda telah melakukan kesalahan karena tidak segera bersuci ketika sudah suci dari haid, sehingga anda tidak bisa mengerjakan shalat.

Kedua, jika memang tidak bisa mandi menjadi alasan yang dibenarkan saat itu, maka sebenarnya anda bisa cukup bertayammum kemudian shalat. Apalagi jika anda suci pada saat waktu zuhur hampir habis. Karena seseorang diperbolehkan bertayammum -walaupun ada air- untuk mengejar pelaksanaan suatu kewajiban yang akan habis waktunya, dimana jika dia menunggu mandi/wudhu, waktunya akan habis. Read the rest of this entry »

Category: Fiqh | Comments Off

Bocoran Kunci Jawaban Ujian Dalam Kubur

March 16th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
Pak ustad pertanyaan di dalam kubur itu seperti apa ya?

Jawab:
Al-Bukhari telah meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
أن رسول صلى الله عليه وسلم قال : إن العبد إذا وضع في قبره ، وتولى عنه أصحابه ، وإنه ليسمع قرع نعالهم ، أتاه ملكان ، فيقعدانه فيقولان : ما كنت تقول في هذا الرجل ، لمحمد صلى الله عليه وسلم ، فأما المؤمن فيقول : أشهد أنه عبد الله ورسوله ، فيقال له : انظر إلى مقعدك من النار ، قد أبدلك الله به مقعدا من الجنة ، فيراهما جميعا . قال قتادة وذكر لنا : أنه يفسح في قبره ، ثم رجع إلى حديث أنس ، قال : وأما المنافق والكافر فيقال له : ما كنت تقول في هذا الرجل ؟ فيقول : لا أدري ، كنت أقول ما يقول الناس ، فيقال : لا دريت ولا تليت ، ويضرب بمطارق من حديد ضربة ، فيصيح صيحة ، يسمعها من يليه غير الثقلين .
“Sesungguhnya apabila seseorang telah dimasukkan ke dalam kubur, dan teman-temannya telah pergi meninggalkannya, dia benar-benar mendengar suara gesekan sandal mereka. Maka datanglah dua malaikat. Keduanya menyuruhnya duduk seraya berkata kepadanya, “Apa yang kamu katakan tentang orang ini, Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam?” Adapun orang mukmin, dia menjawab, “Aku bersaksi bahwa dia adalah hamba Allah dan Rasul-Nya.” Maka dikatakanlah kepadanya, “Lihatlah tempatmu di neraka, Allah telah menggantinya untukmu dengan suatu tempat di surga.” Maka dia melihat kedua tempat itu semuanya.”
Qatadah berkata, “Telah disebutkan kepada kami, bahwa mayit itu dilapangkan kuburnya.
Kemudian Qatadah kembali kepada hadits Anas di atas, dia berkata,
“Adapun orang munafik dan kafir ditanya, “Apa yang kamu katakan tentang orang ini?” Maka dia jawab, “Saya tidak tahu. Saya hanya mengatakan seperti kata orang-orang.” Maka dikatakanlah kepadanya, “Kamu tidak tahu,dan kamu tidak membaca.” Lalu dia dipukul dengan palu-palu dari besi sekali pukul antara kedua telinganya. Maka menjeritlah dia dengan jeritan yang terdengar oleh makhluk-makhluk di sekelilingnya, kecuali jin dan manusia.” Read the rest of this entry »

Category: Aqidah | Comments Off

Menyumbang Untuk Narapidana Adalah Sedekah

March 12th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
Ingin tanya mengenai kasus sutinah TKI yang akan dihukum mati. Dengan kondisi benar2 bersalah apakah boleh kita membela/memberi sumbangan?

Jawab:
Bantuan termasuk bentuk sedekah, dan sedekah tidak terlalu berhubungan dengan kondisi orang yang akan disedekahi. Hal itu karena siapa saja boleh menerima sedekah, dan semua sedekah itu bernilai pahala di sisi Allah -jika pahalanya diterima-, sampai walaupun yang menerima sedekah adalah orang kaya atau orang yang tidak membutuhkan.

Karenanya, berkenaan dengan kasus Sutinah, terlepas dia akan dijatuhi hukuman mati atau tidak, maka pada asalnya tidak ada salahnya bersedekah kepadanya:
Jika dia dimaafkan oleh wali korban dan dia harus membayar diyat -seperti kondisi sekarang-, maka bantuan itu akan sangat membantu. Read the rest of this entry »

Category: Dari Grup WA | Comments Off

Bolehkah Meruqyah Dengan Rekaman?

March 8th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
Bisakah kita meruqyah rumah dengan murotal dari radio atau cd? Jazaakallohu khoiran

Jawab:
Meruqyah adalah membaca alquran atau doa-doa perlindungan yg shahih dengan tujuan penyembuhan dari penyakit. Dan sudah dimaklumi bersama bahwa di antara sebab besar berhasilnya ruqyah adalah pemahaman dan pendalaman orang yang meruqyah terhadap apa yang dia baca. Karenanya orang yang meruqyah hendaknya orang yang memahami apa yg dia baca.
Karena itulah, termasuk kekeliruan dalam meruqyah adalah meruqyah dengan memutar rekaman alquran atau doa. Hal itu karena rekaman adalah benda mati yang tidak mempunyai hati untuk mengetahui dan memahami apa yang diputar tersebut. Wallahu a’lam.

Category: Dari Grup WA | Comments Off

Biografi Muhammad bin ‘Abdil Wahhab

March 4th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Nasab, Kelahiran, dan Perkembangan Beliau rahimahullah

Beliau adalah Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab bin Sulaiman bin ‘Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Rasyid At-Tamimi. Beliau dilahirkan pada tahun 1115H -bertepatan dengan 1703M- di negeri ‘Uyainah, daerah yang terletak di utara kota Riyadh, di mana keluarganya tinggal.

Beliau tumbuh di rumah ilmu di bawah asuhan ayahanda beliau, ‘Abdul Wahhab, yang menjabat sebagai hakim di masa pemerintahan ‘Abdullah bin Muhammad bin Hamd bin Ma’mar. Kakek beliau, yakni Asy-Syaikh Sulaiman adalah tokoh mufti yang menjadi referensi para ulama. Sementara seluruh paman-paman beliau sendiri juga ulama.

Beliau dididik ayah dan paman-pamannya semenjak kecil. Beliau telah menghafalkan Al-Qur’an sebelum mencapai usia 10 tahun di hadapan ayahnya. Beliau juga memperdengarkan bacaan kitab-kitab tafsir dan hadits, sehingga beliau unggul di bidang keilmuan dalam usia yang masih sangat dini. Di samping itu, beliau sangat fasih lisannya dan cepat dalam menulis. Ayahnya dan para ulama di sekitarnya amat kagum dengan kecerdasan dan keunggulannya. Mereka biasa berdiskusi dengan beliau dalam permasalahan-permasalah ilmiah, sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari diskusi tersebut. Mereka mengakui keutamaan dan kelebihan yang ada pada diri beliau. Namun beliau tidaklah merasa cukup dengan kadar ilmu yang sedemikian ini, sekalipun pada diri beliau telah terkumpul sekian kebaikan. Beliau justru tidak pernah merasa puas terhadap ilmu. Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | Comments Off

Biografi Ibnu al Mundzir rahimahullah

February 28th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Nama dan Nasab:
Muhammad bin Ibrahim bin al Mundzir an Naisaburi. Kun-yah beliau adl Abu Bakr

Kelahiran:
Lahir di kota Naisabur pd tahun 242 H.
Adz Dzahabi berkata, “Wafat pd tahun wafatnya Ahmad bin Hanbal.”

Perjalanan Menuntut Ilmu:
Tidak ada keterangan detil ttg perjalanan menuntut ilmu beliau. Namun yg jelas, selain menuntut ilmu di kota kelahiran beliau Naisabur, sebagian pakar sejarah jg menyebutkan bahwa beliau juga menuntut ilmu ke Makkah, hanya saja tdk ada keterangan ttg waktunya. Dan ada kemungkinan beliau jg pernah ke Mesir dan menuntut ilmu dr para ulama di sana, seperti ar Rabi’ dan selainnya.
Namun yg jelas, beliau tdk pernah mendatangi kota Bagdad dan Damaskus, sbgmn hal ini dipastikan oleh adz Dzahabi.
(Muqaddimah al Awsath: 1/14 oleh Abu Hammad Shaghir  Ahmad) Read the rest of this entry »

Category: Siapakah Dia? | Comments Off

Ada Apa Dengan ODOJ?

February 24th 2014 by Abu Muawiah | Kirim via Email

Tanya:
Bagaimana pandangan syar’i masalah ODOJ?

Jawab:
Berikut sebagian dari jawaban ust. Sufyan Chalid hafizhahullah berkenaan dengan metode ODOJ ini:

Berikut ini mekanisme ODOJ yang kami kutip dari salah satu website:
MEKANISME ONE DAY ONE JUZ WHATSAPP / BBM
1. Calon member mendaftarkan nomer whatsappnya ke contact person ODOJ.
2. ODOJ akan mengalokasikan calon member ke admin grup whatsapp yang tersedia.
3. Setelah grup whatsapp terbentuk admin akan mengundang calon ke grup.
4. Setelah masuk maka resmi menjadi member ODOJ dengan nomer grup yang ditentukan.
5. Member akan diminta untuk perkenalan dengan member yang lain sesama grup agar saling mengenal seperti nama, daerah asal dan biodata lainnya.
6. Di malam sebelum hari pertama setiap member akan kebagian juz yang harus dibaca
7. Member dipersilahkan mulai membaca, untuk yang selesai silahkan posting di grup.
8. Admin / Penanggung Jawab akan merekap hasil posting member setiap pkl 8, 11, 14, 17 dan 20.00, diharapkan pukul 20.00 selesai / khalas 30 juz.
9. Jika belum selesai 30 juz, maka sisa juz yang tidak bisa terselesaikan akan dilelang atau dibagikan ke member yang berminat.
10. Waktu lelangan mulai pukul 20.00 – 21.00 tilawah juz lelangan mulai pukul 20.00 – 22.00
11. Pukul 22.00 selesai 30 juz, besoknya dipersilahkan melanjutkan dari juz yang dibaca hari ini.

Read the rest of this entry »

Category: Ilmu Al-Qur`an, Syubhat & Jawabannya | Comments Off